Karena Status Bu Guru

Status Bu Guru kali ini tidak seperti biasanya. Walau masih dengan nada menyemangati, tetap saja aku merasa malu dan tidak enak hati. Apa pasal? Olala, ternyata status Bu Guru lebih kurang tertulis begini “Semangat peserta ODOA sepertinya menurun…. semangat yuuk”,…. Haddeuh Bu Guru, ini saja aku mengerjakannnya dengan megap-megap. Hap…hap.

Ya, konsisten dengan One Day One Article itu ternyata seru pangkat 3. Biasanya, aku tidak memaksakan diri bila waktu berjalan begitu cepat menyisakan pekerjaan yang masih bisa ditunda, ah besok masih ada waktu. Tapi semenjak ikut ODOA, aku merasa sepeti ada yang mengejar-ngejar, eits.. bukan hantu ya.. J. Dengan ODOA aku menjadi terpacu untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan tepat waktu walau tidak selamanya berhasil. Jam biologis yang biasanya menyuruhku untuk meluncur ke dunia mimpi, malah jadinya meluncur ke dunia maya. Belum lagi kerajinanku membuka warung, sedikit banyak ‘terganggu’ dengan adanya ODOA. Ya, terkadang aku lebih memilih menyelesaikan ODOA daripada membuka warung. Soalnya, konsentrasiku segera buyar ketika ada orang yang datang lalu berteriak ‘uniii, belanja doong’. (Maaf ya para pelangganku, maklum, penulis amatir, hehehe).

Profil yang ditawarkan Bu Guru luar biasa variatifnya. Dari seorang pengusaha, penghitung pajak, release buku, pencipta game ditambah lagi seorang perempuan hebat yang inspitatif (untungnya beliau adalah Bu Guru kami, jadi sangat mudah untuk dikorek-korek). Sosok dan release yang luar biasa ini mau tidak mau menuntut tulisan yang isinya luar biasa pula. Iya doong, kan kudu seimbang. Nah, untuk membuat tulisan yang luar biasa ini, aku, aku dan peserta ODOA lainnya –baca;kami-harus mengintip dari beberapa angle, dari sudut bisnis, aktivitas, motto hidup sampai kehidupan pribadi yang boleh dishare. Tidak gampang loh, kadang pada angle ke tiga, aku harus banyak merenung, menarik nafas panjang, mengerutkan alis dan.. minum kopi (sesekali boleh ya). Soalnya beneran deh, butuh penghilang kantuk untuk bisa membuat 1 atau 2 tulisan dalam sehari.
Di tengah semangat yang membuncah, aku pernah dihadapkan pada kondisi pahit yang membuatku gemas luar biasa. Laptop rusak. Aku hanya bisa meringis dan hampir menangis. Tapi beruntunglah, Bu Guru dan sahabat memberi support bahwa semua ada hikmahnya, dan harus tetap semangat. Terimakasih ya. Maka aku harus membiarkan laptopku istirahat sejenak di sudut ruangan kamar. Membiarkan ia menikmati kesendiriannya. Tanpa hentakan jemariku, bunyi seruputan secangkir teh atau white kopi bahkan membiarkannya sendiri ketika malam menjelang. Soalnya aku harus mengukur diri dengan asma dan mimisan yang terkadang muncul tiba-tiba. Lalu, aku pun mengajaknya mengunjungi kantor service tempat ia kudapatkan.
Jadi Bu Guru, bukan semangat yang mengendur, bukan harapan yang pupus. Aku hanya mencoba berkompromi dengan diri dan keadaan. Yang pasti, semangat ini InsyaAllah tak pernah pupus. Terimakasih statusnya ya Bu Guru… juga semua sahabat…  :)  Fifinusantara.blogspot.com


0 komentar:

Post a Comment