Kelas Inspirasi. Hari kedua



Hari Kedua Kelas Inpirasi

Ternyata jumlah peserta tak berkurang dari hari pertama. Tentu saja ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi para guru dan pemateri. Alhamdulillah.

Saya sampai di lokasi tepat pukul 07.45 wib. Sebagian anak-anak masih ada yang bergerombol membahas tugas. Tugas bertema ibu, ayah atau keluarga ini bisa dikerjakan seara mandiri atau kelompok. Jadi mereka yang belum akrab atau terbiasa merangkai kata, tak perlu berkecil hati dan merasa tak bisa. Karena bisa dikerjakan bersama-sama.

Sambil menunggu dua pemateri yang lain dan panitia, saya ngobrol santai dengan anak-anak. “Ada yang tugasnya sudah selesai? Boleh Ibu baca?”
Langsung mereka berhamburan menyerahkan tugas, lalu berdiri mengelilingi saya.

“Waaw! masyaAllah! Semangat sekali kalian ngerjainnya. Ini, pakai dihias-hias segala! Trus yang ini, panjang banget ceritanya!” seru saya takjub.

“Saya tentang ibu. Soalnya surga itu kan ada di bawah telapak kaki ibu. Ya kan?” tanya Faris sambil menyodorkan lembar tugasnya.

“Saya mah tentang ayah, Bu. Soalnya ayah saya itu baiiiiik banget!”

“Ya sudah, geh. Biar dibaca dulu sama Bu Fitri,” protes anak yang lain.

“Hihihi, iya juga, sih. Ibu agak kesulitan membacanya kalau dikerubungin begini.  Gimana kalu kalian bantu menyusun?”  Dengan sigap anak-anak itu  merapihkan dan menyusun puluhan lembar kertas di atas meja. Fhiiuuh...

Tersusun dengan rapi di meja :)
Setelah flashback materi kemarin, yaitu jurus ampuh dan menceritakan bahwa ternyata menulis itu mudah, di hari kedua ini saya memaparkan tentang bagaimana menulis itu bisa menghasilkan. Menghasilkan apa? Banyaaak, doong. Dari memperluas pertemanan, menambah ilmu, berusaha mencari berkah, dan sssst,  yang tak ketinggalan adalah menghasilkan materi! Berapa? Ya tergantung berapa banyak tulisan kita yang dimuat di media atau dijadikan buku, lah, yaaw..  hihihi...

O iya, selagi saya memberi materi, Kak Atika dan Kak Salwa yang sudah datang sesaat sebelum acara dimulai, sibuk dengan penjurian tugas anak-anak. Kalau sama mereka berdua, mah, InsyaAllah tuntas, deh. Soalnya sudah terjamin kualitasnya.
 
Fokus bangeeeet
Trik agar tulisan dimuat dan di media cetak dan di-acc penerbit tak terlalu jauh berbeda. Sama-sama menggali ide, banyak membaca, menulis, kirim, menulis, kirim, begitu seterusnya, seperti yang diajarkan salah seorang ‘suhu’ saya Kak Bambang Irwanto. Sudah ratusan tulisan beliau yang dimuat di berbagai media, seperti Bobo, Gadis, Girls dan banyak lagi. Ratusan? Idenya dari mana? Ya dari buku, pengalaman, imajinasi. Yang saya ingat dari percakapan dengan beliau adalah jangan pernah menyerah dan takut ditolak. Dengan sering menulis, maka sama saja seperti mengasah pisau. Makin lama akan semakin tajam. Selain menulis di media, Kak Bambang juga penuis buku cerita anak, lho. Bukunya sudah bertebaran di toko-toko buku.

Penulis lain yang saya jadikan contoh dan muncul di slide adalah Tante Dian Kristiani, yang bukunya seru-seru dan keren abis. Mbak Watiek Ideo, penulis cetar yang berbaik hati mengajak saya duet. Banyak buku beliau masuk deretan best-seller, looh.

Buku-buku Mbak Watiek Ideo
Kang Ali Muakhir, yang selain sebagai penulis cerita anak dan salah seorang founder Komunitas Penulis Bacaan Anak, beliau juga seorang blogger super. Mbak Izzah Annisa, yang buku 10 Pahlawan Islam-nya menjadi teman setia Arung sebelum tidur. Recomended, dweeh.  Kak Bintang Nurul, Kak Atika dan Kak Salwa yang sejak usia SD sudah punya banyak buku dan menang beberapa perlombaan menulis. Duuuh, kerennnyaaaa! Masih banyak loh penulis Indonesia yang keren-keren. Ini baru sebagian kecilnya saja.

Karya penulis unyu, Kak Nurul
Hari kedua lebih banyak diisi game seru dan bertabur doorprize. Selain Pak Ari dan Bu Nurmalia, Pak Ramlan juga bergabung memberi kuis dan aktif memantau anak-anak. Memang, guru-guru SDIT Muhammadiyah keren-keren, ih... :)
Bu Nurmalia beraksi, :)
Tepat jam 10.30 wib, Kak Salwa, Kak Atika dan Bu Nurmalia berhasil memilih 5 tulisan terbaik. “Sulit, Bu. Banyak yang bagus, nih,” ujar Atika yang segera di’iya’kan oleh Salwa. Yup, benar banget. Tapi kami harus memilih di tengah keterbatasan waktu dan ilmu. Semoga tak mengecewakan, yaaa. Dan, inilah hasilnya :

Penjurian yang cukup alot, xixixi..
Juara favorit      : Faris
Juara 1              : Salma Aulia         
Juara 2              : M. Daffa Al Khalish
Juara 3              : Yuliasari
Juara 4              :  Syifa Muthmainah

Untuk yang lain, ayo tetap semangat! InsyaAllah sekolah ada rencana akan mengumpulkan beberapa tulisan untuk direvisi dan dijadikan sebuah buku. Tapi tentu saja melalui seleksi dan beberapa tahap lainnya. Semoga segera terealisasi, ya. Aamiin.
Bersama sebagian anak-anak hebat
 

Alhamdulillah, tuntas sudah tugas kami.
Tentu masih banyak kekurangan di sana-sini.
Untuk itu sudilah kiranya membuka hati
Memberi maaf pada tiga penulis baik hati ini 
(maksabangetdotkom, hihihii)

Foto dengan sebagian peserta kelas inspirasi

Sampai bertemu di lain kesempatan, yaaa
Terimakasih kepada para guru SDIT Muhammadiyah
Terimakasih pada semua anak-anak super kereeen
Ingat semua jurus menulisnya
Kuatkan NIAT
Luruskan SEMANGAT
Tak ada kata TERLAMBAT

Wassalam,

#AlkisahFitriRestiana

0 komentar:

Post a Comment