Oow, Ternyata Arjuna Seorang Muslim!

Terlepas apakah tokohnya beragama Hindu, Budha, Kristen atau Islam, kisah ini sangat menarik. Bagi saya, banyak nilai filisofi yang bisa dipakai untuk pembelajaran. Kasih sayang seorang ibu, kepatuhan seorang anak, cinta, penghormatan, bahkan dendam dan pengkhianatan. Semua terangkum apik dalam kisah Mahabharata yang disiarkan di salah satu stasiun TV nasional, Anteve.

Saya mengabaikan isi yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap Dewa, tapi saya sangat menghargai keimanan saudara saya yang memeluknya. Inti pelajaran yang sangat dominan dalam kisah ini adalah sikap dan pandangan hidup sebagai manusia ciptaan Sang Penguasa. Saya sangat terkesan dengan kata bijak Bhisma sang putra Gangga, “Setelah bentuk sang mutiara mencapai kesempurnaan, maka saat itulah tiram akan terbuka dengan sendirinya,” atau “Lampu yang menyala saat matahari terbit, cahayanya tidak akan berguna.” Waw, untaian kata yang amat menakjubkan!. Silahkan memberi apresiasi masing-masing ya…

Nah, selain memang film ini menyuguhan nilai filosofi yang tinggi dan dibuat dengan kualitas prima, salah satu alasan yang membuat film berdurasi lebih kurang 30-40 menit ini menarik adalah… ehm…para bintang yang super cantik dan ganteng.. J (Keponakan saya sampai menaruh gambar arjuna di hpnya, hadeeeh). Penjahatnya pun (Duryodana) kalau diamat-amati ya ganteng juga, walaupun standar ganteng orang berbeda-beda ya.. hehehe. Apalagi kegagahan Bhisma dan keelokan rupa plus perilaku kelima pahlawan (pandawa) terutama pada ibunya, Kunti. Saya sampai meneteskan airmata ketika menyaksikan Arjuna menyelamatkan Kunti dari kepungan api di dalam istana, sementara dia berjuang sendiri melawan maut..hiks..

Dan berita baiknya lagi, ternyata Arjuna seorang muslim!.. Waah, keponakan saya yang ABG itu senengnya bukan main. Sampai-sampai dia menuliskan nama @Shaheer Sheikh di beberapa status Fbnya.., nama asli sang Arjuna.
“Ah sudahlah, Nak. Nikmati saja filmnya. Jika ada pelajaran positif, silahkan dipelajari, dipahami dan dicerminkan dalam tingkah laku. Tapi seandaikan ada yang kurang berkenan, hargailah itu sebagai perbedaan yang menyatukan di bumi ini, bumi Allah.” Begitu ucap pada keponakan cantikku. (Fifinusantara10@gmail.com)


0 komentar:

Post a Comment