Zeti, Ajak Berdamai dengan Pajak



Mendengar kata ‘pajak’ saja orang sudah enggan dan malas.  Apalagi membayar pajak! Tak bisa disalahkan, karena selama ini pajak dikonotasikan dengan makna yang negatif, yaitu suatu bentuk  iuran yang sifatnya memaksa dari negara. Dalam hubungan sesama manusia, segala sesuatu dilakukan karena terpaksa tanpa diiringi proses penyadaran sepenuhnya, akan menimbulkan pelanggaran di sana sini. Contohnya, jika selama ini sebuah perusahaan sudah membayar rutin pajak pertahun berdasarkan hasil penghitungan pajak yang direkayasa, dan suatu saat diperiksa oleh negara atau lembaga independen ditemukan kesalahan, maka perusahaan itu wajib terkena denda. Dan biasanya denda yang ditimpakan pada perusahaan akan berkali lipat jumlahnya! Padahal, jika perusahaan itu sadar akan kewajibannnya, maka sebenarnya perusahaan akan banyak mendapatkan keuntungan dari membayar pajak secara rutin. Selain setoran pajak digunakan untuk membangun fasilitas umum, setidaknya, perusahaan akan memiliki hubungan baik dengan negara.

Inilah yang coba diluruskan oleh Zeti Arina, yang sudah malang melintang hampir 18 tahun dalam dunia perpajakan. Kiprahnya sebagai Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia tidak diragukan lagi. Perempuan berkacamata lulusan Unair yang awalnya diharapkan menjadi guru oleh orangtuanya ini memberikan edukasi berkelanjutan pada para pengusaha yang ada di tanah air. Mulai dari pengusaha kecil, menengah sampai kelas kakap. 

Metode edukasi yang dilakukannya bervariasi sesuai kebutuhan. Untuk UKM biasanya Zeti mengedukasi melalui buku, majalah, social media, tanya jawab di radio bahkan mendatangi langsung. Sedangkan untuk para pengusaha nasional dan internasional, Zeti melakukan edukasi pajak melalui rangkaian seminar dan workshop.

Zeti sangat berharap agar masyarakat memahami arti pajak dan alur pemanfaatannya dengan utuh dan benar. Membayar pajak dengan teratur disertai penghitungan tanpa rekayasa, akan membuat bisnis semakin lancar dan bisa berjalan  baik. Sebaliknya, jika pembayaran pajak sering ditunda dan di’kotak-katik’, maka jangan kaget jika tiba-tiba tagihan pajak Anda akan menggelembung jauh melebihi modal awal!

Jadi, berdamailah dengan pajak. Karena ada dua hal yang tak bisa dihindari selama hidup di dunia;  pajak dan mati,  begitu ujar seorang Zeti.

0 komentar:

Post a Comment