Detox, Boleh Makan Gorengan, Asal… (part one)

“Duh, tadi pagi aku muntah-muntah disertai diare, jadi bolak-balik ke kamar mandi kantor. Padahal aku nggak makan yang aneh-aneh lho, hanya lima potong gorengan yang aku beli di halte sambil nunggu bis. Mulesnya berasa sampai sekarang. Gimana nih..?”. Status teman FB ku.
Waah, makan 5 gorengan dibilang nggak makan yang aneh-aneh. Ya jelas saja aneh, sarapan kok gorengan. Bukannya roti, bubur, sereal, nasi atau jus. Berdasarkan saran para ahli kesehatan, karbohidrat dan protein sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas sepanjang hari. Dan ini merupakan kewajiban tak tertulis agar pikiran bisa konsentrasi melakukan berbagai pekerjaan.
Sebenarnya sah saja sarapan gorengan, asal tidak berlebihan dan diproduksi secara higienis. Begitu juga dengan makanan yang sering kita temukan di pasar atau di supermarket besar. Beragamnya junkfood dan makanan kaleng atau kemasan, memang terlihat enak dan simpel. Tapi tahukah anda, makanan atau minuman itu dikemas melalui rantai yang cukup panjang sampai ke tangan konsumen.
 Dan ini secara otomatis menggunakan bahan tambahan sebagai pengawet. Memang menggunakan pengawet makanan, tapi tetap saja menjadi warning agar kita tidak sering mengkonsumsi makanan jenis ini.
Apa mau dikata, ternyata makanan hasil pabrik lebih disukai, khususnya anak-anak. Kalau disuruh memilih pecel atau ayam goreng cepat saji, anak pasti serentak menjawab ‘ayaaam’. Atau diminta memutuskan “jus atau minuman soda?”, maka bisa ditebak, jawaban mayoritas adalah minuman soda. Duh, bagaimana nggak miris ya.
Walau bagaimanapun, kita wajib selalu mengenalkan makanan sehat kepada generasi penerus. Pengenalan harus dilakukan secara kontinu melalui kebiasaan sehari-hari dan beragam buku bacaan. Buku Detox water karangan Drg. Deasy Rosalina dan Detox Juice yang dikarang oleh Greiche Dian, adalah buku berkualitas yang mengupas tuntas tentang racun yang ada dalam berbagai makanan dan bagaimana membuat tubuh lebih sehat dengan jus dan air putih… Continue.. (FifiNusantara.blogspot.com)

0 komentar:

Post a Comment