Ngambek dan Maaf. Cerita Masa Kuliah



Cerita di Masa Kuliah

Karena ini cerita masa muda, maka kata ‘saya’ diganti dengan 'gua'. Tak apa, yaaa.... J

 *Ngambek dan Maaf*

Ada tiga memori yang terekam tentang ngambek saat masa kuliah dulu. Ketiga-tiganya bukan dengan cewek, tapi justru dengan teman cowok.

Gua pribadi punya prinsip kudu lebih hati-hati dan berusaha maksimal menghindari konflik dengan kaum hawa. Bukannya apa-apa, dengan sensitivitas tinggi, terkadang satu kata bisa membuat hati terluka. Tapi untunglah, sebagian mereka sepertinya punya radar yang  baik untuk mendeteksi mana teman yang oke, yang perlu diabaikan atau yang sebaiknya dijauhkan. Semoga gua termasuk teman yang dirindukan.. ehm..



Ngambek pertama yang gua ingat adalah saat semester awal.

Kami lagi asyik nongkrong sambil ngobrol seru di trotoar gedung D. Seorang teman mengatakan begini, “Fi, elu keren. Tapi sayang bodi elu kayak papan!”

Awalnya sih gua biasa-biasa aja. Lah, wong nyata, nje! lTapi karena digodain terus,  aye mutung lah yaw! Tak pikir, dengan tinggi badan 167 cm dan berat 45 kg, aye bisa menjalani hidup dengan bahagia. *eh, lebaaay.

Gua marah? He em.
Kenapa? Huum, bagi gua itu adalah sebentuk penghinaan. Memangnya kalau kurus kenapa? Mentang-mentang anak yatim, trus dianggap tak dikasih gizi yang cukup, gitu? Berarti doi juga menghina my mom, padahal beliau adalah perempuan terhebat yang gua punya. Weew, gua jadi mengait-ngaitkan dengan tajirnya sang doi. Sebut saja inisialnya S.

“Sementang elu anak orang kaya. Kemana-mana naek mobil. Mau apa aja tinggal bilang sama papi mami. Terus elu seenaknya aja ngehina gua? Iya?  Plaak!” Sebuah tamparan mendarat di wajah putihnya.

Rencananya gitu. Tapi enggak, kok. Hehehe. Gua kan orangnya tak pendendam dan masih ingat bagaimana cara berteman. Jadi, yang gua lakuin adalah menatapnya tajam setajam pisau daging yang baru diasah, lalu bergegas ke gedung F (Tadinya sih mau cari tiang atau  kebun bunga, eh.. J)

“Mau kemana, Fi?” tanya J.
“Ke mushola,” jawab gua singkat, padat dan jelas.

Gua sempat mendengar beberapa kalimat terlontar begini,
“Eh, Fifi marah, tuh!”
“Kayaknya iya. Nah loh! Ngambek dia!”
“Enggak mungkin lah dia ngambek. Gue kan muji-muji dia juga. Lagian, selama ini dia mah asyik-asyik aja,” bela doi.
“Elu juga ngocehnya kelewatan, sih!”
“Tapi kan elu juga ikutan ketawa!”
“Gih, sana kejer! Minta maaf!”

Gua tak dengar dialog selanjutnya. Sekelebat pandang, setelah adegan dorong-dorongan, si S mendatangi.

“Maaf, ya, Fi. Gua enggak ada maksud lain, kok. Bacanda doang.”

Gua masih bergeming. Sebel, tau!
“Fi, Ayolaah, pliiiis,”  S  mengatupkan tangan dengan wajah yang entahlah,  pura-pura melas kali.

Gua mulai menarik napas panjang.
Doi berjongkok di hadapan gua. Walau gedung F sepi, ada lah beberapa mahasiswa yang ngeliat dan sempat heran. Tapi doi cuek, tuh.

“Fi, maaf, sih. Elu temen baek gua. Kalau elu tetap marah, entar malam minggu kitorang ngopi di mana? Trus kalau nggak ada dosen, kitorang jadi nggak bisa makan soto di kantin A2L, dong. Jangan marah, ya, Fi. Gua enggak akan tenang sebelum elu maafin gua.”

Oke. Deal. Doi sukses membuat saya nyaris terkikik. Pake acara ngingetin ngopi di malam minggu segala!

“Mmmmh, iya, deh. Elu juga becandanya jangan kelewatan, geh. Masa ngomong kayak gitu di depan temen-temen. Udah, ah. Gua mau pulang.”

“Ahlamdulillah.....” (Kebayang banget wajah leganya) “Gua anter, ya, Fi? Ramean sama diorang,” tawarnya tulus.


“Ogah. Kamorang kalau mampir pasti minta ngopi trus ngobrol sampe magrib. Hari ini gua mau bantu Mama nyuci. Trus tidur,” jawab saya sambil ngeloyor.

Doi sempet senyum sebelum melongo. Mungkin senyum karena berhasil menaklukkan hati temannya ini. Lalu melongo karena berpikir, “Kitorang ngopi di mana hari ini?” Hahahaha...

Btw, makasih ya, Sob. Ternyata benar. Kita jadi sahabatan. You adalah salah satu teman baik aye. Dimulai sejak kita menjalani hari bersama di FISIP Unila.
Big thanks untuk persahabatan, sayang dan perhatiannya selama ini.

Sekarang kita sudah sama-sama menua.
Semoga persahabatan kita berkah. Dunia dan akhirat. Aamiin. :)


***
Siapakah dua teman lainnya?
Bisa jadi kamu... kamu... atau kamu..
Ceritanya insyaAllah menyusul, ya. Aye mau nengok cucian dulu. Hihihi..


#Friendship
#alkisahFitriRestiana
#penulisbahagia

Hindari Pertanyaan Ini Saat Reuni



(Bukan) Cerita Reuni Kami



“Elu masih seperti kayak dulu!”
“Iih, kok nggak berubah, sih. Masih cantik!”
“Ya ampyuun, bodi lu bisa melar gini!”
“Eh tuh kepala habis kejatuhan bunga jambu air ya? Kok putih semua!”
“Kapan-kapan gua kasih tau deh caranya ngilangin kerutan di muka!”
“Coba dulu elu jadian sama di X. Dia dah jadi orang, tau!”

Dan seterusnya... dan sebagainya... dan selanjutnya.. J

Kalimat pembuka yang menggetarkan jiwa, bukan?  (lebay)


Dear, Sahabats,
Ketemu teman yang puluhan purnama tak bersua, tentu memberi euphoria luar biasa melebihi nonton piala dunia, hihihi. Antara kangen, kepo dan pengen curhat-curhat kayak masa muda dulu. Uhuk...  Pokoknya, reuni itu ngangenin n nyenengin (entah kalau kamu.. J). Biasanya di setiap acara reuni, kopdar or whatever lah namanya, berentet kalimat itu sering terdengar, disertai cipika- cipiki dan teriakan heboh dengan suara tawa yang menggelegar.



Memang banyak sih yang enggak masalah ditanya atau disambut dengan kalimat begituan. Tapi, tak sedikit pula yang risih dan gemes-gemes mau jitak, eh.. Maka ada baiknya, hindari pertanyaan  dan komentar menyudutkan yang bisa merubah seulas senyum menjadi lengkungan kecil (walau hanya di dalam hati). Ketahuilah, mungkin yang kita ajak ngobrol itu tertawa, tapi dalam hatinya dia kecewa, marah dan pulangnya meneteskan airmata (kali ini plis, jangan anggap lebay, ya. Karena banyak juga yang curhat ke saya seperti itu, J)

Tak jarang pula ada yang saling menebar pujian. Tapi eits, tetap saja itu juga merupakan ‘UJIAN’ bagi kita. Agar tetap rendah hati dan tahu diri (baca:tak sombong)



Berikut komentar dan pertanyaan yang sebaiknya wajib dipelajari dampaknya :

1.     “Woow, kamu masih keliatan cantik, deh!”
Jangan besar kepala jika ada yang mengatakan itu kepadamu. Bersyukur mah wajib, tapi sombong? No, no, no. Ingat, kecantikan fisik pasti akan pudar. Yang paling penting adalah, kecantikan batin. Tsaaah... J

2.     “Kamu masih kayak yang dulu, ya!”
Jangan GR. Inget-inget kita dulu kayak mana. Apakah culun, baik, manis, pelit, ngeselin, nyebelin, suka nyontek, sering minggat ke kantin, nggak nyambung kalau diajak ngomong, etc. Hehehe, ayo diingat-ingat, yaa...  biar sadar diri. Wkwkwk..

3.     “Ya ampun, bodi elu melarnya kemana-mana!”
Dear, Temans, walaupun saya belum pernah mendapat sambutan seperti ini, tapi jujur saja, saya merasa tak nyaman mendengarnya. Apalagi jika disertai tatapan mata yang lebay akut dan teriakan heboh level 99,9! Duuh, plis, belajarlah bijak memahami kondisi psikologis dan emosional orang lain.
Ada sih yang cuek dan jawab gini, “Yee, ini namanya seksi, Sist!” atau “Yang penting mah laki gua nempel terus kayak perangko!”, tapi banyak juga yang tak suka mendapat sambutan seperti ini dan cuman bisa menyembunyikan dalam hati, takut merusak suasana, pikirnya. He em, percaya, deh! So, hati-hati bicara, yaaa, Sister sayaang J

4.     “Ih, elu keliatan lebih tua, deh. Tuh kerutan di muka dah kayak lipetan tumpukan baju!”
Ada yang ngomong gitu? Adaa, Bro n Sist. Tega banget, ya?  He em. Saya aja dengernya pengen jitak bolak-balik. Tapi kudu sabar, yak. Pan abis maaf-maafan, hehehe..

5.     “Elu enggak bosen hidup sendiri? Makanya dulu jangan pilih-pilih!”
Ya Allah, ini adalah kalimat ‘terjahat’ yang pernah saya temuin. Soalnya pernah ngalamin, xixixi. Tapi karena saya orangnya baik hati, ramah, tak sombong dan tak pendendam, ya saya jawab gini, “Allah sudah nyiapin yang terbaik. Gue lagi mantesin diri untuk nerima semua itu.” Dijamin, yang nanya pasti speechless (kecuali kalau doi emang hobbynya nge-bully),  xixixi...

6.     “Eh,  mantan elu sekarang keren banget, tau. Sayang dulu kalian tak berjodoh!”
Hihihi, kalau  ketemu yang beginian, boleh deh dikasih senyum, tawarin teh dingin, atau seduhin kopi. Tapi ingat, jangan pake sianida, ya. Cukup ganti gula dengan dua sendok garam, hahahaha (ecaknya ketawa jahat)

7.     Dan seterusnya.. sebenarnya masih banyak, sih. Tapi sungguh, lupakan saja! Wkwkwkwk..

Intinya mah, jadikan reuni sebagai ajang menjejak akrab tali silaturahmi.
Dan jangan lupa berdoa, agar pertemanan yang dbina penuh berkah Illahi. Aamiin.

Alhamdulillah reuni #FISIPUnila94 kemarin kami tak begitu. Semua enjoy dan lebur dalam suasana hangat, dingin dan seru-seru cetar. J


Love you all, Friends..
Big thanks, yaa.. 
#AlkisahFitriRestiana





























Tips Mengatasi Anyang-anyangan






Ada tiga pengalaman yang saya ingat mengenai anyang-anyangan.  Pertama,  saat sedang berpergian. Kedua, saat berkunjung di hari raya beberapa hari yang lalu (karena banyak dan lama). Dan ketiga, saat sedang asyik menulis. Rasanya itu, duuuh, enggak enak banget, deh!

Memangnya anyang-anyangan itu apaan, sih? Penyakit baru? Bisa disembuhkan? bermula dari apaan?  Yuk kita bahas pelan-pelan. Eh tapi, sebelum baca, jangan lupa minum air putih, ya. Biar asupan cairan ke tubuh kita tetap stabil dan konsentrasi terjaga saat membaca tulisan ini. J

Anyang-anyangan adalah suatu keadaan aatau rasa ingin buang air kecil terus menerus yang disertai nyeri dan tidak lancar. Penyebab anyang-anyangan  antara lain :

1. Sering menahan buang air kecil
Yang ini saya banget, deh. Apalagi kalau sedang asyik menulis atau saat berada di suatu tempat yag menurut perkiraan saya toiletnya ‘tidak aman’ alias kotor. Kalau sudah begini, saya bela-belain cari tempat yang layak atau bahkan menahannya.  Pada akhirnya ya bisa ditebak, saya harus bertemu dengan penderitaan yang seolah tak berakhir. Anyang-anyangan, hiks... (lebay, hehehe)
2   2. Air membasuh yang tidak bersih dan
     3.Arah pembasuhan setelah BAB yang tidak benar, sehingga menyebabkan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih 80 % terjadi karena adanya bakteri E-coli yang menempel pada saluran kemih/kencing. 



Saat bersilaturahmi Idul Fitri kemarin saya mengalaminya lagi. Alasan yang lebih masuk akal sepertinya karena saya enggan dan sungkan untuk minta ijin ke toilet tuan rumah. Alhasil ketika sampai di rumah perut bagian bawah saya nyeri dan buang air kecilnya agak tersendat. Nggak enak banget, deh. Jadinya uring-uringan sehingganya itu cemilan lebaran saya cuekin, eeh..


Cara mengatasi anyang-anyangan

Alhamdulillah setelah mengikuti anjuran pak suami agar banyak minum air putih, nyerinya sedikit berkurang. Selang beberapa waktu kemudian baru ingat kalau ada stock  prive uri-cran di lemari. Langsung deh saya konsumsi. Rasa dan aromanya yang segar bikin saya mau minum lagi, lagi dan lagi.. (tapi nggak boleh. Kan harus proporsional, hehehe...)


Apa itu uri-cran?
Uricran adalah minuman kesehatan yang berasal dari ekstract cranberry, buah yang telah lama diteliti dan digunakan di Amerika.  Efektif mencegah infeksi saluran kemih karena kaya akan proantocyanidin (menghindari penempelan bakteri E-coli pada dinding saluran kemih). Hasil penelitian membuktikan bahwa buah yang berwarna merah ini mengandung sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan, sebagai antioksidan dan ekstraknya mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kencing. 


Untuk hasil maksimal, sebaiknya mengkonsumsi 2 gelas sehari selama lebih kurang 10 hari. Dengan begitu, insyaAllah hidup Anda akan kembali normal dan terhindar dari anyang-anyangan. J

Selain mengobati anyang-anyangan, buah yang termasuk tanaman semak dan liar ini juga bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan menghindari penyakit kanker. Hal ini karena buah cranberry mengandung banyak vitamin c, flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin dan quercetin dan senyawa fitokimia, salah satu sumber antioksidan.



Karena terdiri dari bahan alami dan proses yang higienis, maka minuman produk Combiphar ini aman dikonsumsi untuk anak-anak, asalkan sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter dan para ahli.


Setelah tahu penyebab anyang-anyangan dan cara mengobatinya, maka saatnya sigap dan cermat untuk selalu menyediakan produk prive uri-cran di rumah, baik yang berbentuk kapsul ataupun powder sachet. Produk ini bisa didapatkan di apotek, supermarket atau minimarket yang tersebar di penjuru tanah air dengan harga terjangkau.

O iya, ada kuisnya juga sampai tanggal 30 Maret 2018, loh.
Ikuti My Uricran’s Loyalty Gift dengan cara mengupload struk pembelian ke http://uricran.co.id/gift dan kumpulkan poinnya. Akan ada banyak hadiah menarik. Banyaaak.... J

Saya mah selalu menyediakan Prive uri-cran di rumah. Kamu juga, yaaa.... J

****

Web  : http://uricran.co.id/
Fb     : prive Uri-cran
Ig      : @uricran.id        

****
Penulis
Fb. Fitri Restiana
Ig. fitri_restiana 


Celoteh Para Blogger tentang Banana Foster



Celoteh Para Blogger tentang Banana Foster
 
Hengky diapit Tapis Blogger

Jumat, 2 Juni 2017, saya meluncur ke Jl. Wolter Monginsidi demi memenuhi undangan soft launching Lampung Banana Foster. Kali ini sang Tegar Arung Nusantara tidak ikut dengan alasan yang sangat elegan dan membuat emaknya terharu plus meleleh mengharu biru. “Dedek kan mau tarawih, Nda.” MasyaAllah.. J Baiklah, sang emak akhirnya janjian dengan Mbak Izzah Annisa, sang penulis buku cerita anak yang unyu.

Tak perlu tanya jalan, karena lokasi outlet Lampung Banana Foster sangat strategis, sejajar dengan Perpustakaan Daerah, salah satu wilayah jajahan saya, hihihi. (Besok-besok, kayaknya asyik nih me time di perpustakaan sambil nyemil banana foster chocolate. Nyam...nyam....nyam...)


Lokasi di depan Hotel Praba

 Ketika sampai, rupanya acara sudah dimulai. Kursi-kursi nyaris terisi penuh. Ada sekitar 200 tamu berasal dari pemuka masyarakat, tetangga kiri kanan depan belakang, para blogger, vlogger dan berbagai komunitas. Dua mc keren dengan gesit memandu acara sehingga terasa cetar membahana plus menggelora. 
Bersiap menghadapi keseruan :)


Ngobrol santai dengan kak Hengky

Setelah memotret di beberapa titik, sambil ngobrol sedikit dengan beberapa teman dari Tapis Blogger, saya menyimak dengan tekun penuturan Kak Hengky Kurniawan. Menurut lelaki humble yang memang gemar berbisnis ini, Lampung Banana Foster akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi salah satu icon kuliner dan oleh-oleh kekinan di Lampung. Dengan perpaduan sumber daya alam dan manusia yang berkualitas, doi optimis bisnisnya ini akan berjalan baik. “Yang utama, saya memohon doa dari bapak dan ibu agar usaha saya dan tim ini mendapat berkah dan bermanfaat,” ujarnya sambil mengatupkan tangan. Baginya profit itu penting. Tapi di atas itu, berkah adalah yang utama. Keren kali laah, Kakaaaak... J

 
Aksi para jagoan Tapis Blogger
Ada sekitar 10 voucher yang masing-masing bernilai 100 ribu dibagi ke tamu yang maju menerima tantangan dan bertanya. Empat anggota Tapis Blogger berhasil membuktikan eksistensnya. Selamat.... selamat.. kalian luaaar biasyaah... hehehe..

Tadinya mau tampil di sesi ketiga, tapi sayang waktunya sudah habis. Saya hanya mau menyarankan begini. Demi membumikan Sai Bumi Ruwa Jurai di tanahnya sendiri, alangkah baiknya Lampung Banana Foster menampilkan ‘something different” dari outlet-outlet kuliner lainnya. Salah satu caranya adalah menempelkan aksara Lampung dan space kosong supaya pengunjung bisa belajar aksara Lampung. Apa hebatnya sih aksara Lampung? Bukannya etnosentris, loh. Tapi, aksara Lampung memang merupakan kekayaan nusantara yang wajib dibanggakan bersama beberapa aksara lainnya, seperti  Batak,  Jawa, Bugis, Makassar. Naah, kan asyik tuh kalau generasi muda dan anak-anak bisa memahami aksara Lampung dan belajar memaknai artinya? Setuju, yaa....?

 
Belajar Aksara Lampung, yuuk :)


Oke, balik lagi ke acara.
Setelah ngobrol seru, kami mendengarkan tausyiah dari seorang  penceramah. Beliau mengingatkan tentang zakat dan menyarankan agar bisnis Kak Hengky melibatkan masyarakat sekitar. Usul cerdas ini rupanya memang sudah disiapkan Hengky jauh-jauh hari. “Usul Pak Ustadz jleb di saya,” ujarnya tersenyum bergaya menancapkan benda tajam di dada. “InsyaAllah itu adalah hal yang utama. Bagi saya pribadi, zakat bukan saja merupakan kewajiban, tapi lebih daripada itu, keinginan untuk berbagi dengan banyak saudara. Alhamdulillah, tim dan partner di Lampung Banana Foster memang banyak dari orang Lampung juga,” lanjutnya santun. Weew, ketjeh badai kan, yak? All out gitu, looh... 

Adzan berkumandang. Kami disambut oleh cemilan yang manis-manis sebagai sunnah. Tiga potong kurma, sepotong banana foster, kolak pisang pelangi, aneka es dan air putih. Tak hanya itu, usai sholat kami disuguhkan menu berat berbuka puasa (dilala jadi ingat dengan anak-anak di rumah. Eh tapi tadi si emak sudah menyiapkan buavita, aneka cemilan dan empat potong mpek-mpek lenggang ukuran jumbo, ding. Jadi cukuplah, yaaa.. J)
Menu berbuka yang begitu menggoda..


Sesi foto-foto dan menikmati banana foster adalah moment yang paling seru. Selain memang tampilannya cantik, aroma dan rasa cake ini lebih soft dan tajam daripada saat meet n greet di hotel Batiqa pada tanggal 17 Mei lalu.  Saya menemukan beberapa sensasi saat menikmatinya. Bertemu dengan peanut butter, filling coklat dan deraian keju parut, asli membuat saya ‘meleleh akut’. Berasa dimanjain gitu. Sebagai pencinta coklat sejati, tentu saja ini menjadi penganan yang wajib ditanya resepnya, eh wajib dibeli maksudnya, xixixixi... (baca keseruannya di sini http://www.fitrirestiana.web.id/2017/05/lampung-banana-foster-destinasi-kuliner.html)


Kelima jenis cake ini memiliki sensasi yang unik walaupun  semua berbahan dasar dari pisang. Aroma kayu manis, coklat dan keju kualitas tinggi benar-benar membuat kepo. Sayang saya tak sempat melihat proses bakingnya. Eh tapi ada untungnya juga, sih. Soalnya tak bisa terbayangkan bagaimana saya harus berjuang antara ‘menghadapi’ atau ‘menikmati’ aromanya yang bisa dipastikan menggoda iman, hihihihi... 
Kebayang kan rasanyaa....

Tanggapan para teman blogger pun bervariatif. Ada yang bilang  lebih suka filling peanut, ada yang lebih suka aroma rempah, ada yang bilang terlalu manis. Dan banyak juga  yang bertanya, “Eh, kapan lagi kita kemari, yak?” Sudah bisa diduga doong alasannya. Apalagi kalau bukan karena karena ketagihan. Hmm...

Rasa pisangnya nendang...


Btw, kami tentu berfoto-foto dengan Kak Hengky. Ada satu masalah utama, lagi-lagi KAMI TAK BERFOTO DENGAN TIM BANANA FOSTER! Ckckck, sampai terualng dua kali. Semoga kali ketiga, kita bisa berfoto dalam formasi lengkap, yaa. Aamiin.

Kak Hengky juga berkenan berfoto dengan sebagian penulis Lampung. Kali ini saya, Mbak Izah dan Kak Yoga tak membuang kesempatan. Kami ‘menodong’ beliau untuk berfoto dengan buku terbaru kami, hihhihi... simbiosis mutualisme kita, ya, Kakaak. Pan judulnya bersinergi, J
 
Bersinergi.. :)


Bersama sang begal cinta


Yang lebih ketjeh lagi, Pemirsah, semua tamu puang dengan wajah ceria tersebab membawa oleh-oleh masing-masing satu loyang cake pisang. MasyaAllah. Murah hati kalilaaah tim Banana Foster ini.Alhamdulillah. Semoga semakin berkah usaha dan usianya, yaa. Aamiin.

Setia menemani saat merangkai kata

Big thanks to Lampung Banana Foster. You are the best one!

Naah, untuk yang mau merasakan sensasi cetar olahan pisang, ayo ke Lampung Banana Foster! Open launching di tanggal 10 Juni 2017. Dateng, yaaa... J


Tabik.


Fitri Restiana
Ig. Fitri_restiana



#LampungBananaFoster
#OlehOlehKekinian
#OleholehLampung
#OlahanPisang
#TapisBlogger
#KulinerKerenDiLampung
#BananaFosterLampung
#BukuPetualanganKeNegeriAkhlatusia
#TigaSerangkai