Berbagi Hati Bersama Teman dari Panti



Kidsinema2016, JalanJalanEdukasiLampung

Rencananya kami pergi bertiga, saya, Pandu dan Arung. Tapi dua puluh menit sebelum berangkat sepertinya baru terdeteksi Pandu agak flu. Jadilah saya menyuruhnya istirahat dan meminum obat. Saya dan Arung berangkat tepat jarum jam menunjukkan angka 8.50. Bismillah....

Deretan depan SMA 3 sudah banyak berubah. Saya yang dulu saban hari lewat sini sepulang sekolah, agak celingak-celinguk. Sempet nanya ke tukang buah, ternyata saya tak baca plang segede gaban ituh. Duuuh, apakah ini faktor U? Sepertinya enggak juga. Saya mah emang terkenal lola kalau soal jalan. Hihihi.... (berani ngaku)

Tak sabar ingin masuk ruang teater

Melewati pintu gerbang, semua terlihat sepi. Tapi setelah belok kiri, woooow! Deretan mobil dan motor sudah terparkir rapi. Saya pun memarkirkan motor, melepas helm, kacamata dan sarung tangan dengan gerakan agak cepat. Tak sabar ingin menikmati suguhan acara #Kidsinema2016 Bandarlampung. O iya, sebelum masuk saya sempet 'mencuri' foto adik-adik yang mau pentas nanti, :)
Mereka tetap enjoy, tuh.. :)

  
Kami pun diantar oleh dua kakak panitia yang ramah. Malah, satu panitia penerima tamu menawarkan diri untuk mengambil gambar.

“Selagi masih sepi, mau saya potoin, Mbak?” ujar cewek ketjeh berkacamata penuh santun.
(Saya, ditawarin poto? Haiyya, ya mau laaah... J)
“Waaah, dengan senang hati,” jawab emak berkudung merah ini sumringah.
“Cekrek....cekreek... tiga gambar berhasil diperoleh dengan view keren dan elegan. Tsaaaah...
“Makasih, ya, Kaaaaak..”
Sebagian isi bazzar di depan pintu masuk :)

Mood Arung lagi bagus, mau dipoto, xixixi
 Memasuki ruang teater, Arung sempet bingung. Gelap tapi kok rame, gitu katanya. Xixixixi. emaknya sedikit menjelaskan sambil berbisik, “Ini namanaya gedung teater. Kalau Dedek sikapnya tenang dan baik, InsyaAllah kapan-kapan kita kesini lagi.”
“Ke bioskop juga?”
“Siaap!”

Kami sampai sesaat sebelum pembacaan ayat suci Al quran. Merinding mendengar adik dari Panti Asuhan Miftahul Jannah membacakannya. Semoga kita selalu berpegang pada kitab suci ini ya, Dik. Aamiin.

Pembacaan Kalam Ilahi oleh adik dari Panti Asuhan Miftahul Jannah


Setelah itu lanjut musikalisasi puisi oleh Salman dan Doni. Yang bikin tambah keren adalah... mereka menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris! Widddiih.. mantabs kali! Sepenggal ucap  mereka adalah...
  “..... Adakah yang bisa memberitahuku, apakah masa depan itu?” (diiringi alunan biola lagu sendu oleh #KomunitasBiolaLampung)
“......  Wahai adikku, kita harus kuat dan semangat. Ikan saja tetap harus belajar berenang walaupun memang lahir di lautan....”

Musikalisasi puisi dua bahasa oleh Salman dan Doni
 Daaan... airmata ini meleleh, sungguh. Mereka adalah anak-anak panti asuhan. Yang orangtuanya tak lengkap, yang secara materi mungkin di bawah standar. Tapi lihat semangat mereka! Lihat tawa mereka! Lihat ceria mereka! MasyaAllah.... proud of you... all...

Acara yang dipandu ciamik oleh dua Mc keren, Hilman dan Widya ini, dilanjutkan dengan icebreaking seru. Judulnya belajar fokus, gituh. Penonton diminta mengikuti instruksi Kak Hilman dengan gerakan yang diacak-acak. Dari empat instruksi, tak satupun saya melakukan kesalahan. Eaaaa.. artinya, saya fokus dan siap menjelajahi acara sampai selesai. Asyeeek.. J
Duet mc keren, Kak Hilman dan Kak Widya
Tarraaaaa... showtimeee.....

Tema drama musikalnya adalah “Mencuri Menghilangkan Keberkahan.” Waah, temanya aja dah keren, apalagi tampilannya, euuy! Dan benar saja, akting si Alam, Jamal, Bambang, Soleha dan teman-temannya benar-benar memukau! Jatuh cinta, dweeh dengan adik-adik cute iniiii!

Alam dengan logat Lampung yang kental, Jamal dari Medan dan Bambang asal Jawa, berhasil mengaduk emosi penonton. Tangis, tawa dan gemesh jadi satu. Belum lagi gaya Emaknya Alam yang ‘ceriwis’ dan bapaknya yang ketiduran pas dipijitin Alam. Hahahaha.. adegan yang petjaaah (bahasanya Mbak Echi Desi Sianturi, hehehehe)

Bibirnya Alam terluka kena bambu hasil curian. Dia dan ketiga temannya kapok. Bapaknya Alam mengingatkan bahwa seberapun mencuri, pasti tak akan mendapat berkah. Satu lagi, kalau mau pergi kemana-mana, tetap harus ijin orangtua, yaa. Pesannya kena banget, looh! Two thumbs, dweeeh!

Salah satu adegan cantik
 
Lanjut ke acara berikut. Permainan perkusi oleh Perkusi Lampung berkolaborasi dengan aneka tarian daerah yang super seru dan heboh! Duh, saat melihat anak-anak itu cerita, tertawa, kok eikeh malah mau nangis, yaah. Antara bangga, kagum, terharu, hiks.. campur sari, eh campur aduk ding.



Two thumbs, full love to all of you. Awesomeee.. :)
O iya, Pemirsah...
Kidsinema2016 merupakan pagelaran teater dalam rangka #Hari Anak Universal yang diperingati  setiap tanggal 20 November, yang dilaksanakan di gedung teater #TamanBudayaLampung, 20 November 2016, pukul 09.00 sd 11.45 wib. Acara ini melibatkan 150  anak dari Panti Asuhan Miftahul Jannah dan Budi Asih. Didesain ciamik oleh sekitar 130 orang panitia yang berasal dari berbagai komunitas. Antara lain #JalanJalanEdukasiLampung, #Spec_unila, #biola_lampung, #jendelalampung, #malampuisi_lampung, #pemudapemudhebatlampung dan banyak komunitas lainnya.

Beberapa alasan penyelengaraaan acara ini, selain memang menumbuhkan semangat juang dan percaya diri khususunya adik-adik di panti, juga membuka wawasan kita bahwa ternyata banyak anak di luar sana yang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan support berbagai bentuk. Adalah kita tak boleh mengabaikan itu. Peluk erat mereka. Sayangi. Seperti kita menyayangi diri sendiri dan saudara. Mereka adalah saudara kita

Demikian laporan dari saya, seorang emak utusan #TapisBlogger.

Banyak sekali ibroh yang bisa kita ambil dari pertunjukan ini. Mengingatkan kita indahnya berbagi rasa dan cinta dan cita.

Semoga adik-adik kita mendapat berkah dunia dan akhirat.
Salam keren untuk panitia, adik-adik panti dan semua yang terlibat.
Awesomeeee... 

Sempet poto-poto di akhir acara. Kesempatan, xixixixi
Bersama mc keren yang ramah, Kak Hilman


"Ayo fotooo...!" sambut mereka senang.. :)

My Ig Fitri_restiana
#TapisBlogger
#LumbungLampung
#AlkisahFitriRestiana
#PenulisLampung

6 komentar:

  1. Huaaa, merinding mbayangin suasana di sana. Kalo jadi dateng, pulangnya mataku pasti bengkak karena kebanyakan nangis :(

    ReplyDelete
  2. Huaaa, merinding mbayangin suasana di sana. Kalo jadi dateng, pulangnya mataku pasti bengkak karena kebanyakan nangis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi mbak. Pokoke emosi kita diaduk2 gitu. Kadang sedih. Banyak juga kocak n lucunya. Pokoknya aeru dwwweeh.. 😊😊

      Delete
  3. Masya Allah kerennya. Anak-anak pasti bangga ya udah menampilkan yang terbaik. Haru deh dan benar kita kudu kasih sayang, kapan kita kunjungan ke panti asuhan ya? #tapisblogger

    ReplyDelete
  4. Subhanallah... Sunggu terharu pas membaca Cerita mbak dari kegiatan tersebUT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak2 n panitia yang luar biasa. Terimakasih, Kak Fauzul... 😊

      Delete