Pentingnya Belajar Public Speaking



Pentingnya Penting Belajar Public Speaking


Jumat, 16 Maret 2018

Tersebab hujan, saya agak terlambat sampai di kantor ACT Lampung untuk mengikuti salah satu acara keren dari Tapis Bloger, TapisBloggerGathering4XACTLampung dengan tema ‘Ngeblog Hingga Ke Luar Negeri dan Pelatihan Mini Public Speaking’ oleh Kak Indra Pradya (www.duniaIndra.com).

Tadinya sudah berencana, kalau hujan masih terus membasahi bumi,  biarlah sang penulis bahagia ini melewatinya dengan ditemani Kak Gocar. Tapi tak sampai sepeminuman teh, Allah memerintahkan hujan untuk berhenti sejenak dan membiarkan makhluk2-Nya beraktivitas dengan sempurna. Termasuk saya. Alhamdulillah.

14.15 wib.
Memasuki kantor ACT yang sejuk, bersapa ramah dengan Kak Indra, Kak Hermawan dan Kak Dilla. Lanjut menuju lantai dua. Ternyata sudah banyak yang datang, pemirsah. Biasa dooong, kangen-kangenan n cipika-cipiki dengan para nona n nyonyah. Berasa puluhan purnama tak bersua. Berkenalan juga dengan teman-teman baru.  Aah, nikmatnya bersilaturahmi. :)

Sebagian besar peserta TapisBloggerGatheringXACTLampung


14.35 wib, acara dibuka oleh Kak Yoga, sang penulis begal cinta. Diteruskan dengan sambutan oleh Mbak Naqiyyah Syam selaku founder Tapis Blogger dan Umi Dian, Kepala Program ACT. Umi Dian juga menampilkan mini movie tentang kehidupan kemanusiaan di Ghouta, Palestina dan beberapa daerah di Lampung yang beberapa waktu lalu terkena banjir. Ya Allah, karena saya enggak sanggup menyaksikannnya, jadi penglihatan saya alihkan ke handphone sambil terus beristighfar. Sedih, sediiiih sekali melihat saudara kita yang sedang dihantam ujian bertubu-tubi. (Mengenai kegiatan ACT, insyaAllah akan saya tuliskan di postingan kedua acara TapisBloggerGathering4XACTLampung).
 
Yoga Pratama, penulis multi talenta
Pandangan saya ke Kak Indra sih masih sama seperti saat pertama kali bersua (http://www.fitrirestiana.web.id/search?q=kongkow+di+cikwo). Ramah, rame, humble, santun dan seru. Asyik diajak ngobrol dan berbagi ilmu. Dan itu masih sama di pertemuan kami kali ini.

Umi Dian, ACT Lampung

Well, berikut sebagian hasil sharingnya. Bagaimana dia berjuang hingga sampai di titik ini, menjadi salah satu mc cetar dan blogger super dengan pengalaman yang luaar biasyaah...Dan perlu diingat, beliau menekankan bahwa ini bukan memberi ilmu, tapi lebih pada berbagi pengalaman. Woow!

Kak Indra. Mc, Singer, Trainer, Blogger yang supernya kuadrat :)

Kunci mengembangkan diri.

1. Passion
Passion adalah sesuatu yang kita tak pernah bosan melakukannya. Ada gairah, semangat dan harapan. Menjaga passion tetap ada bahkan meningkat akan membuat kita tetap fokus dengan tak mengabaikan kemampuan lainnya.

2. No limit standard
Jangan pernah terjebak oleh batasan-batasan yang kita buat sendiri. Misalnya usia, fisik dan alasan lainnya yang kita anggap menjadi alasan kita tak sanggup  melakukan sesuatu.

3. Opportunity meet ability
Peluang adalah manakala kesempatan bertemu dengan kemampuan dan kemauan. Maka ketika kesempatan datang, ambillah. Kita tinggal mengasah kemampuan dan kemauan dengan lebih serius lagi untuk bisa sampai ke tangga di atasnya.

4. Content marketing and sell your self
Ketika kita menyadari memiliki ‘sesuatu’ di dalam diri kita, maka rencanakan apa yang bisa kita ‘pasarkan’. Memperkenalkan lalu menjual potensi yang kita punya dengan cara yang elegan dan santun. Ini harus dijalankan dengan penuh kesadaran, keseriusan dan rasa persahabatan sehingga orang lain tertarik dengan apa yang kita miliki dan mampu lakukan.
 
Pas banget yang ulangtaun jadi pemenang lomba Ig. Selamat, ya, Tante Puspa Fajar.

Waaah, mantabs kan ilmu dari Kak Indra? Secara kadang mah ya kita sering enggak pede, kalah sebelum berperang, sungkan, dan sebagainya dan sebagainya. Adaaa aja mencari pembenaran atas kemalasan kita. Hiks. Malu jadinya...

Nah, ilmu lain untuk mengmbangkan diri antara lain KONSISTEN, RESPONSIBILITY, NETWORKING n KEEP YOUR SPIRIT UP. Clear, yaa! :)

 
Hidangan dari ACT. Hmm, nyam,nyam, yaaam.

Tips Menjadi Pembicara yang Baik (belajar public speaking)

1. Banyak Membaca.
Tanpa membaca, kita tak akan memiliki banyak kata untuk diungkapkan. Membaca sangat penting untuk meluaskan pemikiran dan menambah kosakata.

2. Sering latihan. Trial dan error.
Bicara bergizi tentu saja harus melalui latihan. Sama seperti saat kita memasak. Makin lama harus makin enak. Terus mencoba hingga sempurna. Kak Indra pernah cerita kalau dulu pernah dilempar botol minum kosong karena ‘garing’ saat menjadi MC, tapi dia jadi tambah semangat belajar untuk lebih baik lagi, lagi dan lagi.

3. Kenali audience.
Ini sangat penting karena berkaitan dengan kostum, cara penyampaian dan gaya bicara. Menjaga keakraban secara proporsional juga jangan dilupa.

4. Sigap mengatasi gugup.
Terkadang kita mengalami gagap dan gugup, tiba-tiba merasa ‘blank’. Tak apa. Itu adalah sesuatu yang wajar. Maka yang harus kita lakukan adalah menenangkan diri, mengulang obrolan sebelumnya dan menguraikan kegugupan ke area tubuh yang tak biasa dilihat. Misal menggerakkan kaki dengan pelan.

5. Menggunakan bahasa tubuh yang baik dan benar
Lakukan dengan tulus dan tak berlebihan.

Kak Indra berkisah, untuk sampai di titik ini, doi memulainya dari masa SMA. Bersikeras ke Bandarlampung meninggalkan kampung halaman di Desa Kayu Batu dan Blambangan Umpu, dia diijinkan tinggal bersama tantenya. Pergi pagi pulang malam karena banyak mengikuti kegiatan, terutama di bidang teater dan seni. Bersyukurnya seluruh keluarga besar sangat mendukung.
 
Sengaja duduk di samping Kak Indra. Semoga kerennya nular ke saya, hihihi.

Puluhan prestasi ditorehkan lelaki berperawakan sedang ini. Dia ingat kata mama tercinta, “Indra, pintar akademik itu baik. Tapi Mama membebaskan kamu memilih mana yang akan kamu tempuh. Kembangkan minat dan bakatmu.” Waah, mama yang hebat, ya? (Memang mama2 zaman dulu itu luar biasa ilmu parentingnya. Alfatihah untuk orangtua kita yang sudah berpulang, ;( )


Menjadi blogger

Selama beberapa tahun, Kak Indra aktif di Sangggar Tari Tapis Berseri Bandarlampung binaan Ibu Nurpuri Eddy Sutrisno (walikota Bandarlampung) dengan bidang keahlian bernyanyi dan ngemce. Menjadi Mekhanal Pariwisata pada tahun 2002 membuat namanya semakin berkibar di dunia entertainment. Keaktifan doi mengantarkannya menjadi PNS dan langsung ditempatkan di Dinas Pariwisata. Baginya, konsisten dan all out merupakan sebentuk rasa syukur atas kepercayaan yang Allah SWT berikan. Bersyukurnya doi dikelilingi orang-orang baik yang banyak membantu tanpa pamrih.

Sampai saat ini, Kak Indra dikenal sebagai salah satu mc, trainer dan blogger super plus cetar Lampung yang tulisannya bisa dibaca di www.duniaindra.com.
Oh, iya, doi juga sudah beberapa kali ke luar negeri tersebab passionnya ini, loh. Mupeng, kaaaan?

*****

Menjawab beberapa pertanyaan dengan rendah hati. Meladeni sesi foto-foto dengan gaya yang bersahabat. Ahh, next, insyaAllah kita bisa dipertemukan lagi dalam suasana yang lebih bahagia, ya, Kakak Indra.

Terimakasih atas sharingnya.

Oh iya, tentu ada lomba di tiap acara Gathering Tapis Blogger. Dan inilah pemenangnya. Kak Latifah, Tante Puspa dan Tante Dwi. Selamat, yaa.. :)


Para pemenang yang bahagia

Terimakasih sangat pada ACT Lampung yang sudah memfasilitasi acara ini dengan  amat sangat baik dan santun.

Terimakasih para sponsor yang baik hati, Kak Ikhsan (Aura Publishing) dan Umi Nur ani (Thasya Busana).
 
Terimakasih atas ide dan kerja keras cerdasnya, teman-teman Tapis Blogger.

Semangat berbagi kebaikan kita, ya. InsyaAllah!


Saatnya pulaaaang....
 Foto : Dokumentasi pribadi dan beberapa peserta Tapis Blogger Gathering 4.

 
Tabik,

Fitri restiana, sang penulis bahagia.

Foto 

Tips untuk Penulis Pemula, Bincang Seru bersama Duajurai.co




 Facebook adalah  dunia maya pertama  yang menghubungkan saya dengan Bang Juwendra Asdiansyah (DuaJurai.co) Sebenarnya kami satu almamater (Universitas Lampung), tapi dulu tak saling kenal. Mungkin karena dunia pertemanan yang jauh berbeda. Saya di bagian utara dan timur,  beliau di bagian selatan, tenggara, barat daya dan sebagainya. Maklum, Bang Juwe sepertinya memang jurnalis dari zaman kuliahan. Sementara saya, penulis bukan, jurnalis apalagi, artis lebih enggak mungkin. Hihihi..

Lalu di satu masa, kami sempat tatap muka di acara khitan Nuh, putra sulung Bang Adian Saputra (Pemred Jejamo.com). Cuman sekedar say hello. Ngobrol-ngobrol di dunia maya, terungkap kenyataan bahwa ternyata Bang Juwe adalah kakak ipar Mbak Heni Puspita, mama blogger yang super keren, sahabat saya dari Tapis Blogger. Woow, bersyukur dan beruntung sekali saya bisa terhubung dengan manusia-manusia nyentrik  ini. Alhamdulillah.

Lalu dengan santun beliau mengajak saya bergabung di grup wa dengan nama ‘Pembaca duajurai.co” yang penghuninya bikin saya keder, minder n baper. Tapi syukurlah, berkat suntikan PD dari Bang Juwe, saya berhasil melewati masa transisi itu dengan bijaksana. :)



Hingga akhirnya beliau mengutus seseorang untuk bincang-bincang bersama #penulisbahagia ini (baca : ngobrol seru tentang kepenulisan dan buku), namanya Kak Fahima, mahasiswi FKIP Unila jurusan Bahasa Perancis yang sedang magang di duajurai.co.  Orangnya asyik, manis dan intonasi bicaranya teratur plus bersahabat.


Banyak yang kami obrolin. Mulai dari buku,  anak-anak, waktu menulis, bahkan ngorek-ngorek masa kuliah yang kalau dibikin novel kayaknya bisa ratusan halaman, wkwkwkwk.. Gimana enggak, coba. Lima tahun, eeuy! Pasti banyak cerita mengharu biru cetar membahagiakan. Uhuk!

“Apa saran Mbak Fifi untuk para penulis pemula?”

“Sederhana aja, Kak. Pertama, cinta membaca. Dua, semangat belajar, enggak mutungan alias pantang menyerah. Tiga, rendah hati dan mau mendengar. Empat, ikuti komunitas kepenulisan. Lima, berani dan percaya diri mengirim tulisan ke media,” jawab sang #penulisbahagia sembari memandang cangkir kopi yang nyaris kosong.


Kak Fahima khusyuk mendengar diselingi pertanyaan balik dari sayah. :)

 Well, karena sudah lebih dari satu jam dan saya ada janji akan menemui keponakan yang baru datang dari Jakarta dan akan balik lagi, jadi perjumpaan di salah satu tempat makan dan nongkrong deket rumah ini disudahi dulu. Alhamdulillah.



Terimakasih Bang Juwe, Kak Fahima dan Duajurai.co.
Semoga selalu menginpirasi dan menaburkan banyak kebaikan, ya. Aamiin.

Ini liputannya. Semoga berkenan. :) 


#FitriRestiana
#Duajurai.co
#BukuAkuCerdasMengelolaUang
#BukuPetualanganKeNegeriAkhlatusia
 #Gramedia
#TigaSerangkai

Aku dan Mama

Postingan pertama di tahun 2018.

Me n mama....

Mama dan saya sama2 berbintang Aries. Terkenal dengan kepribadian yang tegas sekaligus lembut dan pengiba. Percaya enggak percaya, ada beberapa bagian yang sepertinya benar. Terutama yang baik-baiknya.. hehehe.. #maksabangetdotcom


Mama, walau tak terlalu humoris, tapi beliau disayang banyak orang. Terutama kakak adik ninik mamak para saudara dan tetangga. Apa pasal? Karena mama itu pintar! Mulai dari paham rumus2 matematika, bikin kue lebaran, cemilan, sampe lauk yang semuanya enak.
Mirip sama saya? Anda salah, pemirsah.. terutama di bagian matematika, yaaa..

Saya lebih suka mengarang bebas dan mengeksplorasi ide walau nilai matematika dulu tak pernah di bawah standar. Mama lebih suka ilmu pasti dengan deretan angka yang bikin saya termehek2. Kecerdasan mama di bidang ini menurun ke dua kakak saya yang lain.

Trus, saya nurunin apanya? Bentar. 
Pertama, apakah memasak? sediikit kayaknya.
Bagi mama, memasak itu wajib. Mood atau enggak mood, mama tetap harus masak. Menu minimal mama adalah sambel telur yang telurnya tak boleh dibelah. Atau telur dadar tebal dengan irisan bumbu, kentang dan sayuran di dalamnya.
Sedangkan memasak bagi saya, penuh dengan jurus "tergantung". Tergantung ada bahannya apa enggak, fasilitasnya lengkap atau enggak, suasana mendukung apa enggak, yang pasti mah, saya mood apa enggak... hihihi... makanya, penting sekali menjaga mood memasak saya demi agar tak terpancing ke warung makan padang atau tempat makan yang berseliweran bebas di depan gang.

Kedua,  selagi muda, mama tak suka pakai daster. Beliau lebih suka memakai baju satu stel. Biasanya berbentuk rok selutut. Makanya dulu banyak yang menyangka mama itu seorang guru sekolah (yang sebenarnya mama adalah guru terbaik bagi kami, anak2nya).
Yang ini, 100 persen saya banget. Seinget saya mah, seumur2 saya beli daster 3 potong, 5-6 lainnya dibeliin ama kakak2 yang baik hati n sayaaaaaang banget ama adeknya ini... *love Bu Ven n semua iparku nan ketjeh.... 😍😍. Sampai sekarang pun, saya cuman punya 3 daster. Selebihnya, kostum sehari2 saya adalah... biiiip....

Ketiga, di dalam rumah, mama tak suka memakai sendal (kecuali jika dalam keadaan sakit). Berisik dan terkesan tak peka dengan lantai rumah. Hihihi, mamaaa.... mamaaa... bisa aja cari alasan. Kok kita sama sih, Ma? *kakakku yang satu lagi, jangan baper ya.. ini kata mama looh. Hahaha..

Keempat, mama juga anti buang makanan. Saya pun belajar mengikuti jejaknya walau kadang gagal. Kalau ada sisa nasi, dibikin bakwan pake cuka. Kalau ada sisa teh, dibikin es balon. Semua yang sisa2 biasanya langsung digarap. Mubazir itu temannya setan, begitu kata mama.

Mama,
Tak pernah ada kecukupan kata untuk kurangkai menjadi kalimat jika itu tentangmu... 😢😢

***

Kemarin saya bikin sambel ikan teri campur bakso ayam. Seorang kakak berujar, "Fi, sambelnya mirip buatan mama. Apalagi kalau dikasih kacang," ujarnya pelan.
Saya tergugu dan menarik napas panjang. Maunya sih nangis, tapi takut dikatain tiga bujang yang sedang mengelilingi saya. Biasanya mereka ngomong gini, "Bunda mah cengeng. Masa nonton film kartun yang melow dikit bisa nangis." Duuh, para pangeranku. Tidak tahukah bahwa pernyataan kalian itu menusuk perasaanku? *dahcengenglebaypula 😂😂

***

Dear, my lovely mom...

Ketika katamu seumpama instruksi, aku janji akan menjalaninya sepenuh hati
Jika tatapanmu semisal sinar rembulan, aku akan menikmati bagaikan sejoli di bawah sinarnya
Tetaplah menjadi cahaya... dimanapun engkau berada.... 😢😍😍

#EdisiKangenMama
#AlkisahFitriRestiana
Sebagian tentang mama, terangkai dalam buku saya, #bukucintatanpasyarat

Ustadz Felix Siauw, Benarkah Ceramahnya Berbahaya?



 
Tausyiah  yang mencerahkan!

 Talkshow Inspiratif Ustadz Felix Sauw.
The Miracle of Hijrah.

Ahad, 24 Desember 2017

 Pagi ini kami bersemangat sekali menghadiri talkshow inspiratif  yang digagas oleh komunitas #yukngaji dengan menghadirkan Ustadz Felix Siauw. Temanya keren deh, The Miracle of Hijrah! Keajaiban Hijah. Pukul 07.50 wib, Viny ( adek sepupu) dan Tante sudah menjemput, dan kami langsung meluncur.

Sampai pintu gerbang kampus Malahayati, dua ikhwan menghadang. Rupanya tempat talkshow dialihkan ke gedung Pasca Sarjana Universitas Bandarlampung dengan alasan tempat tidak mencukupi. Well, setelah mengucapkan terimakasih, kami pun balik arah.

Viny dan Tante Ita

Ruang Mahligai Agung sudah mulai terlihat ramai. Kami mendapat nomor parkir motor di angka 800-an, padahal sesudah kami masih banyak yang datang berbondong-bondong. Alhamdulillah. Oh iya, sempat bersua dengan Mbak Rika Altair, sesama Tapis Blogger. Kami duduk sampingan sebelum Ustadz meminta agar semua peserta mendekat supaya lebih nyaman dan akrab.
Registrasi peserta yang teratur
 
Tepat pukul 09.00 wib, acara dimulai. Lantunan ayat suci Al quran dari adinda M. Rakish membuat peserta terpaku dan menyimak dengan khusyuk.
 
Pembacaan kalam Ilahi
Prolog yang asyik

Sesosok laki-laki berjenggot lebat naik ke panggung dan menyapa kami dengan ramah, lalu mengucapkan salam. Namanya Ustadz Cahyo. Kalau dari kasat mata, kayaknya beliau orangnya serius-an. Eh tapi pas ngobrol, duuh, banyak yang terpingkal-pingkal. Joke-nya cerdas dan materinya sangat mencerahkan.
 
Ustadz Cahyo yang bikin gerrrr


Hijrah itu artinya pindah, bergerak, berubah ke arah yang lebih baik. Dilakukan secara terus menerus, konsisten  dan tak boleh berhenti selama masih ada usia. Ingat, teman-teman, menua itu pasti, dewasa itu pilihan. Jadi idealnya adalah menua dengan dewasa.”

Jleb! Kena banget, deh. Terkadang manusia -terutama saya-  menikmati menua dengan apa adanya. Hanya menjalani, tak mengisinya dengan perbuatan yang mendekatkan diri pada Illahi robbi. Terjebak pada rutinitas yang kita anggap hebat, padahal sebenarnya tak begitu. Hiks. Saya bergumam, “Ya Allah, sempatkanlah. Sempatkanlah.”

Banyak yang bikin gerrr. Ini salah satunya.

Cowok zaman sekarang itu banyak yang baper.  Beli gorengan tahu isi, langsung sedih. Ngelamun. Bahkan ada yang guling-guling. Pas penjualnya bertanya kenapa, jawabnya gini, “Tahu aja ada isinya, Bang. Lah hati saya enggak ada.. huhhuu...

Aula langsung geger. Secara itu para jomblowan kena skak! Hihhihi..

Tak lama kemudian, acara inti dimulai. Tausyiah dari lelaki bermata sipit, Ustadz Felix Siauw.

Semangat belajar dengan bismillah with tante tercinta

Hijrah yang indah.

Laki-laki berpostur sederhana, bermata ‘segaris’ dengan batik berwarna terang naik ke atas panggung. Peci putih menutupi sebagian kepalanya.
 
Kolaborasi yang ketjeh
“Assalamu alaikum warrahmatullahi wa barokatuh!”

“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh!”

Sebelum kita ngobrol, saya ingin mengingatkan teman-teman tentang NIAT datang kemari. Yang niatnya hanya ingin bertemu dengan saya, tolong jangan. Yang niatnya hanya ingin kumpul-kumpul, jangan. Perbaiki niat, yaitu  karena Allah, maka semua ilmu akan diperoleh dengan mudah. Ilmu itu bukan didapat melalui proses belajar melulu, tapi yang utama adalah diberi. Allah memberi pada siapa saja yang dikehendaki. Bagaimana supaya layak dikehendaki? DEKATI ALLAH. CINTAI ALLAH. InsyaAllah temen-temen sudah mendapatkan ilmu bahkan sebelum datang ke majelis ini. Aamiin.

Mendengar ini, saya belajar meluruskan niat. Tadi niatnya memang selain mendengar ceramah, jujur saya ingin melihat Ustadz Felix Siauw, baik dari tampilan fisik maupun konten ceramahnya. Apakah seperti yang dibicarakan ‘orang-orang’ nun di luar sana, yaitu ceramah beliau anti NKRI dan penuh kebencian pada pihak lain. Ternyata setelah mendengar tuntas, hohoho.. zoooonk! Ceramah beliau benar-benar keren, memotivasi dan memberi  inspirasi pada semua kalangan.  

Keimanan adalah modal utama mendapat berkah dan pengampunan. Ya, Allah akan memberikan berkah dan pengampunan pada mereka yang beriman. Yang tak beriman, tentu tak layak mendapatkan pengampunan. Bagaimana pun seseorang melakukan kejahatan, selagi ada iman di hatinya, pasti Allah akan memberi balasan setimpal.”   

Hampir di setiap akhir statement, Ustadz Felix Siauw berujar “Paham ya, teman-teman?”  atau “bisa dipahami sodara-sodara?”
Ini mengingatkan pada sahabat saya yang seorang Cina. Doi juga kalau ngomong begitu, dengan ritme yang  cepat dan bahasa tubuh yang lebih banyak memainkan gerak tangan. Apa memang gaya mereka seperti itu, ya? Hehehe.

Gaya bicara yang  blak-blakan dan tetap santun

Lanjuuuut.

Ustadz Felix Siauw menceritakan dengan gamblang bagaimana beliau memulai kehidupan berumah tangga, sempat menjadi penjual emas. “Ya, emas istri saya jual untuk menambah biaya kuret beliau. Tak lama kemudian, motor istri terpaksa dijual. Tapi alhamdulillah, selang beberapa tahun berikutnya, atas ijin Allah, saya bisa menggantinya bahkan kami mendapatkan yang lebih. Alhamdulillah,” ujarnya penuh keharuan.

Naah, para jomblowan joblowati, jangan khawatir untuk menikah. Kembalikan lagi semua pada NIAT. Kalau niat lurus, insyaAllah semua akan berjalan baik-baik saja. Tinggal tergantung bagaimana kita memaknainya. Jangan pernah takut. Tapi juga jangan nekat. Hehehe... ups!


Ciri khas kenikmatan  dunia ada tiga. 1. Akan berkurang. 2. Ada batasnya. 3. Akan berakhir. Misalkan tentang makan. Mangkuk kedua tak sama nikmatnya dengan mangkuk yang pertama. Kekayaan yang kita miliki pasti akan berakhir kepemilikannya. Intinya, semua adalah FANA. Maka, dengan memahami itu, tibalah saatnya kita HIJRAH. Berubah untuk kembali memahami hakekat HIDUP YANG KEKAL. Alam AKHIRAT.

Ya Allah, saya menarik napas panjang. Mengingat salah. Mengingat khilaf. Dan terutama mengingat dosa yang seumpama air di lautan. Astaghfirrullah...


#YukNgaji

Acara talkshow inspiratif ini sekaligus juga launching program #yukNgaji di Lampung yang diinisiasi oleh Kang Hussein, lelaki keturunan Solo, direktur umum Desainku. Sebelumya komunitas ini sudah ada di beberapa daerah seperti Palembang, Bandung, Jogja, Depok, Bekasi, Bali,  Samarinda dan kota lainnya di tanah air. Kegiatannya apa saja? Monggo atuh cek ricek di akun instagram n kontak no wa-nya, @yukNgaji #yukNgajiId, 087778338887

kang Hussein, jago main gitar juga, looh.

******

Kembali ke niat. HIJRAH. InsyaAllah akan banyak nikmat berkah yang didapat. Semoga acara ini bisa terus berlanjut, melakukan kajian dengan cara yang asyik dan mengena khususnya untuk kaum muda.

Terimakasih Ustadz Felix Siauw yang santun dengan ilmu yang bejibun.
Terimakasih komunitas Yuk Ngaji.
Terimakasih Rektor UBL M. Yusuf Barusman.
Terimakasih untuk adikku sayang, Viny Djamal dan Tante Rahmasita yang sudah berkenan mengajak dan menemani sang #penulisbahagia ini.

Semoga kita mau, bisa dan dikuatkan untuk berHIJRAH. Aamiin...


Usai ceramah, kami menghampiri beliau untuk memberikan buku solo perdana saya,  Cinta Tanpa Syarat.
 
Ustadz Felix Siauw bersama buku Fitri Restiana, Cinta Tanpa Syarat
"Ustadz, bolehkah saya memfoto ustadz memegang buku saya? Sendiri saja?"
"Oh, tentu saja."
Cekrek.. cekreek...

"Ini bukunya untuk ustadz dan Umi. Tolong sampaikan salam untuk beliau."

"Wah, alhamdulillah. Terimakasih, ya, Mbak," balasnya tersenyum sambil mengatupkan tangan.

Sang penulis bahagia riang tak terkira. Alhamdulillah.

MasyaAllah, santun sekali ustadz muda ini. Ada satu kesamaan  antara saya dan beliau walau enggak mirip-mirip  amat,yaitu mata yang sipit. Jadi kalau lagi ketawa, orang-orang bisa ngabur enggak ketahuan, hihihi.  *maksadotcom
 
Peserta yang membludak.MasyaAllah!
 
Catatan.
Ustadz Felix Siauw juga memberi ceramah di Mesjid Villa Citra dan Al Hikmah dengan tema tentang Al Quds. Sayang saya tak bisa menghadiri dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu. J


Salam,

Fitri Restiana/ ( fr )
Facebook Fitri Restiana
Instagram Fitri_restiana
Twitter @Fitri_restiana