Cegah Hepatitis, Jangan Tunggu Sampai Kronis!



Minggu yang cerah di 30 Juli 2017.

Sinergi Kemenkes RI dan Tapis Blogger

Sedari subuh saya sudah harus mempersiapkan anak bujang untuk tampil di acara Pencanangan Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan atau Safety for Humanity oleh Ditlantas Polda Lampung dan Polresta Balam di Tugu Adipura. Tadinya sih mau ikutan nonton, tapi waktunya mepet banget dengan acara di Hotel Asoka. “It’s oke, Nda. Ini hanya tampil biasa, kok, bukan perlombaan. Bunda ke acara Bunda aja,” ujarnya santai. Fix. “Bismillah. Semoga kegiatan kita semua hari ini berkah, ya,” sahut saya sambil mengepalkan tangan. Biar kesannya bersemangat gituuh, xixixixi...
Patroli Keamanan Sekolah dan Polisi Cilik bersama Irjen Ike Erwin.
 Rencana bapak dan Arung untuk menonton Pandu gagal total. Doi ternyata baru bangun nyaris jam setengah 9. “Dedek mager, Nda,” jawabnya via wa. Yo weslah. Jadilah mereka berduaan saja di rumah, sementara emak dan si bujang melanglang buana..
 
Patroli Kemanan Sekolah
Hari ini saya dan 29 teman Tapis Blogger diundang oleh Kementerian Kesehatan RI untuk menghadiri acara Temu Blogger dalam rangka Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-8  dengan tema “Eliminasi Hepatitis Menuju Keluarga Sehat, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa” di Hotel Asoka.  Saya datang agak terlambat gegara gagal janjian dengan Mbak Naqiyyah Syam dan sempat nyasar pula. Isshh...
Hotel Asoka, Jl. Jagabaya III, Bandarlampung

 Agak setengah berlari menuju ruang meeting dan langsung disambut wajah ceria para blogger dan panitia. “Ini goodie bag-nya, Mbak. Silahkan baju kaosnya langsung dipakai.” Wiih, untung saya pake kostum santai, coba kalau pake gamis resmi, apa nggak nubruk-nubruk tuh tampilan, hihihi. Beruntungnya kami, isi goodie bag nya keren. Selain baju kaos, topi, notes, tempat pinsil, ada satu yang mengingatkan saya pada Abah Nuh (Adian Saputra, pemred http://www.jejamo.com/), sebuah payung! Kok bisa? Iyalaah, hanya saya, Bang Yoppie, Kak Rangga, Mbak Naqqiyah dan Allah saja yang tahu ceritanya saat kami memenuhi undangan acara pressconference Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia di Hotel Novotel. Big thanks, ya, Broo. Aku jadi punya dua payung ketjeh, nih..
 
Goodie bag-nya keren :)

Oke, balik lagi ke acara Kemenkes RI.

Temu blogger ini merupakan salah satu rangkaian acara puncak Peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang ditetapkan setiap tanggal 28 Juli, (tanggal kelahiran Baruch Samuel Bloomberrg, penemu virus Hepatitis B), dipandu oleh seorang perempuan berkacamata, Mbak Giri namanya. Selain berharap kami bisa menyimak materi dengan baik, beliau juga meminta agar para blogger aktif  melakukan live tweet. Tentu saja kami bersedia. Sebab kami menyadari betul pentingnya pengetahuan mengenai hepatitis demi agar banyak orang teredukasi dan bisa mencegah serangan salah satu penyakit berbahaya dan mematikan ini. Jadilah selama acara berlangsung jari –jemari kami bergerak lincah plus wajib bermanis manja dengan kata cetar, #EliminasiHepatitis dan @KemenkesRI. 



Tepat pukul 08.30 wib, dua pemateri dari Kemenkes, dr. Wiendra Wororuntu dan dr. Rhino Ghani bergantian memaparkan slide dan menjawab pertanyaan para blogger.

Oh iya, di saat yang bersamaan, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H. Mohamad Subuh mencanangkan komitmen Eliminasi Penularan Hepatitis B dari ibu ke anak tahun 2020 di Lapangan PKOR Way Halim, Bandarlampung di acara senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hepatitis Sedunia.


Hepatitis, pahami gejalanya

Hepatitis adalah peradangan sel-sel atau organ hati yang disebabkan oleh bakteri, virus, proses autoimun, obat-obatan, perlemakan, alkohol dan zat berbahaya lainnya. Sedangkan hati atau liver adalah organ tubuh yang berfungsi mengatur metabolisme, membuat protein, menyimpan vitamin dan zat besi, mengeluarkan racun dan memproduksi empedu. Maka jika hati tak berfungsi dengan baik, dapat dipastikan akan terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh sehingga mengakibatkan penyakit serius bahkan kematian. 

Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang kelima jenis Hepatitis, yuk kita pelajari satu persatu.

1.     Hepatitis A
Suatu penyakit infeksi organ hati, penularannya melalui makanan/minuman yang tercemar  VHA yang berasal dari tinja penderita. Hepatitis A bersifat self limiting  (sembuh sendiri) dan tidak menjadi kronis. Namun walau demikian, tetap saja harus dicegah sedini  mungkin dengan cara memasak makanan dan minuman sampai matang,  membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pemberian imunisasi Hepatitis A.
Gejala yang dialami penderita antara lain : demam, lesu, nafsu makan rendah, mual, nyeri pada perut bagian kanan atas, air seni berwarna seperti teh dan  ikterus (warna kekuningan pada mata dan kulit).




2.     Hepatitis B
Penyakit hati yang disebabkan virus Hepatitis B, bersifat akut dan kronik. Ditularkan melalui darah, sperma, air iur dan cairan otak. 
Kelompok yang lebih beresiko terkena peyakit ini adalah  bayi dari ibu penderita Hepatitis B, mereka yang bekerja dengan darah dan produk darah, pengguna jarum suntuk tidak steril, pengguna tattoo, tindik, pisau cukur, pasangan homosex, sering berganti pasangan.  Maka cara pencegahannya adalah menghindari berperilaku seperti itu dan imunisasi segera setelah bayi lahir (sebelum 12 jam), lanjutkan 3 dosis pada usia 2, 3 dan 4 bulan.
Gejala penderita Hepatitis B hampir sama dengan Hepatitis A, namun banyak yang terlambat mengetahuinya. Bisa jadi karena menganggap remeh, atau juga karena tak tahu. 

3.       Hepatitis C
Menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.
Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.
Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C.

4.     Hepatitis D (Virus Delta)


Adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.

Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).
Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.

5.     Hepatitis E
Hampir mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.
Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.


Naah, setelah sesi tanya jawab yang disertai pembagian hadiah bagi yang bertanya (kurleb 9 orang), datang  paling awal (Tri Sujarwo) dan pemenang live tweet dengan 150 cuitan dan membawa powerbank plus tas keren (Hermawan), panitia mempersilahkan kami memakai ruangan sampai kira-kira pukul 12.30 wib.  Sambil makan siang, kami pun  sepakat ngobrol cantik rencana Milad Tapis Blogger kesatu. 



Hasil dari kerja keras para jemari kami adalah berhasilnya #EliminasiHepatitis menjadi trending topic. Lumayaaan, 1400-an cuitan, Brooh... Luaarr biasyaa..

Nge-twit sampe ribuan cuitan. :)

Ahmhamdulilah. 
Satu masukan dari saya adalah agar jika Kemenkes RI mengadakan kegiatan lagi, kiranya bisa memaksimalkan waktu dan fasilitas yang tersedia. Jujur saja, waktu 3 jam saya pikir sangat kurang untuk meninba ilmu khususnya tentang hepatitis. 


Btw, semoga secuil yang kami kerjakan ini menjadi langkah awal pembelajaran bahwa mengedukasi diri sendiri dan orang lain itu harus dimulai sedini mungkin, apalagi yang berhubungan dengan kesehatan. Berpola hidup bersih dan aman merupakan syarat penting demi hidup yang lebih sehat, bermartabat dan bermanfaat. InsyaAllah.



Terimakasih Kemenkes RI, Hotel Asoka  dan Tapis Blogger yang super.

Sumber foto : koleksi pribadi, anggota  Tapis Blogger, Kemenkes RI 

#LampungBersinergi
#penulisbahagia
#tapisblogger










1 komentar:

  1. seru ya , dan dapat ilmu lagi. iya hepatitis ini memang berbahaya , makanya kita hrs tahu seluk beluk tentangnya

    ReplyDelete