Semua Guruku Istimewa, Bunda ‪


Perbicangan seru pasca Perjusami SDIT Muhammadiyah Gunung Terang.

Bunda : “Seru, Mas?”

Pandu : “Waah, banget, Nda! Tim Pandu jadi juara umum, loh.”

Bunda : “Weits, kriterianya apa? Wong pemimpin regunya aja pake peci, bukan pake topi Pramuka?” (Emaknya kelupaan ngingetin, ehm, :))

Pandu : “Kan nggak hanya itu kriterianya, Nda. Dari kerjasama anggota, kedisiplinan, kebersihan, pokoknya banyak, lah.”

Saya mengangguk-anggukkan kepala sambil mengacungkan jempol plus ngucapin selamat pake acara mau nangis (ihh, lebay, ya.. soalnya ngebayangin ceritanya ama kebiasaaan di rumah sehari-hari, beda, hihihi)
Setelah cerita semua keseruannya, saya bertanya bagaimana dengan guru-gurunya.

Pandu : “Hampir sama lah dengan ngajar sehari-hari, tapi ini lebih disiplin. Kalau lagi capek, Pak R***** sering ngasih becandaan yang lucu, capeknya jadi hilang. Pak A**** ngasih pertanyaan yang jawabannya kadang nggak kepikiran, Pak A*** agak serius, beda waktu Pandu masih kelas lima ke bawah (Kalau yang ini memang saya sudah pernah bahas. Bahwa guru punya pendekatan yang berbeda seiring perkembangan usia anak didik). Tapi tetap seru, kita orang jadi nambah ilmu. Oiya, Nda, Bu L** yang bisanya selalu lembut, bisa tegas juga, lho. Pandu seneng ngeliatnya!”

Bunda : “Guru yang lain?”

Pandu : “Sama aja, Nda. Baik-baik semua. Guru perempuan malah nggak pernah marah. Ibu-ibu itu kalau di rumah marahnya gimana, ya, Nda?”

(Waah, saya merasa ada nada berbeda dalam pertanyaannya. Lalu inget gaya marah saya, eh, nggak usah dibahas, deh. Ntar ketahuan, hehehe)

Pandu melirik dengan gaya siap tertawa.

Bunda : “Mungkin ada yang kayak Bunda.” (singkat, padat dan sedikit cemberut)

Pandu : “Hahahaa, nggak enak hati, ya, Nda.. Sorry, Nda. Hmm, yang pasti, mah, SEMUA GURU PANDU ISTIMEWA, BUNDA!”

Jleeb, sambil menyiapkan makan siangnya, saya menarik napas panjang dan lagi-lagi mau menangis haru. Subhanallah, betapa bangganya dia dengan semua gurunya.

Guru yang menahan marah dengan sholat sunnah
Guru yang jika kecewa tetap memberikan cinta
Guru yang jika bangga selalu menepuk pundak tanda berbagi bahagia
Guru yang jika anak muridnya lalai, tetap mengajarkan kebaikan tanpa abai

***
Anakku,
Kami juga ingin seperti itu. Istimewa di hadapanmu.
Ajarkan kami untuk lebih sabar,
Dan juga agar selalu memandangmu istimewa
Lengkap dengan kekurangan dan kelebihanmu

Ingatkan kami untuk mensupport, bukan menuntut
Pahamkan bahwa engkau adalah tanggung jawab kami
Yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban dari Sang Pemilik Hidup
Di suatu masa nanti

Oktober, 2015
PelitaNusantara,

3 komentar:

  1. guru selalu istimewa di hati murid-muridnya mbk :)

    ReplyDelete
  2. Bener banget mbak naqi.... smg selalu begitu... 😊😊

    ReplyDelete
  3. Bener banget mbak naqi.... smg selalu begitu... 😊😊

    ReplyDelete