Aku dan Mama

Postingan pertama di tahun 2018.

Me n mama....

Mama dan saya sama2 berbintang Aries. Terkenal dengan kepribadian yang tegas sekaligus lembut dan pengiba. Percaya enggak percaya, ada beberapa bagian yang sepertinya benar. Terutama yang baik-baiknya.. hehehe.. #maksabangetdotcom


Mama, walau tak terlalu humoris, tapi beliau disayang banyak orang. Terutama kakak adik ninik mamak para saudara dan tetangga. Apa pasal? Karena mama itu pintar! Mulai dari paham rumus2 matematika, bikin kue lebaran, cemilan, sampe lauk yang semuanya enak.
Mirip sama saya? Anda salah, pemirsah.. terutama di bagian matematika, yaaa..

Saya lebih suka mengarang bebas dan mengeksplorasi ide walau nilai matematika dulu tak pernah di bawah standar. Mama lebih suka ilmu pasti dengan deretan angka yang bikin saya termehek2. Kecerdasan mama di bidang ini menurun ke dua kakak saya yang lain.

Trus, saya nurunin apanya? Bentar. 
Pertama, apakah memasak? sediikit kayaknya.
Bagi mama, memasak itu wajib. Mood atau enggak mood, mama tetap harus masak. Menu minimal mama adalah sambel telur yang telurnya tak boleh dibelah. Atau telur dadar tebal dengan irisan bumbu, kentang dan sayuran di dalamnya.
Sedangkan memasak bagi saya, penuh dengan jurus "tergantung". Tergantung ada bahannya apa enggak, fasilitasnya lengkap atau enggak, suasana mendukung apa enggak, yang pasti mah, saya mood apa enggak... hihihi... makanya, penting sekali menjaga mood memasak saya demi agar tak terpancing ke warung makan padang atau tempat makan yang berseliweran bebas di depan gang.

Kedua,  selagi muda, mama tak suka pakai daster. Beliau lebih suka memakai baju satu stel. Biasanya berbentuk rok selutut. Makanya dulu banyak yang menyangka mama itu seorang guru sekolah (yang sebenarnya mama adalah guru terbaik bagi kami, anak2nya).
Yang ini, 100 persen saya banget. Seinget saya mah, seumur2 saya beli daster 3 potong, 5-6 lainnya dibeliin ama kakak2 yang baik hati n sayaaaaaang banget ama adeknya ini... *love Bu Ven n semua iparku nan ketjeh.... 😍😍. Sampai sekarang pun, saya cuman punya 3 daster. Selebihnya, kostum sehari2 saya adalah... biiiip....

Ketiga, di dalam rumah, mama tak suka memakai sendal (kecuali jika dalam keadaan sakit). Berisik dan terkesan tak peka dengan lantai rumah. Hihihi, mamaaa.... mamaaa... bisa aja cari alasan. Kok kita sama sih, Ma? *kakakku yang satu lagi, jangan baper ya.. ini kata mama looh. Hahaha..

Keempat, mama juga anti buang makanan. Saya pun belajar mengikuti jejaknya walau kadang gagal. Kalau ada sisa nasi, dibikin bakwan pake cuka. Kalau ada sisa teh, dibikin es balon. Semua yang sisa2 biasanya langsung digarap. Mubazir itu temannya setan, begitu kata mama.

Mama,
Tak pernah ada kecukupan kata untuk kurangkai menjadi kalimat jika itu tentangmu... 😢😢

***

Kemarin saya bikin sambel ikan teri campur bakso ayam. Seorang kakak berujar, "Fi, sambelnya mirip buatan mama. Apalagi kalau dikasih kacang," ujarnya pelan.
Saya tergugu dan menarik napas panjang. Maunya sih nangis, tapi takut dikatain tiga bujang yang sedang mengelilingi saya. Biasanya mereka ngomong gini, "Bunda mah cengeng. Masa nonton film kartun yang melow dikit bisa nangis." Duuh, para pangeranku. Tidak tahukah bahwa pernyataan kalian itu menusuk perasaanku? *dahcengenglebaypula 😂😂

***

Dear, my lovely mom...

Ketika katamu seumpama instruksi, aku janji akan menjalaninya sepenuh hati
Jika tatapanmu semisal sinar rembulan, aku akan menikmati bagaikan sejoli di bawah sinarnya
Tetaplah menjadi cahaya... dimanapun engkau berada.... 😢😍😍

#EdisiKangenMama
#AlkisahFitriRestiana
Sebagian tentang mama, terangkai dalam buku saya, #bukucintatanpasyarat

0 komentar:

Post a Comment