Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi. Fitri Restiana dan Watiek Ideo







 Behind The Scene Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi

Diajak duet oleh penulis terkenal yang sudah menghasilkan ratusan buku anak itu rasanya.... hmmm, luaar biasa! Alhamdulillah bangeeet. Btw, kok bisa, sih? Bagaimana ceritanya?


Jadi begini, Temans.
Di awal tahun 2014, saya bergabung dengan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) atas info dari seorang sahabat semasa kuliah, Mutia Erlisa Karamoy namanya (beliau dikenal sebagai ghostwriter dan blogger keren) Naah, di IIDN yang merupakan komunitas besutan Teh Indari Mastuti ini, saya aktif menyimak ilmu terutama yang berhubungan dengan dunia kepenulisan. Langkah konkret pertama adalah ikut Kelas Menulis Artikel. Di kelas ini kita dipandu bagaimana cara menulis artikel yang cantik, informatif dan menarik. Alhamdulilah saya adalah peserta pertama yang tulisannya tembus headline Kompasiana waktu itu. Ucapan selamat yang datang bertubi-tubi membuat semangat menulis saya yang dulu pernah berkobar (hingga tembus di beberapa media) di tahun 2000-an, lalu susut beberapa belas tahun berikutnya, akhirnya berkobar lagi. Uhuuk...

Lalu suatu saat,  Koordinator (FarahYuanita) mengundang Mbak Watiek Ideo, sang penulis yang terkenal dengan buku2 cerita anak berkualitas masuk ke dalam kelas (online)  untuk sharing ilmu.. Saat itu peserta diminta memberikan satu contoh tulisan, tapi saya ‘mbandel’, saya mengirimkan tiga atau empat. Hahahaha....



Hingga Mbak Watiek memberi masukan, lalu berkenan mengajak saya duet. MasyaAllah. Sampe loncat-loncat sayanyaaah J

Awal mula Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi

Naah, proses penulisan ini yang luar biasa. Saling memberi saran, koreksi, ketawa-ketawa, dan.... menuangkan banyak ide (yang terkadang kudu searching  ke Kak Gugel juga, looh).  See, betapa seriusnya kamiiii...


Sabar menanti selama 20 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk kehadiran sebuah buku. Berjalan-pelan dan sangat hati-hati. Terkadang sesekali menangis manakala ide-ide yang ada di kepala sulit sekali untuk dieksekusi. Tapi sering pula saya tertawa menyadari bahwa sejatinya bahagia itu selalu datang menghampiri. Entah dari mana asalnya.


Saya berusaha dengan tekun bersahabat dengan PEMBELAJARAN.

Belajar bahwa ilmu itu amat sangat luas untuk dipahami, Ide itu teramat banyak untuk dituliskan, dan niat itu sungguh kuat untuk diterjemahkan ke dalam sebentuk cerita.

Persembahan dari kami, saya dan Mbak Watiek Ideo, Buku Cerita Anak ‘ Aku Cerdas Mengelola Emosi’.  Sebuah buku yang hadir melalui perbincangan dan telaah banyak sisi. Memahamkan pada anak juga orangtua, bagaimana emosi itu sebaiknya  dikelola.

Watiek Ideo

Anak marah, itu biasa.
Kesal, wajar saja.
Ngambek, hmm, diamkan sementara.

Yang tak biasa dan tak wajar adalah manakala kita, orangtuanya berkeras hati untuk tak mau berinteraksi, terlebih menggunakan kekerasan verbal atau fisik yang bisa melukai perasaannya. (Yang terkadang tanpa kita sadari, kita sering melakukannya, hiks).

Ada sepuluh judul dalam Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi (tebal 146 hal)  ini.

1.     Roti Kesukaan Sisi (Marah) oleh Fitri Restiana

2.     Lomba Busana (Kecewa) oleh Fitri Restiana

3.     Boneka Bersama (Serakah) oleh Fitri Restiana

4.     Sakit Gigi (Takut) oleh Watiek Ideo

5.     Jajanan Lezat (Menahan diri) oleh Fitri Restiana

6.     Kado untuk Ibu (Menerima keadaan) oleh Watiek Ideo

7.     Krisan Kiki (Bersabar) oleh Watiek Ideo

8.     Bermain di Taman Kota (Cemas) oleh Watiek Ideo

9.     Barang Baru (Iri Hati) oleh Watiek Ideo

10.      Ketika Ayah Pergi (Sedih) oleh Watiek Ideo


Launching Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi di Gramedia Tanjungkarang

Roti Kesukaan Sisi
Cerita ini terinspirasi oleh kisah setengah nyata keponakan saya, Sisi namanya. Seorang gadis yang pintar, berkulit putih tapi hobby ngambek, hihihi (maaf, ya, Kakak. Teta terpaksa buka kartu, ups, :) ). Kalau penyebab sebenarnya sih bukan karena roti, tapi kejadian dia terkurung di dalam kamar memang kisah nyata. Oh iya, kata bundanya, abis baca buku ini kakak nggak mau banting-banting pintu lagi. Alhamdulillah. Ngambeknya? Masiihh, dooong. Xixixixixi..

Iqraila Arsy ( Sisi )

Lomba Busana
Ini hasil kolaborasi rekayasa pemikiran dan kisah nyata saya sewaktu kecil. Tapi nggak seheboh ini sih sampe pake daun-daun segala. Dulu saya mah dibuatin kostum lomba nari pake tapi rafia warna merah yang dibikin rumbai-rumbai. Kakak perempuan saya (Uni Venny) terlibat maksimal, looh. Hihihi. Big thanks, my lovely sister :)


Boneka Bersama, Sakit Gigi dan Jajanan Sehat adalah tiga cerita saya murni berdasarkan imajinasi dan membaca buku plus lihat-lihat anak-anak tetangga.
Intnya mah saya harus tenggelam ke dalam dunia mereka. Itu....!


Cerita keenam sampai kesepuluh ditulis oleh Mbak Watiek Ideo, penulis favorit saya sekaligus rekan duet. Bersama beliau,  saya belajar lebih percaya diri, bagaimana berikap rendah hati dan siap menerima cubitan sayang, hihihi (maklum, saya kan pemula).    
Bersama para penulis Lampung. Naqiyyah S, Izzah Annisa, Tri Lego

Krisan Kiki
Ini berkisah tentang Kiki yang tak sabar ingin melihat bunganya cepat tumbuh dan besar. Dia menyiramnya di pagi, siang, sore, malam, begitu terus sepanjang hari Hingga akhirnya, bunganya busuk dan mati.



Ketika Ayah Pergi
Diangkat dari kisah nyata seorang sahabat yang harus merelakan suaminya berpulang akibat kecelakaan ketika mengantar anak-anak sekolah. Semoga engkau kuat, Dear...





Terimakasih sangat kepada seluruh sahabat. Terutama BIP dan para ilustrator keren dan ketjeh yang sudah mendesain sehingganya Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi ini disuka dan dicinta. InsyaAllah.

Doakan lahir buku-buu kami selanjutnya, yaa.


Salam,
Fitri Restiana
Penulis Bahagia


Bersama suami, Kurniadi

Bersama kakak sekaligus ibu, Uni Venny Gustien
my boy : Tegar Arung Nusantara

0 komentar:

Post a Comment