Indari Mastuti, Semangat Penulis Perempuan







Pernah dengar nama Indari Mastuti? Yang sudah dengar dan kenal pasti geleng-geleng kepala karena kagum akan kekuatan dan kecerdasannya. Yang belum kenal? Yuk, kita lahap habis tulisan ini. Semoga bisa mengenyangkan dan jadi sayang dengan perempuan kece yang selalu sibuk menulis, mencerahkan, meeting dan mengembangkan beberapa program bisnis lainnya.

Indari Mastuti adalah perempuan cerdas. Iya dong, kalau tidak cerdas, mana mungkin ia bisa menjadi seorang  writer business specialist, pemberdayaan  perempuan dalam mengembangkan talenta kepenulisan. Walaupun pelatih bola belum tentu cerdas bermain bola, tapi Indari yang seorang pelatih ini, adalah ahlinya dalam dunia tulis menulis. Karya pertama yang dimuat di koran pada tahun 1996, membuatnya terus semangat mengasah kemampuan menulisnya.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2004, seorang Indari mulai menelurkan karya-karyanya dalam bentuk buku. Buku pertamanya yang berjudul ‘Ijinkan Aku Mencinta..’, mendapat respon positif dari penggemar novel di tanah air. Tepat 3 tahun kemudian, lahirlah Indscript Corp di bidang agensi naskah yang kemudian mengembangkan sayapnya menjadi dua kepakan besar yaitu jasa copywriting dan personal branding. Uniknya lagi, jasa ini tidak saja dilakukan face to face/ offline, tapi bisa online juga lho. 
Maraknya media facebook, twiter, email melesatkan bisnis personal branding menjadi program incaran dari beberapa perusahaan besar, seperti FE Unpad, ISIC Indonesia, Touch Point, Talkmen.com, Bank Mandiri, cHIKE Daycare, Zeti Arina, Tinker Games, Rumah Sakit Muhammadyah, Brownies Amanda, The Big Price Cut, HYPERNET, Save The Children, dan lain-lain. Whuiih..
Masih ingin melakukan lebih baik lagi, pada 24 Mei 2010 Indari mendirikan komunitas dengan anggota  13.799 yang tersebar di dalam maupun luar negeri, Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Di komunitas ini, anggota difasilitasi dengan berbagai metode pengembangan minat kepenulisan, antara lain kelas menulis yang bisa diikuti secara online. Dari yang tidak bisa menulis, menjadi mau mencoba, berani memposting tulisan sampai akhirnya  menularkan semangat ke sesama anggota dan menciptakan sebuah karya dalam bentuk artikel, cerpen, novel bahkan buku! Hasilnya? Jreeng.. silahkan ke toko buku. Lihat betapa banyaknya penulis perempuan dengan buku cantik besutan tangan hangat sang Indari, bahkan ada yang menjadi best seller. Iih, keren banget..
Seorang Indari juga tak pernah berhenti belajar. Ia sering turun langsung mendengar masukan dan nasihat dari anggotanya. Dalam statusnya Indari pernah menanyakan bagaimana agar komunitas yang diasuhnya bisa bertahan dan berkembang. Jawaban yang mengalir antara lain harus menjalin komunikasi dengan baik, memberi perhatian serius pada anggota baru, memfasilitasi kemauan anggota dan sebagainya. Semua itu diakomodasi dengan seringnya Indari share status dan testimoni semangat tentang kegiatan positif anggotanya.
Kita menjadi diri kita sendiri kerapkali bukan dengan bahasa LISAN tapi lebih banyak dengan bahasa TULISAN. Selamat menulis dan sejarahkan diri dengan pikiran yang TERTULISkan ( 7 Juni 2014). Ini adalah salah satu status Indari yang saya suka. Semangat menulis ditularkan full ke seluruh anggota.
Untuk yang ingin berkenalan dengan Teh Indari, klik facebook indari mastuti, maka akan mendapatkan sapa bersahabat dan senyum manisnya. Nggak percaya?. Klik... (fifinusantara.blog.spot)

0 komentar:

Post a Comment