Episode Arung Belajar Menghapal


 
Arung (5 tahun 2 bulan) sedang belajar menghapal dan memahami surat2 pendek di Al quran. Dia terkagum-kagum menonton acara anak2 yang hafidz Quran di televisi. Sepertinya dia menjadi lebih terpacu, apalagi sesekali dia melihat saya meneteskan airmata haru.

“Bunda, hapalan Dedek kan juga sudah banyak. (Menurut dia. Lalu dia menyebutkan nama2 surat pendek dan ayat kursi). Dedek mau juga lah yang kayak di tipi itu,” ujarnya.
“Kalau Dedek semangat belajar, InsyaAllah bisa,” jawab saya.
“Semangat kayak belajar naek sepeda itu ya, Nda?”
(Hihihi, saya terkekeh membayangkan dia belajar bersepeda punya Cik Memey, sepupunya. Berkali-kali jatuh, nangis, lalu belajar lagi)


“Iya... Quran itu isinya banyak, Dek. Banyaaak banget. Tapi ya itu tadi, kalau kita serius, Allah pasti ngemudahin jalannya,” lanjut saya agak serius.
“Mmmh, Bunda... Kan Surat Al Qodr sudah, sekarang kita hapalan yang mana?”

Kamipun membuka Quran. Lalu saya mengajukan pilihan. Antara surat Al Fil atau Al Lahab. Saya coba menceritakan isinya terlebih dahulu, sama seperti surat-surat sebelumnya. Dan sudah saya duga, dia memilih surat Al Fil. Mungkin karena secara singkat, padat dan sedikit heboh, saya mengisahkan bagaimana dahsyatnya pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah, ternyata nggak ada apa-apanya dengan kekuatan Allah SWT.

Saya membaca dua sampai tiga kata.  Arung mengikuti. Lanjut kata berikutnya. Diulang-ulang. Dilanjutin. Setelah itu, satu ayat dibaca, Arung mengikuti. (Maklum, Arung masih belum bisa baca, J )

Memang nggak sehebat anak-anak yang di televisi iu (Subhanallah), tapi bagi saya, kemauan keras Arung membuat saya lebih semangat dan banyak berharap. Semoga anak-anak kita semua, kelak menjadi manusia soleh dan melakukan segala sesuatu atas nama Allah SWT semata. Aamiin.

Maaf Lahir Bathin, Sahabats, J

1436 H. Juli 2015.

0 komentar:

Post a Comment