Penjelajahan Awal Para Penulis Sumatera



Penjelajahan Awal Para Penulis  Sumatera
Kemdikbud 2017


Kami bersinergi membangun literasi! :)

6-8 Maret 2017, saya, Mbak Izzah dan Kak Suwanda berangkat ke Bekasi setelah dinyatakan lulus seleksi Pembekalan Teknis Seri Pengenalan Budaya Kepercayaan dan Tradisi oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Kemdikbud. Alhamdulillah... (Terimakasih info cantik n supportnya, Mbak Watiek Ideo, Mbak Sayyidah dan Kang Ali Muakhir)
Ini adalah perjalanan keluar kota pertama saya meninggalkan anak-anak tanpa kedua orangtuanya. Mulanya agak galau, karena dua hari sebelum keberangkatan, Pak Suami juga kudu meluncur ke Aceh. Tapi alhamdulillah setelah melewati perjuangan panjang dan mengharu biru, kedua bujang akhirnya bersepakat mengijinkan emaknya menyeruput ilmu di pulau seberang, hehehe. “Enggak apa, Bunda. Ini kesempatan,” ujar si sulung belajar bijak. “Bunda boleh pergi, tapi nanti pulang beliin sepatu dan bola futsal, yaa,” rajuk si bungsu. Hmm, baiklah. Jadilah mereka saya titipkan ke kakak-kakak saya yang super baik hati. Terimakasih ya, Uni Venny Gustien, Ayah Hatta, Daying n Atin. Juga Muda Yati, Pak Inggi, Uni Ayas, Cik Memey, Kak Sisi dan semua keluarga yang mensupport sepenuh hati. Love u all, J

Bandara Raden Inten

Kami diantar Atin ke bandara. Ternyata Kak Suwanda sudah duduk manis menantikan kami. Sempat panik karena ketika boarding-pass, ktp saya terjatuh dan nyaris raib! Beberapa menit sebelum take off, seorang petugas bandara yang ramah dan cantik mendatangi, “Mbak Fitri Maaf, ini kptnya terjatuh.” Fhiiuh. Terimakasih, Kakak... (Ceroboh kali, kau, Fifi! J )



Menyaksikan pemandangan dari atas, memaksa imajinasi menari-nari. Ini salah satu hasilnya.

Berada sejajar dengan awan

Awan          : Kamu tak lelah terbang setinggi ini hanya untuk menemuiku?
Elang          : Lelah? Terkadang iya. Tapi aku ingin sekali bertemu dan bercerita banyak hal denganmu. Oh iya, ini, aku membawakan sekuntum mawar. Cantik, bukan?
Awan          : Cantik sekali...dan harum. Tapi kamu harus membawanya turun ke bumi.
Elang : Kenapa? Kamu tak suka?
Awan          : Aku selalu suka jika itu darimu. Sungguh. Tapi apakah kamu lupa, Elang? Aku hanya bisa dilihat dan melihat. Tanpa bisa diraih atau meraih. Dengan mawar yang kamu beri, aku hanya mampu menatap dan menghirup aromanya. Begitu pun dengan aku dan kamu. Tak akan pernah bisa bersatu. Bagaimana pun kita mencobanya..

Elang menarik napas panjang. Sementara sang awan beranjak pergi lalu menghilang. Dua makhluk harus merasakan luka, sedih dan bahagia secara bersamaan...

#GarudaAirlines
#BaperProporsional
#BeradaSejajarDenganAwan

***

40 menit mensyukuri dan menikmati ciptaan Allah dari balik awan, sang garuda landing dengan mulus di Bandara Sokarno-Hatta. Jakarta, we are coming.....! J Kami pun langsung meluncur ke Bekasi setelah menunggu bus cukup lama dan bertemu dengan teman-teman dari Padang dan Riau.
Kami, semangat menyeruput ilmu :)

 Melewati beruas tol, salah satunya Slipi-Bekasi. Aah, jadi teringat waktu jadi kroco mumet di DPR RI. Jadi kangen n melow, dweeh.. :) 
Melewati kantor DPR RI. Begitubanyak kenangan yang menari-nari


Sekitar pukul 15.15 wib, kami sampai di Hotel Amaroossa Grande, salah satu hotel mewah yang sangat strategis, tepat di tengah kota, dan berdekatan dengan beberapa mall.
View dari lantai 11.05

Tapi apa mau dikata, setibanya di hotel jatah makan siang sudah closing, hiks. Jadilah akhirnya kami DO ke KFC. Hanya butuh 20 menit menahan lapar. Kami pun menyantapnya penuh semangat.
Menembus batas. uhuk.. :)
Saya dan Mbak Izzah menempati kamar di lantai 11, tepatnya 11.05. View seberang kamar agak terang karena ada jendela panjang. Kamar dengan dua ranjang berseprei putih dan list hitam  ini terasa nyamaan banget, apalagi lampunya kuning temaram. Kesannya romantis gitu. Jadi ingat sama seseorang yang lagi di Aceh, eh...  J 


Mupeng, kaaan.. :)

Melongokkan kepala melalui jendela seluas satu sisi penuh, kita akan mendapati pemandangan beberapa gedung tinggi mewah dan ratusan rumah yang terlihat seperti segerombolan semut. Di pojok sebelah kiri, satu set meja rias tampil elegan dan keren banget untuk foto-foto, hehehe. Pokoknya eyecatching dan comfortable, deh. I love it!
Foto-foto sambil ngaca n nulis

Setelah mandi, menerima tamu Mbak Izzah, bertemu dengan Mbak Nurhayati Pujiastuti dan makan malam, tepat pukul 19.40 wib pembukaan Pembekalan Teknis Seri Pengenalan Budaya Kepercayaan dan Tradisi dimulai. 18 peserta dari Aceh, Riau, Padang, Bangka, Bengkulu, Kepri dan Lampung saling berkenalan dan wajib berkolaborasi demi kelak menghasilkan tulisan yang mumpuni. InsyaAllah.

Ibu Dra. Sri Hartini,  Dr. Sofie dan Bapak Sri Guritno
Materi pertama adalah “Menulis Cerita Anak Berlatar Budaya”, disampaikan oleh seorang pakar kepenulisan cerita anak, Dr. Sofie Dewayani, MA. perempuan manis berkacamata yang sangat ramah. Saya sempat tak percaya kalau beliau sudah bergelar Doktor. Secara keliatan masih muda dan gayanya ngomongnya itu looh, asyik banget...  Materi hampir tiga jam tak berasa. Soalnya selain emang bahasannya keren, Mbak Sofie juga menuturkannya dengan sesekali pertanyaan dan guyonan ringan. 
Menurutnya, alasan dan tujuan menulis cerita berlatar budaya adalah demi meluaskan imajinasi, menambah kesadaran multikultural, jendela untuk memahami dunia orang lain, menambah perbendaharaan informasi dan kosakata, juga bisa menjadi cermin untuk diri sendiri. Beliau juga dengan sabar dan tekun mendengarkan outline yang kami ajukan dan memberi masukan. Senangnyaa! Tepat pukul 22.40 wib, sesi pertama selesai sudah. Kami berfoto lalu bersiap merebahkan diri di atas kasur yang empuk. Hooaaam..
Salah satu keseruan

Selasa, 7 Maret 2017

Pagi yang ceraaaah. Kami benar-benar menikmati proses pembelajaran ini. Di samping panitianya yang sigap dan cekatan, kami juga dimanja dengan fasilitas super lengkap, looh. Tas ransel, perlengkapan coret-coret, materi print out, bahkan soft copynya juga boleh diminta. Mbak Rani yang paling ngetop dan ngehits, tak henti-hentinya memberi kami semangat. Duuh, kami jadi terharu sangat.
Menu sarapan yang... nyammyyy....
Setelah sarapan disertai foto-foto cantik tentunya, kami mengosongkan mangkok pikiran untuk diisi dengan banyak ilmu lagi. Pagi ini materi “Perilaku Membaca pada Anak-Anak” akan disampaikan oleh Mbak Dwi Retno Aryanti, S.Psi., Psikolog. Sama seperti semalam, Mbak Retno orangnya asyiiiik banget. Sempet kami kira beliau adalah peserta karena dari hari pertama aktif menyimak kegiatan. Hihihi, jadi malu deh. Huum, mungkin beliau ingin mendalami karakter kami, para peserta dari tanah Sumatera yang selalu bergembira ini, hehehe. 
Dr. Dwi Retno
Menurut Mbak Retno, ketertarikan awal seorang anak pada buku adalah terletak pada isi cerita dan atau bagian awal buku. Bagaimana anak menemukan *WOW FACTOR* merupakan syarat penting agar anak mau dan antusias meneruskan membaca buku. Oleh karena itu, tugas seorang penulislah meracik agar tulisan atau bukunya mampu ‘menyihir’ target pembaca, khususnya anak-anak.  Dan untuk pembaca usia 11+, penulis wajib memahami bahwa mereka sudah mampu mengkombinasikan dan mengklasifikasikan ide-ide menjadi sebuah pemikiran yang kompleks.

Lanjut materi ketiga dari Bapak Supriyatno, S.D, MA, Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau memaparkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam menulis sebuah buku. Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penulisannya antara lain :
1.     Bahasa yang sederhana, lugas dan mudah dipahami
2.     Sesuai dengan tahap perkembangan siswa (komunikatif)
3.     Memgikuti aturan kebahasaan yang baik dan benar
4.     Peristilahan yang sesuai dengan konsep yang menjadi pokok bahasan
5.     Adanya penjelasan untuk peristilahan yang sulit atau tidak umum

Dengan demikian, beliau berharap akan terbit buku-buku berkualitas dari para penulis Indonesia. 
Ki-ka : Mbak Tethy, Mba  Dwi Retno, Bpk. Supriyatno
 Setelah break sekitar 20 menit, materi dilanjutkan oleh Mbak Tethy Ezokanzo, seorang penulis buku anak yang jumlahnya sudah ratusan, yang ternyata tak mengenal deadline dan nyaris menghabiskan waktu 5 jam sehari untuk ‘leyeh2’, xixiixi (bayangkan Pemirsah. Leyeh2nya beliau produktif banget. Lah kita? Eh, lah saya? Wkwkwkwk miris, dah). Beliau memaparkan dengan singkat dan padat tentang bagaimana “Menulis Buku Anak yang Bagus dan Tepat Sasaran”. Menurut perempuan  ramah dan seru ini, yang disebut buku bagus adalah yang memiliki daya pikat, daya hibur dan daya ubah. Kalau Mbak Retno mengatakan harus ada WOW FACTOR, maka Mbak Tethy menamakannya AHA EFFECT, yaitu bagaimana pembaca terpesona dengan sebuah buku. Baik dari segi perwajahan,  halaman pertama, ide cerita, dan seterusnya. 

Salam literasi!
Oke, perbincangan seru kudu segera disudahi. Karena walaupun masih semangat 45, para peserta harus bertemu dengan nasi beserta teman-temannya demi memenuhi panggilan nurani, eh perut n kepala ding. J.Santap siang terasa semakin nikmat manakala sudah terjalin ikatan yang akrab dan erat sesama peserta juga panitia, malah dengan pemateri. Keren kali kaaan..

Sesi kelima dimulai agak telat sedikit, pukul 13.15. Bisa dimaklumi karena tadi peserta ‘khilaf’ mau terus menyeruput ilmu dari Mbak Tethy dan Mbak Retno, xixixxi. Oke, materi kali ini disampaikan secara panel oleh Dr. Semiarto Aji Purwanto (dosen antropologi Universitas Indonesia), Pradikha Bestari (editor Gramedia) dan Dwi P (ilustator dari Innerchild Studio).  Intinya, dalam penulisan Seri Pengenalan Budaya Nusantara nanti, para penulis dituntut bekerja keras demi menciptakan buku berkualitas. Banyak yang harus dipelajari dengan mengutamakan kearifan lokal. Panca, sebagai tokoh utama harus bisa mensikapi semua pengalaman dan petualangannya di beberapa pulau di Sumatera nanti.
Ki-ka : Bpk. Aji, Mbak Pradikha, Mas Dwi
O iya, saya jadi kenal dengan Mbak Pradikha, editor dari Gramedia yang lucu dan bersahabat. Mau minta foto berdua tapi saya pan orangnya pemalu, (jangan ada yang protes, :). Juga dengan Kak Dwi P.  Rupaya beliau dari Innerchild studio, kumpulan para ilustrator yang beberapa di antaranya bekerjasama dengan saya dan Mbak Watiek menggarap buku #AkuCerdasMengelolaEmosi, #AkuCerdasMengeloalaUang, #AkuCerdasMengelolaWaktu dan #PrincessMuslimah3. Senangnyaa.. :) Kata ketiga pakar tersebut, gambar yang enak dilihat dengan susunan kata yang tak menggurui adalah salah satu syarat agar buku cerita anak digemari.  Bener bangeet. Jadi tambah semangat menggarap tulisan, nih.. 

Menjelang magrib, Mbak Debby Lukito berbagi cerita tentang bagaimana perjuangan beliau menulis cerita tentang Kebo Iwo. Sayang, waktunya sebentar sekali, padahal ada banyak yang mau kami tanyakan. Btw, terimakasih kacang disco-nya ya, Mbak. Kebagian semua eeuy... :)

Mbak Debby Lukito. Terimakasih sharing dan kacang disco-nya, ya, Mbak :)
Tepat pukul 20.30 wib, acara ditutup oleh Bapak Drs. Sri Guritno (moderator) mewakili Ibu Dra. Sri Hartini, M.Si (Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi). Alhamdulillah. Setelah menandatangani kontrak kerja penulisan buku Seri Pengenalan Budaya Nusantara, tak lupa kami foto-foto heboh. Kesempatan euuuy...


Sebagian teman-teman menghabiskan waktu mampir ke mall yang isinya nyaris sudah pada mau tutup. Ada yang nyasar. Ada yang menikmati gerimis dari balik jendela. Ada yang cekikikan jahil setengah berhasil. Ada yang ketakutan karena berpikir ditinggal sendiri. Hihihi.. yang pasti mah, ada keakraban di simpang perpisahan. Hiks...

 Baiklah. Malam hari kami berkemas sambil memasukkan oleh-oleh dari Padang kiriman Uni Novia. Makasih yo, Uni. Ecaknya mau begadang dengan Mbak Izzah. Tapi pada kenyataannya, ketika saya mengirim email biodata via notebook ke Perpustakaan Nasional untuk mengisi bedah buku kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di tanggal 13 Maret 2017,  Mbak Izzah sudah berbalik badan dan zzzzz... bobok cantik. Ealaaa...Neng.. neng..
Malam yang sedikit sendu

Rabu. 8 Maret 2017
Kami bangun kesiangan. Hulalaaa... Lari-lari deh. Sarapan n say goodbye ke temen-temen juga beberapa panitia. 
Bersama Kak Ipit dan Uni Novia
Alhamdulillah.
Terimakasih pada semua panitia yang sudah bekerja keras sehingga acara ini berjalan seperti yang diharapkan. Pak Sri Guritno, Mbak Rani, Mas Danu, Mas Arif, Mas fotographer dan dua orang ibu ramah penerima tamu.
Terimakasih pada para pemateri yang ketjeh n kerennya luaar biasyaah.
Terimakasih pada semua teman sesama peserta yang santun, baik budi dan sangaaaat menyenangkan. Semoga kita dimampukan mengerjakan tugas dengan baik dan benar, yaa. Aamiin.

Terimakasih pada semua teman-teman di Forum Penulis Bacaan Anak (FPBA)
Terimakasih juga kepada Garuda Airlines dan Hotel Amaroossa Grande.
Terimakasih pada Pak Supir yang sudah mengantar kami pergi dan pulang.
Terimakasih pada keluarga besar dan para sahabat.

Sungguh, bagi kami ini adalah pengalaman yang luar biasa berharga. Bangga sekali bisa ikut berkolaborasi dan terlibat dalam pembuatan buku Seri Pengenalan Budaya Nusantara bersama Kemendikbud ini. InsyaAllah kami akan berjuang semampu yang kami bisa. 

Di bandara Soeta, sang ibu sedang asyik membatik
Satu foto terupload di bandara,  hehehe

Sekalian foto endorse #TapisLampung, yaa :)

Me and Tapis, taken by Izzah Annisa.
Thanks a lot, yaa, :)

#PenulisLampung

#AlkisahFitriRestiana
#TapisBlogger
#TapisLampung
#BatikLampung
#ThasyaBusana


14 komentar:

  1. Foto bareng tapisnya kece bana bana badai, ya. Siapa itu kira2 yang motoin? Mau dunj, difoto juga :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiap, ini penulis multitalenta. ada bakat jadi fotographer, niih, Mbak Izzah :)

      Delete
  2. Saya belum nulis nih...Malah nulis ttg jalan jalan ke kota tua...Tulisannya komplit uni . Moga nti kita ketemu lagi..Seru seruan lg hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah kita ketemuan lagi someday, yaaa. Terimakasih sudah berkenan menjejak, :)

      Delete
  3. Wah mantab reportasinya komplet....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. kayaknya belum lengkap, deh. Masih banyaaaak yang belum terurai. Tsaaah.. btw, makasih persahabatannya ya, Mbak Sri :)

      Delete
  4. Replies
    1. Ayo lah, Kak. Kapan orang Medan ke Lampung.. :)

      Delete
  5. Waaah, seru sekali. Eh, bagi bukunya dunk buat diresensi, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiiiik. Mau yang mana, Kang? ๐Ÿ˜€

      Delete
  6. Seru bangett, pengalaman berharga ya mba, semoga lancar proses penulisan naskah buku anaknya aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mbak Dewi Rieka yang super keren. Mohon doanya, yaaa... :)

      Delete
  7. Sudah jadi duta Tapis Lampung nih kayaknya :D
    http://kelilinglampung.net

    ReplyDelete