Firasat tentang Papa

H-7

"Ma, burung beonya tolong dilepasin, ya,"  ucap suami ke istrinya.

"Lho kenapa, Pa? Sayang. Udah pinter ngomong  'assalamu alaikum dan om' gitu. Lagian kan mahal, Pa."

"Ih Mama, kayak tau harganya aja. Itu kan pemberian. Hmm, Mama mau dikurung gitu?" balas  lelaki usia 42 tahun dengan alis mengernyit.

Perempuan itu menggeleng cepat disertai gumaman, "Iya juga, ya."

Maka burung beo itu pun dilepas. Sepasang suami istri membiarkannya berteriak ' assalamu alaikum.. assalamu alaikum'  selepas mata memandang. Ikhlas.

H-5.

"Ma, dimana Mama simpan surat nikah, SK dan surat2 kantor Papa?"

"Di lemari. Kenapa? Papa pengen nikah lagi?"  tanya si istri dengan wajah cemberut.

Sang papa tertawa lebar sambil  mencubit hidung belahan jiwanya pelan, "Enggak Mama sayang, untuk jaga2 aja siapa tau diperluin."

Perempuan dengan rambut lebat menatap suaminya tajam. Tapi tetap penuh cinta.

H-3

Dalam suatu perbincangan santai di kantor.
"Rasa2nya saya mau keluar dari kantor kita ini, Pak. Bank itu riba. Riba haram. Kalau ada tempat lain, saya mau keluar dan  pindah."

"Waah,  enggak kayak gitu juga lah, Pak... mmhh..mmhh..."

Tak ada satupun yang memberi jawaban serius. Akhirnya serombongan pegawai bank itu memutuskan ngobrol apa saja sambil tertawa2. Menyambut canda sang lelaki lucu yang bersikap aneh belakangan ini.

Hari H
Lelaki itu berjanji akan membawakan banyak oleh2 sepulang kantor nanti. 7 orang anak menanti dengan  sabar dan cukup tenang. Tapi si bungsu berusia 1,3 tahun menangis sepanjang malam. Entah apa alasannya. Semua jadi  gelisah dan akhirnya tertidur dalam buaian hujan.

23.30. Suara ketukan di pintu bak halilintar. Seorang teman membawa berita duka. Lelaki baik budi kecelakaan. Motornya ditabrak sebuah truk. Airmata sang istri mengalir, sama derasnya dengan darah yang tersiram air hujan.

Sejak saat itu, sang perempuan tangguh merasa pincang.
Tapi ia terus berjalan. Pelan dan hati2.
Memunajatkan doa tiada henti.

Ia berusaha keras agar suatu saat Allah berkenan mempertemukan mereka dalam surga dengan air sungai yang mengalir di bawahnya. Lalu, anak2 dan keturunannya mengiringi. Dengan tatapan santun dan senyum bahagia.

Mei 1979
*****

#RamadhanKeDelapanTanpaMama
#BulanPenuhBerkah

0 komentar:

Post a Comment