Kelas Inspirasi SDITM Gunter. Hari pertama




Kelas Inspirasi  di SDIT Muhammadiyah Gunter

Mulanya sharing kepenulisan akan diadakan di semester genap nanti. Tapi ternyata ada perubahan rencana. Pak Kepala Sekolah meminta agar kelas menulis sudah bisa dilakukan di bulan Desember menjelang pembagian raport. Baiklah, saya pun meng’iya’kan. Apa siih yang enggak untuk SDIT Muhammadiyah Gunter? Eeaaaa...


Pak Andri (Kepala Sekolah) dan Pak Ari (PJ kegiatan) menjelaskan bahwa kegiatan yang  diberi nama “Kelas Inspirasi” dengan tema “Berkarya Sejak Dini, Menebar Inspirasi. Ternyata Menulis itu Mudah” bertujuan agar bisa menumbuhkan semangat menulis murid-murid kelas 4, 5 dan 6 SDIT Muhammadiyah Gunter dan menjadi langkah awal dalam memfasilitasi minat dan bakat mereka di bidang kepenulisan. Sehingga akan lahir penulis-penulis muda dari tanah Lampung. Woow, mantap, yaa... Sama dengan harapan saya, bahwa kegiatan ini bisa bermanfaat dan menebar banyak kebaikan. Aamiin.


Bulan Desember tak ada deadline. Hanya beberapa naskah yang terabaikan selama 14 purnama (berasa Cinta, hihii) eh, enggak ding. Yang betul adalah tiga naskah yang sengaja dipending penyelesaiannya. Biasa, ecaknya saya mengalami writerblock, jadi kudu menjauh dulu sebentar dari dunia penulisan buku cerita anak. (sebentar aja, loooh)

  
Buku Cinta Tanpa Syarat, Aku Cerdas Mengelola Emosi dan Princess Muslimah3

Saatnya membuka microsoft powerpoint dan membaca buku keren Mas @Dhony Firmansyah, #SlideMiniMAX.  Alhamdulillah ilmunya masih nempel di memori, hihihi..

Saya berhasil menyelesaikan 29 slide untuk hari pertama dan 14 slide di hari kedua. Berapa lama mengerjakannya? Jangan tanya, J. Yang pasti, tetap fokus walau disambi dengan nulis, main bersama anak-anak, masak, ngepel, dan ngintip-ngintip media sosial, xixixixi... Eh, sebanyak itu, apakah isinya teori semua? Tentu saja enggak. Ada beberapa contoh tulisan yang dimuat di media, quotes penyemangat, daaan.... tips keren yang dikemas dalam bentuk singkatan yang sangat mudah dihapal dan dipahami anak. Yeaaay!

Gerbang  SDIT Muhammadiyah Gunngterang. Bersiap bersinergi membangun literasi
 Pembelajaran pun, dimulai... Bismillah

Selasa, 13 Desember 2016. Kelas sudah dipenuhi dengan sekitar 100 siswa. Selain saya, ada dua penulis muda yang mengisi Kelas Inspirasi, yaitu alumni SDIT Muhammadiyah Gunungterang, Kak Siti Atikah Azzahra  dan Salwa Yumna Soyu. Mereka sekarang bersekolah di SMPIT Fitrah Insani, kelas 7 dan 8. Selain sering memenangkan berbagai perlombaan, dua penulis asyik ini sudah menulis lebih dari 5 buku, looh! Keren banget, yaa....

Tepat pukul 08.25 wib, acara Kelas Inspirasi dimulai dengan mendengar sambutan dari Pak Andri Sattriawan. Beliau sempat bertanya pada peserta, “Siapa yang sudah kenal dengan Bunda Fitriii?”
“Sayaaa, Paaak!”
“Memangnya siapa?”
“Bundanya Kak  Panduuuu!” jawab anak-anak serempak. Hihihi, iya, sih. Pandu memang alumnus SDITM Gunter dan sekarang kelas 7 SMPN 25 Bandarlampung. Ternyata Pandu lumayan dikenal oleh adek-adek kelasnya. Mungkin karena dia keeper tim futsal dan orangnya rame, wkwkwkwk.

Pak Andri Sattriawan memberikan sambutan
  Sesi pertama, bertabur ilmu....

Kesempatan pertama adalah presentasi dari Kak Salwa Yumna Soyu. Selain menulis, ternyata Salsa juga pintar melukis. Karya-karyanya bertaburan di berbagai perlombaan dan buku antologi/solo terbitan Dar! Mizan (KKPK). Perempuan manis berpostur imut dan berkacamata ini juga sangat menggemari musik K-pop dan artis Korea. Buktinya, layar laptopnya berderet foto cowok-cowok bening bermata sipit dengan senyum yang tak terlalu lepas, hehehe...

Dua penulis muda yang super keren, Kak Salwa Yumna Soyu dan Kak Siti Atika Azzahrah
Quotes Salwa “Kelopak bunga itu telah Tuhan takdirkan untuk memekar, helai daun itu telah Tuhan takdirkan untuk berguguran. Maka jangan biarkan hidupmu berlalu tanpa goresan pena”

Yang kedua adalah Kak Siti Atikah Azzahrah. Hmm, cewek kurus langsing ini bertipe ceria dan sepertinya suka becanda. Dalam pemaparannya, dia sering sekali memunculkan kata-kata lucu dan membuat gerrrr anak-anak. Hihihi.. pokoknya serrruu, deeh....  Dan yang pasti, pengalaman kedua penulis muda ini mampu menyemangati anak-anak untuk menulis.

Jarum jam menunjuk ke angka 9.25. Saatnya break.
“Jangan keluar jauh-jauh, ya, anak-anak. Setelah ini ada materi keren bertabur doorprize, looh!!” ujar Pak Ari penuh semangat.
“Asyiiik! Iya, Paaak!” jawab anak-anak tak kalah heboh.

Menunggu giliran keluar kelas. Anak-anak belajar tertib. :)

 Sesi kedua, semangat belajar penuh tawa

Saya memulai sesi dengan melemparkan pertanyaan, “Apa makanan kesukaan Pak Ari?!”

Tetiba suasana langsung riuh. Ada yang bilang pecel, soto, mie ayam, tumisan, sate, nasi padang (yang disebut terakhir asli bikin perut saya laper, hihihi). Clue-nya adalah ‘yang sering dijual di pinggir jalan’. Sudah beberapa kali, tak ada satu pun yang bisa menjawab. So, dengan menyesal dua bengbeng dikembalikan ke kotaknya. Dilanjutkan dengan pertanyaan selingan untuk mencairkan suasana. J

Pak Ari (Tohirin) sedang menebar pesona, eh menebar hadiah, :)
 Lanjuut, setelah membacakan sedikit biodata, materi pertama tentu saja tentang kepenulisan dan lika-likunya. Apa arti kepenulisan berhasil dijawab oleh seorang anak lelaki. Saya juga memaparkan jurus ampuh menulis, yaitu BaTuAkiK (Baca, Tulis, Aktif, Kirim). Anak-anak langsung komat-kamit menghapalnya.



Acara yang dipandu oleh Pak Ari (Tohirin) dan Bu Nurmalia Syihli dengan fotografer Pak Rosyid ini tambah seru saat Pak Ari melemparkan beberapa pertanyaan dengan hadiah pena dan bengbeng. Saya juga tak mau kalah, 6 pin beserta stiker ketjeh, 3 buku saya dan 1 buku Mbak Izzah Annisa sudah siap disebar untuk para pemenang. Eh, kok ada pemenang segala? Ada, dooong. Pan nanti ada tugas menulis! Asyiik! J

Ada dua tugas di hari pertama ini.
1.      1. Menulis kalimat yang ada kata ‘sepatu, kuman, lapar, Pak Ari’
2.      2. Bikin satu kalimat minmal 4 kata yang huruf awalnya sesuai abjad. Bisa dimulai dari huruf apa saja asal berurutan.

Awalnya beberapa anak terlihat tak begitu tertarik. Tapi ketika melihat teman yang lain bersemangat, mereka jadi tertular. Malah ada yang bolak-balik nanya,
“Kata penghubung boleh diikutin nggak, Bu?”
“Lebih dari empat kata, enggak apa, kan?”
“Waah, seru, ya! Mudah-mudah gampang!” ujar anak perempuan tersenyum lebar.
Mengerjakan tugas. Semangat, yaaa... ! :)
 Sepertinya anak-anak terlihat excited,  walaupun tak semua. Yang kelas 4 masih agak bingung. Tapi untunglah Pak Ari dan Bu Nurmalia cepat tanggap mengatasi kebingungan mereka. Kak Salma dan Atika juga semangat, malah pengen ikutan mengerjakan tugas. Memang dua penulis keren itu terbiasa mengatasi tantangan, sih, yaaa.....

Materi selanjutnya adalah Unsur Pembentuk Cerita. Apa saja sih? Setelah baca sana-sini dan berdasarkan sedikit pengalaman, maka lagi-lagi saya desain ke dalam bentuk singkatan. Four-T Ga (baca Fortiga). Hihihi, maksa, ya? Tak apalah, yang penting mudah dihapal. Maksudnya adalah empat T = Tema, Tokoh, Tempat, Tujuan, Gaya bahasa dan Alur cerita. Daan, seperti tadi, anak-anak sibuk komat kamit menghapal. Hihihi..

Di akhir sesi hari pertama, kami menawarkan menulis dengan tema pilihan anak-anak. Seorang anak perempuan, Indah kalau tak salah namanya, mengusulkan menulis dengan tema ‘ibu’. Usul yang sangat cerdas! Tanpa basa-basi, usul itu langsung diterima. Bahkan yang laki-laki minta tema tentang ‘ayah’ juga. Wiiidddiih, baiklah, anak-anak. Jadi temanya ‘Ibu, ayah atau keluarga,’ yaa. Kunciiii....  Klik! J

Hari pertama tuntas dengan semangat mengerjakan tugas. Hmm, semoga anak-anak tetap bahagia di hari kedua.

Setelah bubar, kami pun berfoto-foto cantik. Si emak ini tak mau kalah dengan gaya dua pemateri lainnya, *enggak sadar usia, hihihi... Cekrek! Cekrek!

B Nurmalia, Kak Salwa, kak Atika dan saya. Kalau foto selalu di pinggir, hihihi

  

Di hari kedua, kelas inspirasi tambah seru. Banyak kejutan yang diberikan anak-anak. Apa saja? Tunggu postingan selanjutnya, yaaa... :)

Terimakasih sudah berkenan mampir dan membaca.

Salam,

Ig Fitri_Restiana

2 komentar:

  1. Kece banget deh acaranya Mbk Fifi. Kapan aku juga diajari doong aah kece banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiiih... yang ada mah, aku yang mau diajarin sama emak blogger keren, Mbak Naqi.. :)

      Delete