Storytelling + branding = Amazing


Storytelling + branding = Amazing

Setelah cerita seru sebelum acara inti BIP Gathering 2018, lihat di https://www.fitrirestiana.web.id/2018/10/bip-gathering-2018-workshop-bergizi.html saatnya saya memenuhi janji berkisah tentang materi storytelling + branding = amazing yang disampaikan oleh Kak Edward Suhadi, pakar storytelling yang karyanya -sebagian berupa iklan- sering kita nikmati  di layar televisi.

Edward Suhadi di acara gathering BIP 2018, Perpustakan Nasional.
 Storytelling

Storytelling adalah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sesuatu kepada penyimak, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, suara maupun film.

Menurut Edward Suhadi (ES), storytelling adalah teknik bercerita, berkomunikasi dan menyampaikan gagasan.

Ayo gagasannya dieksekusi!

 Apa yang membuat cerita menarik :
1. Runut
2. Jelas
3. Tulus
4. Singkat
5. Cantik
6. Membuat peduli

Storytelling tentu membutuhkan banyak ide kreatif. Caranya antara lain dengan membaca, melakukan pengamatan terhadap lingkungan, berkomunikasi dengan banyak orang, beraktivitas sambil terus berpikir, membuat jurnal ide,  bahkan melamun (tapi melamun yang berkualitas loh, ya. Jangan ngelamun mimpi jadi horang haya tapi cuman tiduran doang, hihhihiJ). Melalui Ceritera agency, Edward Suhadi membuat konsep storytelling dengan manis, santun, mengena dan tepat sasaran.


Branding

Branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. (Kotler, 2009)

Langsung praktek ilmu branding, :)
 Menurut Wikipedia, branding adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai cara yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen tersebut.

Sederhananya kata ES begini, branding adalah apa yang diingat seeorang pertama kali ketika melihat, mendengar atau menyebut nama kita. 

Saya sempet tertegun, mikir, lah aku iki opo, yo? Taruhlah ada yang bilang ‘penulis’, tapi spesifikasi di bidang apa? Peresensi? Penulis cerita anak? Blogger walau belum profesional? Penulis status? Entahlah. Wong sukanya nulis campur sari warna warni kayak pelangi, hihihi. Tapi ya sudahlah, biarlah branding itu mengiringi langkah diri ini. Uhuk!

Bersama para pengiat literasi yang manis dan baik hati :)

Point utama ketika mem-branding :
1. Harus jujur
2. Konsisten (antara isi, gaya bahasa, tujuan dan sebagainya)
3. Kreatif

Jangan sampai kita ‘menjual’ sesuatu dengan penuh kebohongan. Misal saya yang penulis biasa ini bilang bahwa sudah memiliki ratusan buku yang sudah beredar di penjuru tanah air (fakta : baru mau akan belasan), kursi itu tahan lama terbuat dari kayu jati asli Jepara (fakta :  kayu jati muda dari daerah X). Itu nggak boleh, ya. Namanya bohong. Dan perbuatan bohong itu sungguh tak patut, tak patuut.

Belajarlah konsisten juga kreatif. Konsisten bukan berarti tak boleh ekspansi loh, ya. Melainkan berusaha selalu menjaga kualitas suatu produk dengan tetap melakukan inovasi yang berkelanjutan.

Seseruan di photo booth :)
 Manfaat branding :
1. Mudah dikenali
2. Membedakan produk satu dengan yang lainnya
3. Membuat lebih fokus
4. Bisa mempengaruhi psikologi calon pembeli

Naah, bayangkan bagaimana hasilnya jika kita membranding sesuatu melalui teknik storytelling yang manis dan mumpuni? InyaAllah hasilnya akan amazing!

 
Presentasi tugas membuat storytelling. Seerruuu!
Oiya, kami juga mendapatkan tugas membat storytelling per kelompok, loh. Serruuu bangeeet.. :)

 Kak Edward Suhadi juga sekalian mensosialisasikan gerakan #tumpukditengah. Ini merupakan sebentuk gerakan sosial untuk membantu kakak2 pramusaji agar lebih efisien juga mendidik diri sendiri supaya lebih peduli, peka dan memiliki empati  terhadap pekerjaan orang lain. Kereeen, kan?  Semoga semakin banyak yang tercerahkan, ya. 
Eksekusi gerakan #tumpukditengah

 Berlimpah materi yang disuguhkan Kak Edward Suhadi, lelaki yang ramah dan cool ini. Terimakasih, ya. Di akhir acara, semua peserta mendapat doorprize. Nama saya keluar di urutan pertama dan berhak membawa pulang blender merk Cosmos. Alhamdulillah.

Alhamdulillah. Salah satu doorprize yang melimpah.

Setelah potong kue dan sama-sama berdoa, pukul 16.15 acara tuntas. Ngobrol-ngobrol n foto-foto. Tiba-tiba seorang kakak panitia yang imut menghampiri. “Maaf, Bu. Biar nanti saya yang bawakan tas dan doorprizenya, ya,” ujarnya ramah. Alhamdulillah senang sekali. Eh tapi itu kenapa saya dipanggil ‘ibu’, ya? secara biasanya dipanggil ‘mbak’, loh. *cem tak rela.

“Wah, terimakasih, Kak... Agus...” mata saya bergerak cepat melihat nametag-nya. Baik sekali para panitia ini. Jelas mereka dan semua teman tak tega melihat perempuan berhijab biru memakai tongkat kepayahan membawa tas, goodiebag dan kardus blender. Hihihi. Alhamdulilah.

Satu ilustrator tiga penulis.
 Sepanjang perjalanan beramai-ramai ke luar gedung, ternyata Kak Agus memanggil kami semua dengan panggilan ‘ibu’. Fhiuuh, agak terhibur pula awak. Hahahaha.... Dan, Kak Agus itu ternyata...ternyata..... editor saya dan Mbak Watiek di buku duet kami selanjutnya! Hwuaaa, terharu sangat. Sudah baik fisik, baik pula perilakunya. Doi sampe yang orderin grabcar, loh. Duh, anak muda, andaikan aku punya keponakan gadis aja, hihihihi.

Sampai saya duduk manis dan mobil grabcar melaju, Kak Agus dan Mbak Liza Efriana masih dadah2in. Mbak Liza sengaja menunggu saya beranjak terlebih dahulu. MasyaAllah, dikelilingi orang-orang baik itu rasanya... speechless maksimaaaal...

Penghargaan kepada yang terbaik. Selamat, Kakaak... :)

Terharu sekali mengikuti acara BIP Gathering 2018 ini. Bisa kenal dengan para penulis, ilustrator, editor dan para penggiat literasi lainnya dari Gramedia. Terimakasih, BIP Gramedia plus semua jaringannya.

Semoga kita semakin semangat berbuat banyak kebaikan. Demi terbentuknya generasi yang kuat, taat, tangguh, sehat, cerdas, santun dan banyak kebaikan lainnya. aamin.

Irma, Maya, Fifi, Nova, Watiek.

Karena sudah bilang sama Vini (adik yang barengan dari Lampung) bahwa saya mau ke rumah mertua, jadinya saya sendirian saja. Dapat supir grab yang baik banget. Dia bertanya apakah saya mau mampir ke suatu tempat untuk membeli buah tangan (sebelumnya memang saya sudah bercerita). Tentu saja saya mengiyakan dengan senang hati. Saya pun membelikannya sebotol minuman segar dan cemilan.
 
Ibukota. Teralu manis untuk dilupakan.
Konyolnya, saya lupa ke rumah ibu. Haw ken yu du det, Fifiiiii.. Nelepon kakak ipar tak bisa2, pun pak suami. Akhirnya Pak supir turun meninggalkan saya di dalam mobil sementara doi berkeliling mencari alamat yang tertera di hp. Ada lima sampai tujuh menitan baru ketemu. Huhuhu, terharu sangat. Alhamdulillah masih banyak orang baik di ibukota.

Sepanjang malam kami saling melepas kangen. Sehat-sehat, ya, ibu,  n kakak n para keponakan. Semoga satu saat kita bisa kumpul lagi dengan formasi lengkap dalam keadaan sehat dan bahagia. InsyaAllah.
Bersama ibu, Mbak Iin dan Mas Ngkus. Love love :)

 Kamis, 27 September 2018

Ngobrol2 sebenarnya belum puas, tapi saya harus bergegas tersebab memenuhi janji untuk bersua dengan sahabat yang sedari SD tak pernah bersua. Laali, Ana, Rindang dan Ria. Bahagia sekali bertemu mereka. Kami bercerita tentang pohon jambu, alpukat, ketika jahilin orang lewat, para guru dan bangunan sekolah yang sekarang sudah berdiri megah.

Me, Ria, Ana, Rindang, Laali. Miss you all... :)

Ada airmata ketika mengingat para orangtua. Ada tawa riang manakala kami berkisah tentang keluguan dan kelucuan.
 
Alhamdulillah, bahagia tak terkira.
Sahabat, terimakasih atas pertemuan hari ini. Semoga kita dimampukan menjadi muslimah yang taat dan kaffah. Aamiin.

Terimakasih spesial untuk Pak Samin, driver Bu Laali yang sabar dan baik hati mengantar nyonya warawiri. J

Lion Air delay 30 menitan, saya dan Vini menghabiskan waktu dengan bercerita tentang keseruan kami selama dua hari kemarin.

20.05 alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat. Makasih dah banyak bantu uni, ya, Mping. Kapan2 kita menjelajah lagii. J InsyaAllah.

 
Cahaya di balik awan
Pelita, Oktober 2018 

 Salam,

Fitri Restiana
ig. fitri_restiana
fb. fitri restiana

2 komentar:

  1. Dinantikan contoh personal branding Kaka Fitri ya... Hasil ilmu dari gathering kece... Pasti keren deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiihi, tapi aku malu, Kak. Brandingnya masih kayak pelangi diubek2.. 😁🤭. Terimakasih sudah berkunjung, Kak Citra cantik..

      Delete