Berjuta Hadiah dari Sang Provokator, Indari Mastuti (Ini yang pertama)



Ehm, ini beneran lho. Walaupun kata Bu Guru Indari Mastuti, siapa saja yang tulisannya bagus, maka akan mendapatkan hadiah 1 juta dan beberapa bingkisan, tapi tetap saja menurut saya, akan ada berjuta hadiah yang bisa diraih peserta. Mantap kan? Lalu, apa dong kriteria tulisan yang bagus? Saya coba merangkum dari berbagai pernyataan dan obrolan via FB, baik dengan Teh Indari sebagai guru maupun teman-teman. Tapi, sebelumnya, kita simak dulu ya bagaimana proses kelahiran ODOA sehingga menyebabkan suasana semakin ‘panas’.
ODOA diawali dengan adanya Kelas Menulis Artikel online yang diadakan oleh IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis). Melihat semangat yang menggebu-gebu, beberapa teman mencoba mengadakan kelas lanjutan sehingga terbentuklah Group NIAT (Nulis Itu Asik dan Top). Asyiknya lagi, walau secara struktural Bu Guru tidak terlibat, eh ternyata beliau malah mengapresiasi group ini dengan memberi ‘tugas’ yang bikin semangat anggota berkobar lagi. Tugas ini juga berkaitan dengan pekerjaan Bu Guru, training dan personal branding. Peserta yang sebelumnya tidak tahu apa arti istilah itu, menjadi tahu bahkan bisa merangkumnya dalam rangkaian kalimat yang cantik. Terkadang mengalir pelan, deras dan kuat bak air terjun Niagara !.

Materi tulisan pun tidak serta merta ada. Selain diberikan data dan informasi mengenai subjek tulisan seadanya, peserta juga dituntut melacak informasi dari manapun. Bisa dari  Mbah Google ataupun kontak via FB, email dan profil perusahaan. Wow, sampai perusahaan segala?. Iya dong, kan narasumbernya bukan subjek sembarangan. Ada Zeti Arina perempuan penghitung pajak, M. Aji Prakoso penggagas game edukatif, Soedianto Oei pendiri Hypernet, Bank Madiri, Indari Mastuti perempuan multitalenta  dan beberapa tokoh muda lainnya. Oiya, melihat antusiasme yang bergitu besar, ‘Sang Provokator’ memberi materi tambahan lagi, release buku. Ckckck..
Tak ada kegentaran di hati kami untuk menerima tugas itu. Bukankah manfaatnya  dirasakan oleh seluruh peserta?. Yang sebelumnya masih tergantung mood, di kelas ini kami dituntut untuk mengedepankan deadline tapi tetap tidak melupakan kualitas tulisan. Kejar-kejaran pun berlangsung seru. Saya terpaksa off lebih kurang 12 hari dikarenakan laptop rusak dan harus diservice. Tapi semangat masih berkobar. Walau tertinggal, dengan support sang provokator dan teman-teman, saya melanjutkan tulisan dengan Bismillah, InsyaAllah dan terengah-engah..  hehehe
Nah, adapun hadiah dari Sang Provokator......  (lanjut yang kedua ya)  J

0 komentar:

Post a Comment