Cerita Tentang Guru Temanku



Cerita Tentang Guru Temanku

Ini cerita seorang teman
Yang sekolahnya berjarak 1 kilometer dari sekolahku
Dia sering melihat gurunya marah
Wajahnya merah padam dan suaranya keras menggema
Dia takut
Apalagi saat gurunya  mengeluarkan jurus sakti
Mencubit pinggang murid  satu persatu
Duuh, sakitnya tuh di sini
Hehehe...

Lalu temanku itu protes dan bertanya pada gurunya,
Kenapa engkau mencubit kami?
Tak bisakah menegur kami dengan kata lembut dan belaian sayang?
Lalu sang guru memberi jawaban,
‘Semua anak murid harus berdiri di lapangan
Di bawah terik matahari selama 15 menit!’
Ampuuun, deh....

Temanku bertanya,
Bagaimana di sekolahmu?

Di sekolahku?
Ooo, dengarlah, teman
Bukannya aku sombong
Di sekolahku tak pernah ada hukuman fisik
Apalagi kegiatan berjemur massal
Semua guru berusaha menjaga nama baik
Dan menanamkan cinta sepenuh jiwa

O iya, sesekali mereka juga bisa marah
Tapi diungkapkan dalam rangkaian kata bijak
Memberikan hukuman dengan selembar kertas
Untuk dituliskan dengan berpuluh kalimat tauhid
Seandaikan marahnya tak tertahan
Guru ku segera berwudhu dan pergi ke mushola
Kalau sudah begitu, kami jadi menyesal dan merasa bersalah

Guru ku tak sempurna
Tapi dia lah yang terbaik

Aku berharap,
Mereka berkenan menanam cinta,
Biarlah kami yang memupuknya
Agar jika tiba waktunya
Aku dan mereka
Bisa menikmati luasnya ilmu
Dan dalamnya kasih sayang

Begitu, teman
Semoga begitu pula dengan guru-gurumu

(HUT Guru, 25 November 2014)

0 komentar:

Post a Comment