Pilihan Bijak Menjadi Konsultan Pajak


           Tidak memenuhi harapan dan keinginan orangtua bukanlah melulu sebentuk perlawanan atau pertentangan. Karena terkadang, apa yang  mereka harapkan bukanlah sesuatu yang ingin kita lakukan.
Banyak orangtua yang menganggap tahu dan sangat mengerti anak. Tentang kebiasaannya, apa yang tidak disukai bahkan apa yang harus dilakukan buah hati di kemudian hari, misalnya menentukan jurusan sekolah dan memutuskan kerja sebagai apa. Namun tidak sedikit pula orangtua yang tadinya bersikeras, akhirnya ikhlas memendam harapannya dan menyetujui apa ingin dilakukan anak. 

Sebagai anak itu pun tidaklah mudah. Mereka harus mampu membuktikan bahwa apa yang mereka jalani adalah pilihan yang tepat dan tidak mengecewakan, terutama pada orangtua. Mereka harus mampu menghadapi segala konsekwensi atas pilihannya.
            Dan itulah yang dilakukan oleh salah seorang konsultan pajak terkemuka di tanah air, Zeti Arina. Secara perlahan, dia kemukakan alasan mengapa dia tak bisa mewujudkan mimpi orangtuanya untuk menjadi guru. Bukan karena tak mencintai dunia kependidikan tapi dia merasa passion-nya bukanlah disitu. Maka, setelah lulus dari IKIP Malang, dia meneruskan ke jenjang S-2 Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Setelah mendapat gelar Magister Manajemen, Zeti mulai membuktikan bahwa pilihannya adalah sangat tepat. Dia bekerja sebagai tenaga ahli di berbagai perusahaan asing yang ada di Indonesia, mulai dari perusahaan pakan udang sampai perusahaan petro chemical milik Raja Thailand di Gresik.
            Saat ini, Zeti sudah mantap berkarir sebagai dosen, penulis dan konsultan pajak. Sebagai seorang dosen, dia selalu memberi semangat pada mahasiswanya agar belajar sungguh-sungguh dan memantapkan pilihan sehingga kuat dan sanggup terjun dengan baik  ke  dunia kerja kelak.         Sebagai seorang konsultan pajak, Zeti tak henti mengedukasi tentang pajak melalui seminar, penulisan buku, sosial media dan sebagainya. Semua itu diniatkan tak lain karena ingin berbagi dan mendidik, seperti harapan kedua orangtuanya. Dia bersyukur sekali dibesarkan oleh orangtua yang sangat demokratis. Pilihannya beberapa tahun silam tak akan dapat terealisasi tanpa ijin dari Allah SWT, doa restu orangtua dan keluarganya serta usaha yang maksimal. .   
             



0 komentar:

Post a Comment