Aku dan Mama

Postingan pertama di tahun 2018.

Me n mama....

Mama dan saya sama2 berbintang Aries. Terkenal dengan kepribadian yang tegas sekaligus lembut dan pengiba. Percaya enggak percaya, ada beberapa bagian yang sepertinya benar. Terutama yang baik-baiknya.. hehehe.. #maksabangetdotcom


Mama, walau tak terlalu humoris, tapi beliau disayang banyak orang. Terutama kakak adik ninik mamak para saudara dan tetangga. Apa pasal? Karena mama itu pintar! Mulai dari paham rumus2 matematika, bikin kue lebaran, cemilan, sampe lauk yang semuanya enak.
Mirip sama saya? Anda salah, pemirsah.. terutama di bagian matematika, yaaa..

Saya lebih suka mengarang bebas dan mengeksplorasi ide walau nilai matematika dulu tak pernah di bawah standar. Mama lebih suka ilmu pasti dengan deretan angka yang bikin saya termehek2. Kecerdasan mama di bidang ini menurun ke dua kakak saya yang lain.

Trus, saya nurunin apanya? Bentar. 
Pertama, apakah memasak? sediikit kayaknya.
Bagi mama, memasak itu wajib. Mood atau enggak mood, mama tetap harus masak. Menu minimal mama adalah sambel telur yang telurnya tak boleh dibelah. Atau telur dadar tebal dengan irisan bumbu, kentang dan sayuran di dalamnya.
Sedangkan memasak bagi saya, penuh dengan jurus "tergantung". Tergantung ada bahannya apa enggak, fasilitasnya lengkap atau enggak, suasana mendukung apa enggak, yang pasti mah, saya mood apa enggak... hihihi... makanya, penting sekali menjaga mood memasak saya demi agar tak terpancing ke warung makan padang atau tempat makan yang berseliweran bebas di depan gang.

Kedua,  selagi muda, mama tak suka pakai daster. Beliau lebih suka memakai baju satu stel. Biasanya berbentuk rok selutut. Makanya dulu banyak yang menyangka mama itu seorang guru sekolah (yang sebenarnya mama adalah guru terbaik bagi kami, anak2nya).
Yang ini, 100 persen saya banget. Seinget saya mah, seumur2 saya beli daster 3 potong, 5-6 lainnya dibeliin ama kakak2 yang baik hati n sayaaaaaang banget ama adeknya ini... *love Bu Ven n semua iparku nan ketjeh.... 😍😍. Sampai sekarang pun, saya cuman punya 3 daster. Selebihnya, kostum sehari2 saya adalah... biiiip....

Ketiga, di dalam rumah, mama tak suka memakai sendal (kecuali jika dalam keadaan sakit). Berisik dan terkesan tak peka dengan lantai rumah. Hihihi, mamaaa.... mamaaa... bisa aja cari alasan. Kok kita sama sih, Ma? *kakakku yang satu lagi, jangan baper ya.. ini kata mama looh. Hahaha..

Keempat, mama juga anti buang makanan. Saya pun belajar mengikuti jejaknya walau kadang gagal. Kalau ada sisa nasi, dibikin bakwan pake cuka. Kalau ada sisa teh, dibikin es balon. Semua yang sisa2 biasanya langsung digarap. Mubazir itu temannya setan, begitu kata mama.

Mama,
Tak pernah ada kecukupan kata untuk kurangkai menjadi kalimat jika itu tentangmu... 😢😢

***

Kemarin saya bikin sambel ikan teri campur bakso ayam. Seorang kakak berujar, "Fi, sambelnya mirip buatan mama. Apalagi kalau dikasih kacang," ujarnya pelan.
Saya tergugu dan menarik napas panjang. Maunya sih nangis, tapi takut dikatain tiga bujang yang sedang mengelilingi saya. Biasanya mereka ngomong gini, "Bunda mah cengeng. Masa nonton film kartun yang melow dikit bisa nangis." Duuh, para pangeranku. Tidak tahukah bahwa pernyataan kalian itu menusuk perasaanku? *dahcengenglebaypula 😂😂

***

Dear, my lovely mom...

Ketika katamu seumpama instruksi, aku janji akan menjalaninya sepenuh hati
Jika tatapanmu semisal sinar rembulan, aku akan menikmati bagaikan sejoli di bawah sinarnya
Tetaplah menjadi cahaya... dimanapun engkau berada.... 😢😍😍

#EdisiKangenMama
#AlkisahFitriRestiana
Sebagian tentang mama, terangkai dalam buku saya, #bukucintatanpasyarat

Ustadz Felix Siauw, Benarkah Ceramahnya Berbahaya?



 
Tausyiah  yang mencerahkan!

 Talkshow Inspiratif Ustadz Felix Sauw.
The Miracle of Hijrah.

Ahad, 24 Desember 2017

 Pagi ini kami bersemangat sekali menghadiri talkshow inspiratif  yang digagas oleh komunitas #yukngaji dengan menghadirkan Ustadz Felix Siauw. Temanya keren deh, The Miracle of Hijrah! Keajaiban Hijah. Pukul 07.50 wib, Viny ( adek sepupu) dan Tante sudah menjemput, dan kami langsung meluncur.

Sampai pintu gerbang kampus Malahayati, dua ikhwan menghadang. Rupanya tempat talkshow dialihkan ke gedung Pasca Sarjana Universitas Bandarlampung dengan alasan tempat tidak mencukupi. Well, setelah mengucapkan terimakasih, kami pun balik arah.

Viny dan Tante Ita

Ruang Mahligai Agung sudah mulai terlihat ramai. Kami mendapat nomor parkir motor di angka 800-an, padahal sesudah kami masih banyak yang datang berbondong-bondong. Alhamdulillah. Oh iya, sempat bersua dengan Mbak Rika Altair, sesama Tapis Blogger. Kami duduk sampingan sebelum Ustadz meminta agar semua peserta mendekat supaya lebih nyaman dan akrab.
Registrasi peserta yang teratur
 
Tepat pukul 09.00 wib, acara dimulai. Lantunan ayat suci Al quran dari adinda M. Rakish membuat peserta terpaku dan menyimak dengan khusyuk.
 
Pembacaan kalam Ilahi
Prolog yang asyik

Sesosok laki-laki berjenggot lebat naik ke panggung dan menyapa kami dengan ramah, lalu mengucapkan salam. Namanya Ustadz Cahyo. Kalau dari kasat mata, kayaknya beliau orangnya serius-an. Eh tapi pas ngobrol, duuh, banyak yang terpingkal-pingkal. Joke-nya cerdas dan materinya sangat mencerahkan.
 
Ustadz Cahyo yang bikin gerrrr


Hijrah itu artinya pindah, bergerak, berubah ke arah yang lebih baik. Dilakukan secara terus menerus, konsisten  dan tak boleh berhenti selama masih ada usia. Ingat, teman-teman, menua itu pasti, dewasa itu pilihan. Jadi idealnya adalah menua dengan dewasa.”

Jleb! Kena banget, deh. Terkadang manusia -terutama saya-  menikmati menua dengan apa adanya. Hanya menjalani, tak mengisinya dengan perbuatan yang mendekatkan diri pada Illahi robbi. Terjebak pada rutinitas yang kita anggap hebat, padahal sebenarnya tak begitu. Hiks. Saya bergumam, “Ya Allah, sempatkanlah. Sempatkanlah.”

Banyak yang bikin gerrr. Ini salah satunya.

Cowok zaman sekarang itu banyak yang baper.  Beli gorengan tahu isi, langsung sedih. Ngelamun. Bahkan ada yang guling-guling. Pas penjualnya bertanya kenapa, jawabnya gini, “Tahu aja ada isinya, Bang. Lah hati saya enggak ada.. huhhuu...

Aula langsung geger. Secara itu para jomblowan kena skak! Hihhihi..

Tak lama kemudian, acara inti dimulai. Tausyiah dari lelaki bermata sipit, Ustadz Felix Siauw.

Semangat belajar dengan bismillah with tante tercinta

Hijrah yang indah.

Laki-laki berpostur sederhana, bermata ‘segaris’ dengan batik berwarna terang naik ke atas panggung. Peci putih menutupi sebagian kepalanya.
 
Kolaborasi yang ketjeh
“Assalamu alaikum warrahmatullahi wa barokatuh!”

“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh!”

Sebelum kita ngobrol, saya ingin mengingatkan teman-teman tentang NIAT datang kemari. Yang niatnya hanya ingin bertemu dengan saya, tolong jangan. Yang niatnya hanya ingin kumpul-kumpul, jangan. Perbaiki niat, yaitu  karena Allah, maka semua ilmu akan diperoleh dengan mudah. Ilmu itu bukan didapat melalui proses belajar melulu, tapi yang utama adalah diberi. Allah memberi pada siapa saja yang dikehendaki. Bagaimana supaya layak dikehendaki? DEKATI ALLAH. CINTAI ALLAH. InsyaAllah temen-temen sudah mendapatkan ilmu bahkan sebelum datang ke majelis ini. Aamiin.

Mendengar ini, saya belajar meluruskan niat. Tadi niatnya memang selain mendengar ceramah, jujur saya ingin melihat Ustadz Felix Siauw, baik dari tampilan fisik maupun konten ceramahnya. Apakah seperti yang dibicarakan ‘orang-orang’ nun di luar sana, yaitu ceramah beliau anti NKRI dan penuh kebencian pada pihak lain. Ternyata setelah mendengar tuntas, hohoho.. zoooonk! Ceramah beliau benar-benar keren, memotivasi dan memberi  inspirasi pada semua kalangan.  

Keimanan adalah modal utama mendapat berkah dan pengampunan. Ya, Allah akan memberikan berkah dan pengampunan pada mereka yang beriman. Yang tak beriman, tentu tak layak mendapatkan pengampunan. Bagaimana pun seseorang melakukan kejahatan, selagi ada iman di hatinya, pasti Allah akan memberi balasan setimpal.”   

Hampir di setiap akhir statement, Ustadz Felix Siauw berujar “Paham ya, teman-teman?”  atau “bisa dipahami sodara-sodara?”
Ini mengingatkan pada sahabat saya yang seorang Cina. Doi juga kalau ngomong begitu, dengan ritme yang  cepat dan bahasa tubuh yang lebih banyak memainkan gerak tangan. Apa memang gaya mereka seperti itu, ya? Hehehe.

Gaya bicara yang  blak-blakan dan tetap santun

Lanjuuuut.

Ustadz Felix Siauw menceritakan dengan gamblang bagaimana beliau memulai kehidupan berumah tangga, sempat menjadi penjual emas. “Ya, emas istri saya jual untuk menambah biaya kuret beliau. Tak lama kemudian, motor istri terpaksa dijual. Tapi alhamdulillah, selang beberapa tahun berikutnya, atas ijin Allah, saya bisa menggantinya bahkan kami mendapatkan yang lebih. Alhamdulillah,” ujarnya penuh keharuan.

Naah, para jomblowan joblowati, jangan khawatir untuk menikah. Kembalikan lagi semua pada NIAT. Kalau niat lurus, insyaAllah semua akan berjalan baik-baik saja. Tinggal tergantung bagaimana kita memaknainya. Jangan pernah takut. Tapi juga jangan nekat. Hehehe... ups!


Ciri khas kenikmatan  dunia ada tiga. 1. Akan berkurang. 2. Ada batasnya. 3. Akan berakhir. Misalkan tentang makan. Mangkuk kedua tak sama nikmatnya dengan mangkuk yang pertama. Kekayaan yang kita miliki pasti akan berakhir kepemilikannya. Intinya, semua adalah FANA. Maka, dengan memahami itu, tibalah saatnya kita HIJRAH. Berubah untuk kembali memahami hakekat HIDUP YANG KEKAL. Alam AKHIRAT.

Ya Allah, saya menarik napas panjang. Mengingat salah. Mengingat khilaf. Dan terutama mengingat dosa yang seumpama air di lautan. Astaghfirrullah...


#YukNgaji

Acara talkshow inspiratif ini sekaligus juga launching program #yukNgaji di Lampung yang diinisiasi oleh Kang Hussein, lelaki keturunan Solo, direktur umum Desainku. Sebelumya komunitas ini sudah ada di beberapa daerah seperti Palembang, Bandung, Jogja, Depok, Bekasi, Bali,  Samarinda dan kota lainnya di tanah air. Kegiatannya apa saja? Monggo atuh cek ricek di akun instagram n kontak no wa-nya, @yukNgaji #yukNgajiId, 087778338887

kang Hussein, jago main gitar juga, looh.

******

Kembali ke niat. HIJRAH. InsyaAllah akan banyak nikmat berkah yang didapat. Semoga acara ini bisa terus berlanjut, melakukan kajian dengan cara yang asyik dan mengena khususnya untuk kaum muda.

Terimakasih Ustadz Felix Siauw yang santun dengan ilmu yang bejibun.
Terimakasih komunitas Yuk Ngaji.
Terimakasih Rektor UBL M. Yusuf Barusman.
Terimakasih untuk adikku sayang, Viny Djamal dan Tante Rahmasita yang sudah berkenan mengajak dan menemani sang #penulisbahagia ini.

Semoga kita mau, bisa dan dikuatkan untuk berHIJRAH. Aamiin...


Usai ceramah, kami menghampiri beliau untuk memberikan buku solo perdana saya,  Cinta Tanpa Syarat.
 
Ustadz Felix Siauw bersama buku Fitri Restiana, Cinta Tanpa Syarat
"Ustadz, bolehkah saya memfoto ustadz memegang buku saya? Sendiri saja?"
"Oh, tentu saja."
Cekrek.. cekreek...

"Ini bukunya untuk ustadz dan Umi. Tolong sampaikan salam untuk beliau."

"Wah, alhamdulillah. Terimakasih, ya, Mbak," balasnya tersenyum sambil mengatupkan tangan.

Sang penulis bahagia riang tak terkira. Alhamdulillah.

MasyaAllah, santun sekali ustadz muda ini. Ada satu kesamaan  antara saya dan beliau walau enggak mirip-mirip  amat,yaitu mata yang sipit. Jadi kalau lagi ketawa, orang-orang bisa ngabur enggak ketahuan, hihihi.  *maksadotcom
 
Peserta yang membludak.MasyaAllah!
 
Catatan.
Ustadz Felix Siauw juga memberi ceramah di Mesjid Villa Citra dan Al Hikmah dengan tema tentang Al Quds. Sayang saya tak bisa menghadiri dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu. J


Salam,

Fitri Restiana/ ( fr )
Facebook Fitri Restiana
Instagram Fitri_restiana
Twitter @Fitri_restiana

Buku Princess Muslimah dan 9 Mutiara kasih Sayang. Fitri Restiana dan Watiek Ideo





Judul Buku           : Princess Muslimah 3 dan 9 Mutiara Kasih Sayang
Penulis                 : Watiek Ideo dan Fitri Restiana
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku           :  128 halaman
Harga                    : 70.000
ISBN                    : 9786020335193
Cetakan                : Oktober 2016

Princess Muslimah

Behind the scene Buku Princess Muslimah dan 9 Mutiara Kasih Sayang

Ini adalah buku ketiga saya, masih duet dengan Mbak Watiek Ideo. Sebelumnya ada dua seri lain Mbak Watiek (saya tak terlibat), yaitu Princess Muslimah dan 9 Mutiara Akhlak, serta Princess Muslimah dan 9 Karakter Pemimipin Hebat. Alhamdulillah ketiga-tiganya ketjeeh.

Kalau seri Aku Cerdas berbentuk picture-book, kalau yang Princess ini namanya ilustrated-book, jumlah kalimat lebih banyak dan biasanya diperuntukkan untuk anak usia  7-12 tahun (walau tentu saja nggak saklek). Buktinya saya dan keponakan saya yang udah menjelang gadis, suka dengan buku ini, hehe.

Ada sembilan cerita tentang kehidupan para putri dengan ilustrasi yang cantik, menarik dan menggemaskan. Bisa dibayangkan para putri dengan gaun yang manis, penuh warna dan tak mewah, memenuhi kaidah dengan tetap mengedepankan khas anak-anak. Kebayang, kaaan? Hihihi
 
Bersama MbakNaqiyyah Syam, founder Tapis Blogger
Waktu kecil saya pernah membayangkan bahwa saya adalah Putri Minang yang hilang (healaaah.. imajinasimu, Upiaak, J). Ecaknya kan saya merantau ke Lampung, eh ternyata pas dirunut-runut ternyata saya ini keturunan darah biru. Jadilah saya menjelma sebagai putri sejati. Yang santun, ramah, penyayang, nggak suka marah-marah, sabar, dll, dsb, dsb. Mimpi banget, ya. Secara pada kenyataannya setelah dewasa saya jauh dari sifat sempurna itu, wkwkwkwk.

Ecaknya Princess Fifi :)

Eh tapi seenggaknya saya punya mimpi baik yang saya berusaha maksimal bisa mewujdkannya. Menjadi putri? Bukan, tapi menjadi perempuan solehah. (Tolong diaminkan, ya, Temans :) )

Well, inilah isi Buku Princess Muslimah dan 9 Mutiara Kasih Sayang

1.     Putri Husna dan Sahabat dari Desa oleh Fitri Restiana
2.     Tamu dari Jauh oleh Fitri Restiana
3.     Perjalanan Pelipur Lara oleh Fitri Restiana
4.     Sepatu Spesial oleh Fitri Restiana
5.     Sebotol Susu dari Putri Afifah oleh Fitri Restiana
6.     Sahabat Istimewa oleh Watiek Ideo
7.     Siapa yang Salah? Oleh Watiek Ideo
8.     Ide Putri Rania oleh Watiek Ideo
9.     Rencana Sang Pangeran oleh Watiek Ideo

Putri Husna dan Sahabat dari Desa

Putri Husna adalah seorang putri kerajaan, sementara kelima sahabat barunya adalah anak-anak desa dari kalangan biasa.

Meski berbeda latar belakang, Putri Husna tidak mempermasalahkannya. Begitu pula sebaliknya, kelima sahabatnya tetap percaya diri sesuai kemampuan mereka untuk menghibur Putri Husna yang sedang sakit. Tidak disangka, Putri Husna menyukai ubi rebus dan kue sederhana buatan mereka. Bagaimanapun, persahabatan yang tulus jauh lebih istimewa. Alhamdulillah.


Tamu dari Jauh

Islam mengajarkan kita untuk saling bertoleransi dan berbagi. Saling bertoleransi adalah kunci utama dalam menghargai perbedaan. Ini terlihat dalam persahabatan antara Putri Fitria dengan Putri Keisha.


Kedua putri itu juga saling berbagi cerita tentang kebiasaan baik. Putri Fitria memberitahu manfaat bangun pagi kepada Putri Keisha, sementara Putri Keisha menganjurkan Putri Fitria untuk merapikan dan menghargai barang-barang yang ia punya. Berbagi itu tak selalu berupa barang, namun bisa juga tentang pengetahuan.  Oh iya, Keisha adalah nama putri tercintanya Mbak Watiek, yang manis, sabar, penyayang dan ramah.  Terimakasih, Kak Keisha solehah J


Sepatu Spesial untuk Putri Nisa

Allah SWT tidak menyukai seseorang yang bersikap berlebihan dalam menginginkan sesuatu. Seperti sikap Putri Nisa yang memaksa ingin memiliki sepatu kaca hingga dia lupa bahwa ia perlu menyukuri apa yang ada di sekelilingnya.
,
Tak perlu memaksakan diri memiliki suatu barang jika itu bukan kebutuhan. Ingat, persaudaraan dan persahabatan dan kasih sayang jauh lebih penting dari itu semua.

Naah, penulisan ini cerita ini seru, looh. Kami berdua sampe ngegugel-gugel nyari sepatu untuk Putri Nisa. Mulai dari model, warna, bahkan bahannya. Segitunya? He em. Mungkin karena  saya dan Mbak Watiek kan orangnya enggak gegayaan n sukanya yang santai plus sederhana, jadi agak bingung cari yang pas n ngetren, hihihii..


Sebotol Susu dari Putri Afifah

Senang sekali melihat orang lain tersenyum menerima kebaikan dari kita. Kesederhanaan dan kejujuran Ikhlas sangatlah luarbiasa. Itulah yang membuat Putri Afifah tanpa ragu memberinya sebotol susu tambahan. Putri Afifah juga dengan tulus mendoakan ayah Ikhlas agar lekas sembuh. 

Sudah kewajiban bagi sesama untuk saling memberi kebaikan dan mendoakan. Kamu ingin melakukannya juga?

Sahabat Istimewa

Setiap muslim harus bershadaqah. Bershadaqah pun ada berbagai cara. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kirana yakni membantu memudahkan urusan orang lain.

Kirana tak segan membantu nenek yang kesulitan menyebrang dan mencari ibu dari anak kecil yang tersesat. Apa yang dilakukan oleh Kirana akhirnya menginspirasi Putri Kayla bahwa berbagi kasih sayang bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana dengan berbuat kebaikan bagi sekitar kita.


Siapa yang Salah

Berkisah tentang si kembar Salma dan Salwa yang sering sekali bertengkar karena banyak hal. Mulai dari membereskan kamar, mencari barang yang hilang, meletakkan pakaian kotor, sampai merapihkan mainan. Semuanya bisa jadi bahan keributan.

Padahal, saling menyalahkan seperti yang dilakukan oleh Putri Salwa dan Salma hanya akan menghabiskan tenaga dan waktu. Untung saja kakak mereka, Putri Kenia, berhasil menemukan cara untuk mendamaikan keduanya. Pertengkaran tidak akan membawa manfaat karena kita cenderung tidak bisa berfikir dengan tenang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya.

Di dalam QS. Al Hujurat ayat 10 disebutkan bahwa “Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu…”


Kak Nad bersama Bunda Puspa

Bantuan Putri Rania

Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita harus peduli dan membantu sesama. Membantu sesama pun banyak sekali caranya. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan Putri Rania. Putri Rania mendatangi para warga dan memberikan sumbangsih berupa pemikiran dan ide-ide sehingga warganya bersemangat mengembangkan kreatifitasnya. Kita pun bisa meniru Putri Rania, lho. Yuk, berikan ide dan pemikiranmu agar lebih bermanfaat bagi sekitar.


Rencana Sang Pangeran
Salah satu perbuatan terpuji yang amat disayangi Allah SWT adalah berusaha menggagalkan perilaku jahat yang direncanakan seseorang. Memang tidak mudah jika orang yang kita sayangi harus digantikan oleh orang lain. Seperti yang dialami Pangeran Jidan.
Kekhawatiran Pangeran Jidan akan ibu tirinya telah membuatnya berniat jahat. Untungnya, Putri Athaya mengetahui rencana-rencana jahatnya dan menggagalkannya. Pangeran Jidan pun pada akhirnya menyadari bahwa selama ini dia telah berprasangka buruk. Ternyata ibu tirinya amat menyayanginya.

Naaah, demikianlah sebagian isi Buku Princess Muslimah dan 9 Mutiara Kasih Sayang. Semoga berkenan, yaa.

Kami sangat berharap buku ini bisa menginspirasi anak-anak agar tumbuh menjadi muslimah yang berkepribadian solehah dan mendidik orangtua agar selalu mencintai mereka, utuh.


Salam,

Fitri Restiana (fr)

Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi. Fitri Restiana dan Watiek Ideo







 Behind The Scene Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi

Diajak duet oleh penulis terkenal yang sudah menghasilkan ratusan buku anak itu rasanya.... hmmm, luaar biasa! Alhamdulillah bangeeet. Btw, kok bisa, sih? Bagaimana ceritanya?


Jadi begini, Temans.
Di awal tahun 2014, saya bergabung dengan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) atas info dari seorang sahabat semasa kuliah, Mutia Erlisa Karamoy namanya (beliau dikenal sebagai ghostwriter dan blogger keren) Naah, di IIDN yang merupakan komunitas besutan Teh Indari Mastuti ini, saya aktif menyimak ilmu terutama yang berhubungan dengan dunia kepenulisan. Langkah konkret pertama adalah ikut Kelas Menulis Artikel. Di kelas ini kita dipandu bagaimana cara menulis artikel yang cantik, informatif dan menarik. Alhamdulilah saya adalah peserta pertama yang tulisannya tembus headline Kompasiana waktu itu. Ucapan selamat yang datang bertubi-tubi membuat semangat menulis saya yang dulu pernah berkobar (hingga tembus di beberapa media) di tahun 2000-an, lalu susut beberapa belas tahun berikutnya, akhirnya berkobar lagi. Uhuuk...

Lalu suatu saat,  Koordinator (FarahYuanita) mengundang Mbak Watiek Ideo, sang penulis yang terkenal dengan buku2 cerita anak berkualitas masuk ke dalam kelas (online)  untuk sharing ilmu.. Saat itu peserta diminta memberikan satu contoh tulisan, tapi saya ‘mbandel’, saya mengirimkan tiga atau empat. Hahahaha....



Hingga Mbak Watiek memberi masukan, lalu berkenan mengajak saya duet. MasyaAllah. Sampe loncat-loncat sayanyaaah J

Awal mula Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi

Naah, proses penulisan ini yang luar biasa. Saling memberi saran, koreksi, ketawa-ketawa, dan.... menuangkan banyak ide (yang terkadang kudu searching  ke Kak Gugel juga, looh).  See, betapa seriusnya kamiiii...


Sabar menanti selama 20 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk kehadiran sebuah buku. Berjalan-pelan dan sangat hati-hati. Terkadang sesekali menangis manakala ide-ide yang ada di kepala sulit sekali untuk dieksekusi. Tapi sering pula saya tertawa menyadari bahwa sejatinya bahagia itu selalu datang menghampiri. Entah dari mana asalnya.


Saya berusaha dengan tekun bersahabat dengan PEMBELAJARAN.

Belajar bahwa ilmu itu amat sangat luas untuk dipahami, Ide itu teramat banyak untuk dituliskan, dan niat itu sungguh kuat untuk diterjemahkan ke dalam sebentuk cerita.

Persembahan dari kami, saya dan Mbak Watiek Ideo, Buku Cerita Anak ‘ Aku Cerdas Mengelola Emosi’.  Sebuah buku yang hadir melalui perbincangan dan telaah banyak sisi. Memahamkan pada anak juga orangtua, bagaimana emosi itu sebaiknya  dikelola.

Watiek Ideo

Anak marah, itu biasa.
Kesal, wajar saja.
Ngambek, hmm, diamkan sementara.

Yang tak biasa dan tak wajar adalah manakala kita, orangtuanya berkeras hati untuk tak mau berinteraksi, terlebih menggunakan kekerasan verbal atau fisik yang bisa melukai perasaannya. (Yang terkadang tanpa kita sadari, kita sering melakukannya, hiks).

Ada sepuluh judul dalam Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi (tebal 146 hal)  ini.

1.     Roti Kesukaan Sisi (Marah) oleh Fitri Restiana

2.     Lomba Busana (Kecewa) oleh Fitri Restiana

3.     Boneka Bersama (Serakah) oleh Fitri Restiana

4.     Sakit Gigi (Takut) oleh Watiek Ideo

5.     Jajanan Lezat (Menahan diri) oleh Fitri Restiana

6.     Kado untuk Ibu (Menerima keadaan) oleh Watiek Ideo

7.     Krisan Kiki (Bersabar) oleh Watiek Ideo

8.     Bermain di Taman Kota (Cemas) oleh Watiek Ideo

9.     Barang Baru (Iri Hati) oleh Watiek Ideo

10.      Ketika Ayah Pergi (Sedih) oleh Watiek Ideo


Launching Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi di Gramedia Tanjungkarang

Roti Kesukaan Sisi
Cerita ini terinspirasi oleh kisah setengah nyata keponakan saya, Sisi namanya. Seorang gadis yang pintar, berkulit putih tapi hobby ngambek, hihihi (maaf, ya, Kakak. Teta terpaksa buka kartu, ups, :) ). Kalau penyebab sebenarnya sih bukan karena roti, tapi kejadian dia terkurung di dalam kamar memang kisah nyata. Oh iya, kata bundanya, abis baca buku ini kakak nggak mau banting-banting pintu lagi. Alhamdulillah. Ngambeknya? Masiihh, dooong. Xixixixixi..

Iqraila Arsy ( Sisi )

Lomba Busana
Ini hasil kolaborasi rekayasa pemikiran dan kisah nyata saya sewaktu kecil. Tapi nggak seheboh ini sih sampe pake daun-daun segala. Dulu saya mah dibuatin kostum lomba nari pake tapi rafia warna merah yang dibikin rumbai-rumbai. Kakak perempuan saya (Uni Venny) terlibat maksimal, looh. Hihihi. Big thanks, my lovely sister :)


Boneka Bersama, Sakit Gigi dan Jajanan Sehat adalah tiga cerita saya murni berdasarkan imajinasi dan membaca buku plus lihat-lihat anak-anak tetangga.
Intnya mah saya harus tenggelam ke dalam dunia mereka. Itu....!


Cerita keenam sampai kesepuluh ditulis oleh Mbak Watiek Ideo, penulis favorit saya sekaligus rekan duet. Bersama beliau,  saya belajar lebih percaya diri, bagaimana berikap rendah hati dan siap menerima cubitan sayang, hihihi (maklum, saya kan pemula).    
Bersama para penulis Lampung. Naqiyyah S, Izzah Annisa, Tri Lego

Krisan Kiki
Ini berkisah tentang Kiki yang tak sabar ingin melihat bunganya cepat tumbuh dan besar. Dia menyiramnya di pagi, siang, sore, malam, begitu terus sepanjang hari Hingga akhirnya, bunganya busuk dan mati.



Ketika Ayah Pergi
Diangkat dari kisah nyata seorang sahabat yang harus merelakan suaminya berpulang akibat kecelakaan ketika mengantar anak-anak sekolah. Semoga engkau kuat, Dear...





Terimakasih sangat kepada seluruh sahabat. Terutama BIP dan para ilustrator keren dan ketjeh yang sudah mendesain sehingganya Buku Aku Cerdas Mengelola Emosi ini disuka dan dicinta. InsyaAllah.

Doakan lahir buku-buu kami selanjutnya, yaa.


Salam,
Fitri Restiana
Penulis Bahagia


Bersama suami, Kurniadi

Bersama kakak sekaligus ibu, Uni Venny Gustien
my boy : Tegar Arung Nusantara