Ustadz Felix Siauw, Benarkah Ceramahnya Berbahaya?



 
Tausyiah  yang mencerahkan!

 Talkshow Inspiratif Ustadz Felix Sauw.
The Miracle of Hijrah.

Ahad, 24 Desember 2017

 Pagi ini kami bersemangat sekali menghadiri talkshow inspiratif  yang digagas oleh komunitas #yukngaji dengan menghadirkan Ustadz Felix Siauw. Temanya keren deh, The Miracle of Hijrah! Keajaiban Hijah. Pukul 07.50 wib, Viny ( adek sepupu) dan Tante sudah menjemput, dan kami langsung meluncur.

Sampai pintu gerbang kampus Malahayati, dua ikhwan menghadang. Rupanya tempat talkshow dialihkan ke gedung Pasca Sarjana Universitas Bandarlampung dengan alasan tempat tidak mencukupi. Well, setelah mengucapkan terimakasih, kami pun balik arah.

Viny dan Tante Ita

Ruang Mahligai Agung sudah mulai terlihat ramai. Kami mendapat nomor parkir motor di angka 800-an, padahal sesudah kami masih banyak yang datang berbondong-bondong. Alhamdulillah. Oh iya, sempat bersua dengan Mbak Rika Altair, sesama Tapis Blogger. Kami duduk sampingan sebelum Ustadz meminta agar semua peserta mendekat supaya lebih nyaman dan akrab.
Registrasi peserta yang teratur
 
Tepat pukul 09.00 wib, acara dimulai. Lantunan ayat suci Al quran dari adinda M. Rakish membuat peserta terpaku dan menyimak dengan khusyuk.
 
Pembacaan kalam Ilahi
Prolog yang asyik

Sesosok laki-laki berjenggot lebat naik ke panggung dan menyapa kami dengan ramah, lalu mengucapkan salam. Namanya Ustadz Cahyo. Kalau dari kasat mata, kayaknya beliau orangnya serius-an. Eh tapi pas ngobrol, duuh, banyak yang terpingkal-pingkal. Joke-nya cerdas dan materinya sangat mencerahkan.
 
Ustadz Cahyo yang bikin gerrrr


Hijrah itu artinya pindah, bergerak, berubah ke arah yang lebih baik. Dilakukan secara terus menerus, konsisten  dan tak boleh berhenti selama masih ada usia. Ingat, teman-teman, menua itu pasti, dewasa itu pilihan. Jadi idealnya adalah menua dengan dewasa.”

Jleb! Kena banget, deh. Terkadang manusia -terutama saya-  menikmati menua dengan apa adanya. Hanya menjalani, tak mengisinya dengan perbuatan yang mendekatkan diri pada Illahi robbi. Terjebak pada rutinitas yang kita anggap hebat, padahal sebenarnya tak begitu. Hiks. Saya bergumam, “Ya Allah, sempatkanlah. Sempatkanlah.”

Banyak yang bikin gerrr. Ini salah satunya.

Cowok zaman sekarang itu banyak yang baper.  Beli gorengan tahu isi, langsung sedih. Ngelamun. Bahkan ada yang guling-guling. Pas penjualnya bertanya kenapa, jawabnya gini, “Tahu aja ada isinya, Bang. Lah hati saya enggak ada.. huhhuu...

Aula langsung geger. Secara itu para jomblowan kena skak! Hihhihi..

Tak lama kemudian, acara inti dimulai. Tausyiah dari lelaki bermata sipit, Ustadz Felix Siauw.

Semangat belajar dengan bismillah with tante tercinta

Hijrah yang indah.

Laki-laki berpostur sederhana, bermata ‘segaris’ dengan batik berwarna terang naik ke atas panggung. Peci putih menutupi sebagian kepalanya.
 
Kolaborasi yang ketjeh
“Assalamu alaikum warrahmatullahi wa barokatuh!”

“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh!”

Sebelum kita ngobrol, saya ingin mengingatkan teman-teman tentang NIAT datang kemari. Yang niatnya hanya ingin bertemu dengan saya, tolong jangan. Yang niatnya hanya ingin kumpul-kumpul, jangan. Perbaiki niat, yaitu  karena Allah, maka semua ilmu akan diperoleh dengan mudah. Ilmu itu bukan didapat melalui proses belajar melulu, tapi yang utama adalah diberi. Allah memberi pada siapa saja yang dikehendaki. Bagaimana supaya layak dikehendaki? DEKATI ALLAH. CINTAI ALLAH. InsyaAllah temen-temen sudah mendapatkan ilmu bahkan sebelum datang ke majelis ini. Aamiin.

Mendengar ini, saya belajar meluruskan niat. Tadi niatnya memang selain mendengar ceramah, jujur saya ingin melihat Ustadz Felix Siauw, baik dari tampilan fisik maupun konten ceramahnya. Apakah seperti yang dibicarakan ‘orang-orang’ nun di luar sana, yaitu ceramah beliau anti NKRI dan penuh kebencian pada pihak lain. Ternyata setelah mendengar tuntas, hohoho.. zoooonk! Ceramah beliau benar-benar keren, memotivasi dan memberi  inspirasi pada semua kalangan.  

Keimanan adalah modal utama mendapat berkah dan pengampunan. Ya, Allah akan memberikan berkah dan pengampunan pada mereka yang beriman. Yang tak beriman, tentu tak layak mendapatkan pengampunan. Bagaimana pun seseorang melakukan kejahatan, selagi ada iman di hatinya, pasti Allah akan memberi balasan setimpal.”   

Hampir di setiap akhir statement, Ustadz Felix Siauw berujar “Paham ya, teman-teman?”  atau “bisa dipahami sodara-sodara?”
Ini mengingatkan pada sahabat saya yang seorang Cina. Doi juga kalau ngomong begitu, dengan ritme yang  cepat dan bahasa tubuh yang lebih banyak memainkan gerak tangan. Apa memang gaya mereka seperti itu, ya? Hehehe.

Gaya bicara yang  blak-blakan dan tetap santun

Lanjuuuut.

Ustadz Felix Siauw menceritakan dengan gamblang bagaimana beliau memulai kehidupan berumah tangga, sempat menjadi penjual emas. “Ya, emas istri saya jual untuk menambah biaya kuret beliau. Tak lama kemudian, motor istri terpaksa dijual. Tapi alhamdulillah, selang beberapa tahun berikutnya, atas ijin Allah, saya bisa menggantinya bahkan kami mendapatkan yang lebih. Alhamdulillah,” ujarnya penuh keharuan.

Naah, para jomblowan joblowati, jangan khawatir untuk menikah. Kembalikan lagi semua pada NIAT. Kalau niat lurus, insyaAllah semua akan berjalan baik-baik saja. Tinggal tergantung bagaimana kita memaknainya. Jangan pernah takut. Tapi juga jangan nekat. Hehehe... ups!


Ciri khas kenikmatan  dunia ada tiga. 1. Akan berkurang. 2. Ada batasnya. 3. Akan berakhir. Misalkan tentang makan. Mangkuk kedua tak sama nikmatnya dengan mangkuk yang pertama. Kekayaan yang kita miliki pasti akan berakhir kepemilikannya. Intinya, semua adalah FANA. Maka, dengan memahami itu, tibalah saatnya kita HIJRAH. Berubah untuk kembali memahami hakekat HIDUP YANG KEKAL. Alam AKHIRAT.

Ya Allah, saya menarik napas panjang. Mengingat salah. Mengingat khilaf. Dan terutama mengingat dosa yang seumpama air di lautan. Astaghfirrullah...


#YukNgaji

Acara talkshow inspiratif ini sekaligus juga launching program #yukNgaji di Lampung yang diinisiasi oleh Kang Hussein, lelaki keturunan Solo, direktur umum Desainku. Sebelumya komunitas ini sudah ada di beberapa daerah seperti Palembang, Bandung, Jogja, Depok, Bekasi, Bali,  Samarinda dan kota lainnya di tanah air. Kegiatannya apa saja? Monggo atuh cek ricek di akun instagram n kontak no wa-nya, @yukNgaji #yukNgajiId, 087778338887

kang Hussein, jago main gitar juga, looh.

******

Kembali ke niat. HIJRAH. InsyaAllah akan banyak nikmat berkah yang didapat. Semoga acara ini bisa terus berlanjut, melakukan kajian dengan cara yang asyik dan mengena khususnya untuk kaum muda.

Terimakasih Ustadz Felix Siauw yang santun dengan ilmu yang bejibun.
Terimakasih komunitas Yuk Ngaji.
Terimakasih Rektor UBL M. Yusuf Barusman.
Terimakasih untuk adikku sayang, Viny Djamal dan Tante Rahmasita yang sudah berkenan mengajak dan menemani sang #penulisbahagia ini.

Semoga kita mau, bisa dan dikuatkan untuk berHIJRAH. Aamiin...


Usai ceramah, kami menghampiri beliau untuk memberikan buku solo perdana saya,  Cinta Tanpa Syarat.
 
Ustadz Felix Siauw bersama buku Fitri Restiana, Cinta Tanpa Syarat
"Ustadz, bolehkah saya memfoto ustadz memegang buku saya? Sendiri saja?"
"Oh, tentu saja."
Cekrek.. cekreek...

"Ini bukunya untuk ustadz dan Umi. Tolong sampaikan salam untuk beliau."

"Wah, alhamdulillah. Terimakasih, ya, Mbak," balasnya tersenyum sambil mengatupkan tangan.

Sang penulis bahagia riang tak terkira. Alhamdulillah.

MasyaAllah, santun sekali ustadz muda ini. Ada satu kesamaan  antara saya dan beliau walau enggak mirip-mirip  amat,yaitu mata yang sipit. Jadi kalau lagi ketawa, orang-orang bisa ngabur enggak ketahuan, hihihi.  *maksadotcom
 
Peserta yang membludak.MasyaAllah!
 
Catatan.
Ustadz Felix Siauw juga memberi ceramah di Mesjid Villa Citra dan Al Hikmah dengan tema tentang Al Quds. Sayang saya tak bisa menghadiri dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu. J


Salam,

Fitri Restiana/ ( fr )
Facebook Fitri Restiana
Instagram Fitri_restiana
Twitter @Fitri_restiana

4 komentar:

  1. Termasuk salah satu ustadz yang saya sukai, sekalipun muallaf, tapi keilmuan dan keistiqomahan beliau dalam jalan dakwah patut diacungi jempol, semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan ilmu yang disampaikan oleh ustad Felix Siauw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Kak Mail. Ilmunya luas dan tajam. Tetap santun dan rendah hati. Semoga kita juga mendapat berkah, ya. aamiin.

      Delete
  2. Waahh, tulisannya asyik buat dibaca Uni. Ditata apik, jadi meski panjang gak bosenin. Saya termasuk yang seneng liat kesadaran beragama di berbagai lapisan masyarakat semakin baik. Salah satunya dengan hadirnya Ustadz Felix Siau ini. Pernah baca bukunya "Beyond the Inspiration" yang sarat motivasi. Semoga kapan2 bisa menghadiri kajian beliau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. TErimakasih, Kak Arif Budiman. Kesadaran beragama memang wajib ditumbuhkan, ya. Biar pemahaman kita semakin matang dan tajam. Terimakasih sudah berkunjung, :)

      Delete