Sepucuk Surat untuk Ananda M (dan Korban Pedofilia Lainnya)

Selamat pagi sayang
Kamu sedang apa? Sudah bangun kan?. Nah sekarang saatnya mandi, sikat gigi, pakai baju sendiri, lalu sarapan. Jangan lupa membereskan tempat tidur dan meletakkan baju kotor ke dalam mesin cuci ya, plus doa. Semoga Tuhan memberi limpahan kebaikan mulai hari ini, aamiin.
Ananda yang hebat,
Bunda tahu perasaanmu sejak kejadian itu. Bunda juga sedih, kecewa, benci, marah dan semua perasaan negatif. Eits bukan sama kamu ya sayang. Kamu yang pintar, cute, ramah dan menggemaskan, mana ada yang tidak sayang padamu. Maksud bunda, sama oom penjahat itu. Ingin rasanya bunda menatap matanya lekat, masuk ke dalam hatinya, mengetuk nuraninya dan bilang “Hei penjahat, lihat apa yang sudah kamu lakukan dengan makhluk lucu, pintar dan menggemaskan ini!. Dimana kamu simpan rasa sayang? Mana sikap taat kepada Tuhan walaupun mungkin Tuhan kita berbeda?. Galaknya lagi, ingin bunda memukul badannya dengan sangat keras dan berdoa semoga oom itu masuk ke dalam neraka. Biar dia dihukum sama Tuhan dengan besi dan api yang panasnya ribuan kali dari panas di bumi !.


Ananda yang pintar,
Lalu bunda menarik nafas panjang… panjaaaang sekali.. tapi tetap saja beban dan rasa yang menyesakkan itu belum terobati. Kamu adalah pembuka kisah. Membiarkan manusia tersadar, begitu banyak kejahatan di sekitar kita, di lingkungan dengan lapisan keamanan super ketat sekalipun. Kamu dan orangtuamu yang hebat itu, berani mengatakan kebenaran walau pahit. Tolong sampaikan salam hormat bunda kepada mama, papa dan seluruh keluarga besarmu ya.. Kamu harus bangga dengan mereka. Kekhawatiran dan ketakutan orangtuamu pasti sama dengan bunda dan semua orangtua, siapapun dan apapun ‘golongan’nya.
Bersamaan dengan kisahmu. Adalagi kisah adik bayi yang dijahatin oleh ayahnya sendiri, kakak-kakak SMP yang dijahatin juga sama teman-temannya. Hhhhh, bunda bingung, kenapa ya sayang, manusia bisa sejahat itu?. Padahal Tuhan kan menciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna?. Tuhan juga sudah sangat berbaik hati mengijinkan kita hidup di dunia dengan semua kekayaan bumi yang luar biasa?. Diberi mata untuk melihat, otak untuk berfikir, segumpal hati untuk melihat cahaya terang bernama kebenaran?. Kenapa mereka mau mengikuti bisikan iblis dan setan ya?… hiiy serem, nanti oom dan semua teman penjahatnya pasti ditempatkan di tempat yang sama dengan kedua jenis makhluk mengerikan itu. Ya, itulah balasannya. Tunggu saja!.
Ananda yang baik,
Bunda juga tahu, betapa sulit engkau menghadapi semua ini. Pertanyaan yang datang bertubi-tubi dari saudara, polisi dan oang-orang asing yang belum pernah kamu temui, pasti membuat kamu lelah. Waktu bermainmu yang dulu banyak, sekarang berkurang. Kamu jadi nggak terlalu suka keramaian dan takut untuk bertemu orang banyak. Belum lagi sakit fisik yang kamu derita.
Ini semua pelajaran buat kita. Pertama, kita harus waspada dimanapun berada. Kedua, jangan lekas percaya dengan orang asing, bahkan orang dekat sekalipun jika mereka berusaha mendekati kita, apalagi secara diam-diam. Itu menandakan dia akan melakukan kejahatan. Ketiga, maaf ya sayang, sekolahmu harus ditutup selamanya. Ini adalah sebagai bentuk hukuman karena mereka sudah lalai, tidak berempati dan sudah membiarkan kamu dan mungkin beberapa temanmu mengalami kejahatan seperti ini!. Keempat, hukum penjahat itu dengan hukuman seberat-beratnya. Bukannya bunda nggak kasihan, ini adalah shock teraphy bagi siapa saja yang berniat ingin melakukan kejahatan di tanah air Indonesia. Hukum tidak boleh berpihak pada golongan tertentu, hukum harus berpihak pada kebenaran!. Setuju kan sayang. Semoga bapak/ibu polisi dan orang baik yang ada di KPAI, bisa menyelesaikan masalah ini hingga tuntas sampai ke akarnya. Sehingga kisahmu dan kisah-kisah lain tak akan terulang lagi. Kelima, dan yang paling utama. Berdoa, agar Tuhan selalu melindungi kita dari semua bentuk kejahatan, yang terang-terangan ataupun yang tersembunyi.
Ananda yang kuat,
Sekarang kamu harus berdiri tegak. Semangat, siap menuju masa depan yang lebih ceria. Mungkin kenangan pahit itu tak bisa hilang dari memorimu. Tak apa, kamu cukup menyimpannya dalam kotak besi, kunci rapat, simpan di ujung perasaanmu yang paling ujung dan dalam. Biarkan ia rusak dan karatan. Karena masih banyak kotak-kotak lain yang lebih bagus, baru, wangi dan keren yang bisa kamu ini dengan semua kebaikan dan keceriaanmu. Kamu nggak usah ragu untuk tampil ke depan, tunjukkan pada semua bahwa kamu kuat,. Yakinlah bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Doa kami untukmu, untuk semua anak korban kejahatan, untuk seluruh anak di belahan bumi manapun. Segala musibah yang kita alami, semoga menjadi pemicu dan media pebelajaran untuk menanamkan rasa sayang, menebarkan kebaikan dan cinta. Tuhan, ijinkan kami berjalan dan merajut asa di bumi-Mu, dengan restu dan bimbingan yang juga dari-Mu, aamin.
Bandarlampung, April 2014
Fitri_restiana@yahoo.com

0 komentar:

Post a Comment