Cerita Pertama PraMusda muhammadiyah Bandarlampung

Selasa, 5 Januari 2016

Ngobrol santai plus memberi suntikan semangat pada Pandu yang mau tanding futsal di acara pra Musda Muhammadiyah Bandarlampung.

"Bunda enggak usah nonton, ya. Ntar Pandu grogi," ujarnya  agak kalem sambil menghabiskan sarapannya. Posisi Pandu adalah keeper.

Lha, apa dia enggak liat  kecewa emaknya yang udah semangat mau bawain rainbowcake? (sekalian promosi maksudnya, xixixi).

Bujukan enggak mempan, ancaman enggak mau nganterin, enggak mempan, hehehe. Yo wes, emaknya pasrah aja di rumah, sambil tak henti berdoa agar tim Sditm Gunter mampu bermain dengan doa, semangat, sportif, pokoknya berusaha do the best, lah.

Alhamdulillah timnya berhasil mengalahkan SD Muhammadiyah Panjang dengan skors 7-0. Besok (hari ini) perempat final  lanjut tahap berikutnya. Mohon doanya ya, 😀

Saya sampai sekolah setelah Pandu tanding, enggak apa. Saya masih bisa nonton team B dan alhamdulillah menang juga walau belum lolos di semi final.

Ada satu fenomena penampakan yang bikin saya merinding, mengharu biru dan mau nangis guling2 (hihihi,lebaaaay 😁😁)

Jadi gini, setiap akhir pertandingan kan seluruh tim dan wasit berbaris nih.  Nah, ketika salaman, ternyata SEMUA pemain dari SDIT Muhammadiyah meletakkan tangan wasit  yang notabene tak mereka kenal, di kening mereka, dengan takzim sambil menundukkan kepala. Juga dengan sebagian besar pemain dari SD Islam, termasuk SDIT Permata Bunda (lirik ibuIzzah AnnisaAnnisa). Berbeda dengan teman2nya yang berasal dari sekolah umum. Subhanallah...

Memang  ini bukan tolak ukur atau batasan bagaimana anak2 menghargai orang yang lebih tua.

Tapi bagi saya, kebiasaan ini mengingatkan kita untuk menjadi orangtua yang layak dicintai dan dihargai. Mengingatkan saya bahwa kita adalah manusia yang diberi kesempatan untuk mendidik mereka sepenuh cinta dan hati.

Dan yang pasti, mengingatkan saya untuk bersyukur pada Allah Swt.. Berterimakasih sangat pada para guru di SDIT Muhammadiyah yang luar biasa mengajarkan banyak kebaikan dengan berjuta senyum, elusan kepala dan dorongan semangat yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Alhamdulillah..

Tak ada alasan untuk tidak menitipkan anak2 belajar menyenangkan di SDIT Muhammadiyah, insyaAllah... 😊

#CeritaPertamaPraMusdaMuhammadiyah
#MusdaMuhammadiyahBandarlampung

0 komentar:

Post a Comment