Tapis, Bikin Jatuh Cinta Berlapis-lapis



Tapis, Bikin Jatuh Cinta Berlapis-lapis

                                                                          

Sabtu, 26 Februari 2017.
Sudah siap berangkat ke Tapis Evolution ketika jarum jam menunjuk ke angka 13.30 wib. Tapi apa mau dikata, makin lama hujan kian menderas. Saya yang sudah berkostum Tapis, terpaksa menunda dan akhirnya memutuskan... foto-foto saja, hehehe. Dilala keponakan ketjeh, Rahmanika Fauzia Ayassi memang sudah siap dan semangat. Terimakasih ya, Sayaang... J.



Minggu, 27 Februari 2017.
Menjelang dzuhur, saya meluncur ke rumah Umi Nur Aini, owner Thasya Busana, salah satu butik yang menyiapkan gamis dan perlengkapan muslimah di Lampung. Beliau meminta saya memakai kostum gamis tapis di perhelatan Tapis Evolution kali ini. Baiklah, apa sih yang enggak untuk kamu, Mi... Lagipula, emang gamisnya keren plus ketjeh berat. Jelas senang dan bangga doong bisa dikasih kesempatan memakai dan memperkenalkannya di ajang seru ini.


Setelah fitting dan ngobrol cantik, kami berangkat. (Saya, Umi Nur dan Habibah, seorang  teman yang lama tak bersua, sekali bersua sudah menjadi penjahit profesional Keren, yaa... alhamdulillah J) Seperti biasa, saya yang mengikuti dari belakang. Secara 99,99 persen dijamin bakal nyasar kalau pergi sendirian, hihihi...


Perjalanan yang cukup panas dan membuat bedak sedikit luntur, tak menyurutkan semangat kami untuk sampai di Lapangan Gubernuran. Setidaknya ada kurang lebih 27 stan tapis yang mengikuti perhelatan ini. Gubernur Lampung,  M. Ridho Ficardo berharap  melalui kegiatan ini tapis akan tumbuh dan berkembang menjadi sumber ide dan bisa menjadi usaha kreatif masyarakat.


Kami berkeliling dari satu stan ke stan lainnya diiringi cuaca yang mulai teduh dan musik yang terkadang cetar sesekali melow. Cukup nyaman. Ditambah lagi dengan bertebarannya motif tapis, benar-benar memanjakan mata. 



Tidak saja kain tapis murni yang dipamerkan dan dijual, tetapi juga ada gantungan kunci, syal, sepatu, topi, baju, gamis, hiasan dinding, bahkan sendal dengan motif tapis. Berhubung memang cantik dan butuh, kami pun menyomot 6 pasang sekaligus. Pas mau bayar, si Umi bilang kalem, “Biar aku aja.” Duh, tau gitu mah kami ngambil yang lain juga. Syal atau apa tah yang agak mahalan, hehehe... kidding, Btw, makasih ya, Umi Nur, kamu baiik, deeh.. J


Saya, jujur saja terpana dengan aneka motif dan kerajinan tangan dari para pengrajin. Sebenarnya mau banyak tanya, tapi suara saya tenggelam dalam lautan dalam, eh dalam keramaian dan musik yang cukup hingar bingar.  Jadinya hanya bisa foto-foto –berusaha- cantik aja. Sesekali nanya sih, tapi tak maksimal, hiks...


Selagi berkeliling, kami berjumpa dengan Ketua #Tapis Blogger, Mbak Naqiyyah Syam juga Kak Rangga Aradea (info_bdl sekaligus member Tapis Blogger).


Oh iya, mungkin karena tak banyak yang memakai kostum tapis, kami termasuk golongan yang cukup mendapat lirikan, hehehe. Manapula sang owner bawa-bawa kamera segala. Kesannya gimana gituh. Akhirnya ada soorang ibu yang minta berfoto dan salah satu jurnalis dari Unila mewawancarai kami, khususnya Tapis Blogger. Lumayan, menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan diri.



Tapis Evolution merupakan perhelatan penting demi memperkenalkan budaya Lampung kepada banyak pihak, terutama generasi muda. Tidak saja kain tapis dan pernak-perniknya, event yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Lampung dengan menggaet Lampung Segalow menjadi EO-nya dan beberapa media partner ini juga menampilkan produk-produk khas Lampung, seperti kopi dan aneka keripik. Dengan menyediakan beberapa lahan duduk, pengunjung bisa bersantai sambil menikmati secangkir kopi robusta yang menggoda. Hmm...


Event dengan tema “Lampung Sai Bumi, Laut, Langit Ruwa Jurai ini” ditutup oleh Sekretaris Daerah Propinsi Lampung, Sutono. Menurutnya, melalui semangat pelestarian budaya, kita harus  membangun kebersamaan sebagai masyarakat Lampung yang bersatu. http://www.jejamo.com/buka-stan-tapis-evolution-dekranasda-pesawaran-raup-untung-lumayan.html

Tepat pukul 15.00 wib kami bergeser ke #BaksoKotak yang ownernya adalah teman dari Umi Nur aini, Mbak Mala.  Alhamdulillah, berkah teman solehah. Kami pun semangat menyantap seporsi bakso yang super nyammy dan jus cappucino dan alpukat yang segaar.... J



Tuntas sudah acara kami hari ini. Tiga emaks harus segera pulang demi bersua para pujaan hati.

Semoga, tapis menjadi salah satu acuan yang membuat cinta kita semakin berlapis-lapis ke kamu, Sang Lampung, sai bumi ruwa jurai... :)

#TapisBlogger
#AlkisahFitriRestiana
#TapisLampung
#PenulisLampung

2 komentar:

  1. Berharap banget Tapis Evolution menjadi acara rutin tahunan ya biar makin kece deh

    ReplyDelete