Ini Alasan Masyarakat Enggan Membayar Pajak



Pajak ada dimana-mana. Di makanan, pakaian, hiburan, kendaraan, pekerjaan, bahkan toilet umum sekalipun! Yang bebas pajak hanya bernafas, hehehe.
Terus, jadi pusing dong mendengar kata pajak? Banget. Kesal membayar pajak? Wajar. Tidak mau bayar pajak? Eits, nanti dulu. Bahaya! Karena pada kenyataannya, siapapun yang menunda pembayaran pajak, maka akan dijamin rugi berkali-kali lipat, terutama bagi usaha berskala menengah dan besar. 
 
Pajak dihitung berbanding lurus dengan omset suatu usaha. Jadi, bukan karena tidak ada uang suatu perusahaan tidak membayar pajak. Ada kemungkinan pertimbangan lain, seperti  ketidakrelaan dan ketidakpercayaan. 

Bicara pajak berarti bicara soal uang dan kepercayaan. Dua elemen ini merupakan paket yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana uang pajak harus dipergunakan untuk kepenyingan negara dan masyarakat, adalah kewajiban mutlak dan dipastikan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pajak yang kita bayarkan sejatinya bisa memperbaiki jalan, membangun sarana dan fasilitas sosial, memfasilitasi penunjang perawatan kesehatan, dan sebagainya.

Namun kenyataannya,  sebagian uang pajak kita hanya lewat saja di Direktorat Jendral Pajak. Karena ternyata ada beberapa oknum di instansi itu yang dengan sadar ‘mencuri’ dan memanfaatkan hasil pembayaran pajak untuk kepentingan pribadi dan golongannya. 

Kompas.com mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2014 Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah menyerahkan berkas penyidikan yang dinyatakan oleh Kejaksaan (P-21) sebanyak 42 berkas dengan jumlah kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 266,9 miliar.  Jumlah ini meningkat 280 persen dibanding penyelesaian berkas penyidikan di tahun 2013. 

Modus tindak pidana di bidang perpajakan meliputi memungut pajak tapi tidak menyetor, atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar, antara lain menggelapkan omzet dan biaya fiktif. 

Naah, disinilah peran konsultan pajak sangat dibutuhkan.  Seorang konsultan pajak dituntut untuk berlaku jujur dan haram tergoda oleh bujukan oknum-oknum yang menawarkan kesesatan. Menurut Zeti Arina, Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, kepercayaan adalah modal utama agar masyarakat tidak enggan membayar pajak. Bangun loyalitas dan kejujuran. Maka masyarakat dengan tenang mempercayakan uang pajaknya untuk dikelola demi memenuhi kebutuhan masyarakat dan negara.

2 komentar:

  1. makanya suka males bayar pajak mak, terpengaruh juga dengan para koruptor ini, kuatisr masih banyak gayus-gayus yg laen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaah, itu dia Mak Enci HArmoni.. Kita jadi serba salah yak. Hukuman maksimal nggak bikin jera. Ampuuun deh...

      Delete