Celoteh Para Blogger tentang Banana Foster



Celoteh Para Blogger tentang Banana Foster
 
Hengky diapit Tapis Blogger

Jumat, 2 Juni 2017, saya meluncur ke Jl. Wolter Monginsidi demi memenuhi undangan soft launching Lampung Banana Foster. Kali ini sang Tegar Arung Nusantara tidak ikut dengan alasan yang sangat elegan dan membuat emaknya terharu plus meleleh mengharu biru. “Dedek kan mau tarawih, Nda.” MasyaAllah.. J Baiklah, sang emak akhirnya janjian dengan Mbak Izzah Annisa, sang penulis buku cerita anak yang unyu.

Tak perlu tanya jalan, karena lokasi outlet Lampung Banana Foster sangat strategis, sejajar dengan Perpustakaan Daerah, salah satu wilayah jajahan saya, hihihi. (Besok-besok, kayaknya asyik nih me time di perpustakaan sambil nyemil banana foster chocolate. Nyam...nyam....nyam...)


Lokasi di depan Hotel Praba

 Ketika sampai, rupanya acara sudah dimulai. Kursi-kursi nyaris terisi penuh. Ada sekitar 200 tamu berasal dari pemuka masyarakat, tetangga kiri kanan depan belakang, para blogger, vlogger dan berbagai komunitas. Dua mc keren dengan gesit memandu acara sehingga terasa cetar membahana plus menggelora. 
Bersiap menghadapi keseruan :)


Ngobrol santai dengan kak Hengky

Setelah memotret di beberapa titik, sambil ngobrol sedikit dengan beberapa teman dari Tapis Blogger, saya menyimak dengan tekun penuturan Kak Hengky Kurniawan. Menurut lelaki humble yang memang gemar berbisnis ini, Lampung Banana Foster akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi salah satu icon kuliner dan oleh-oleh kekinan di Lampung. Dengan perpaduan sumber daya alam dan manusia yang berkualitas, doi optimis bisnisnya ini akan berjalan baik. “Yang utama, saya memohon doa dari bapak dan ibu agar usaha saya dan tim ini mendapat berkah dan bermanfaat,” ujarnya sambil mengatupkan tangan. Baginya profit itu penting. Tapi di atas itu, berkah adalah yang utama. Keren kali laah, Kakaaaak... J

 
Aksi para jagoan Tapis Blogger
Ada sekitar 10 voucher yang masing-masing bernilai 100 ribu dibagi ke tamu yang maju menerima tantangan dan bertanya. Empat anggota Tapis Blogger berhasil membuktikan eksistensnya. Selamat.... selamat.. kalian luaaar biasyaah... hehehe..

Tadinya mau tampil di sesi ketiga, tapi sayang waktunya sudah habis. Saya hanya mau menyarankan begini. Demi membumikan Sai Bumi Ruwa Jurai di tanahnya sendiri, alangkah baiknya Lampung Banana Foster menampilkan ‘something different” dari outlet-outlet kuliner lainnya. Salah satu caranya adalah menempelkan aksara Lampung dan space kosong supaya pengunjung bisa belajar aksara Lampung. Apa hebatnya sih aksara Lampung? Bukannya etnosentris, loh. Tapi, aksara Lampung memang merupakan kekayaan nusantara yang wajib dibanggakan bersama beberapa aksara lainnya, seperti  Batak,  Jawa, Bugis, Makassar. Naah, kan asyik tuh kalau generasi muda dan anak-anak bisa memahami aksara Lampung dan belajar memaknai artinya? Setuju, yaa....?

 
Belajar Aksara Lampung, yuuk :)


Oke, balik lagi ke acara.
Setelah ngobrol seru, kami mendengarkan tausyiah dari seorang  penceramah. Beliau mengingatkan tentang zakat dan menyarankan agar bisnis Kak Hengky melibatkan masyarakat sekitar. Usul cerdas ini rupanya memang sudah disiapkan Hengky jauh-jauh hari. “Usul Pak Ustadz jleb di saya,” ujarnya tersenyum bergaya menancapkan benda tajam di dada. “InsyaAllah itu adalah hal yang utama. Bagi saya pribadi, zakat bukan saja merupakan kewajiban, tapi lebih daripada itu, keinginan untuk berbagi dengan banyak saudara. Alhamdulillah, tim dan partner di Lampung Banana Foster memang banyak dari orang Lampung juga,” lanjutnya santun. Weew, ketjeh badai kan, yak? All out gitu, looh... 

Adzan berkumandang. Kami disambut oleh cemilan yang manis-manis sebagai sunnah. Tiga potong kurma, sepotong banana foster, kolak pisang pelangi, aneka es dan air putih. Tak hanya itu, usai sholat kami disuguhkan menu berat berbuka puasa (dilala jadi ingat dengan anak-anak di rumah. Eh tapi tadi si emak sudah menyiapkan buavita, aneka cemilan dan empat potong mpek-mpek lenggang ukuran jumbo, ding. Jadi cukuplah, yaaa.. J)
Menu berbuka yang begitu menggoda..


Sesi foto-foto dan menikmati banana foster adalah moment yang paling seru. Selain memang tampilannya cantik, aroma dan rasa cake ini lebih soft dan tajam daripada saat meet n greet di hotel Batiqa pada tanggal 17 Mei lalu.  Saya menemukan beberapa sensasi saat menikmatinya. Bertemu dengan peanut butter, filling coklat dan deraian keju parut, asli membuat saya ‘meleleh akut’. Berasa dimanjain gitu. Sebagai pencinta coklat sejati, tentu saja ini menjadi penganan yang wajib ditanya resepnya, eh wajib dibeli maksudnya, xixixixi... (baca keseruannya di sini http://www.fitrirestiana.web.id/2017/05/lampung-banana-foster-destinasi-kuliner.html)


Kelima jenis cake ini memiliki sensasi yang unik walaupun  semua berbahan dasar dari pisang. Aroma kayu manis, coklat dan keju kualitas tinggi benar-benar membuat kepo. Sayang saya tak sempat melihat proses bakingnya. Eh tapi ada untungnya juga, sih. Soalnya tak bisa terbayangkan bagaimana saya harus berjuang antara ‘menghadapi’ atau ‘menikmati’ aromanya yang bisa dipastikan menggoda iman, hihihihi... 
Kebayang kan rasanyaa....

Tanggapan para teman blogger pun bervariatif. Ada yang bilang  lebih suka filling peanut, ada yang lebih suka aroma rempah, ada yang bilang terlalu manis. Dan banyak juga  yang bertanya, “Eh, kapan lagi kita kemari, yak?” Sudah bisa diduga doong alasannya. Apalagi kalau bukan karena karena ketagihan. Hmm...

Rasa pisangnya nendang...


Btw, kami tentu berfoto-foto dengan Kak Hengky. Ada satu masalah utama, lagi-lagi KAMI TAK BERFOTO DENGAN TIM BANANA FOSTER! Ckckck, sampai terualng dua kali. Semoga kali ketiga, kita bisa berfoto dalam formasi lengkap, yaa. Aamiin.

Kak Hengky juga berkenan berfoto dengan sebagian penulis Lampung. Kali ini saya, Mbak Izah dan Kak Yoga tak membuang kesempatan. Kami ‘menodong’ beliau untuk berfoto dengan buku terbaru kami, hihhihi... simbiosis mutualisme kita, ya, Kakaak. Pan judulnya bersinergi, J
 
Bersinergi.. :)


Bersama sang begal cinta


Yang lebih ketjeh lagi, Pemirsah, semua tamu puang dengan wajah ceria tersebab membawa oleh-oleh masing-masing satu loyang cake pisang. MasyaAllah. Murah hati kalilaaah tim Banana Foster ini.Alhamdulillah. Semoga semakin berkah usaha dan usianya, yaa. Aamiin.

Setia menemani saat merangkai kata

Big thanks to Lampung Banana Foster. You are the best one!

Naah, untuk yang mau merasakan sensasi cetar olahan pisang, ayo ke Lampung Banana Foster! Open launching di tanggal 10 Juni 2017. Dateng, yaaa... J


Tabik.


Fitri Restiana
Ig. Fitri_restiana



#LampungBananaFoster
#OlehOlehKekinian
#OleholehLampung
#OlahanPisang
#TapisBlogger
#KulinerKerenDiLampung
#BananaFosterLampung
#BukuPetualanganKeNegeriAkhlatusia
#TigaSerangkai



Menggali Potensi, Meningkatkan Kreasi, Menghasikan Nilai Tinggi


Temu Karya Insan Kreatif  Lampung 2017


Panggung acara

Kamis, 18 Mei 2017.

Tepat pukul 13.00 wib saya meluncur ke Mall Boemi Kedaton  untuk meliput satu pagelaran cerdas dari Dinas Pariwisata Propinsi Lampung, yaitu Temu Karya Insan Kreatif  Lampung 2017. Meliput? Eh, memangnya wartawati? Hihihi, bukan, sih. Senang aja bisa belajar mengenal semua yang berhubungan dengan Lampung, terutama jenis kreativitas dari masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai. Lagi pula, saya diinformasikan oleh Bang Yopie, sang fotographer keren Lampung bahwa acara kali ini akan dihadiri oleh 30 stand dari berbagai lini, mulai dari seni, kuliner, fashion dan banyak lainnya. Makanya, dengan semangat 2017, saya pun siap menjalankan tugas as a writer and a blogger. Bismillah.

Lampung Banana Foster Destinasi Kuliner Pemanja Selera



Lampung Banana Foster,
Destinasi Kuliner Pemanja Selera
Meet n Greet Lampung Banana Foster dengan Tapis Blogger

 Rabu, 17 Mei 2017, saya meluncur ke Hotel Batiqa di Jl. Jend. Sudirman setelah sebelumnya menjemput Yandigsa di stasiun kereta. Beliau bela-belain datang dari Kotabumi demi memenuhi undangan Meet n Greet dari Lampung Banana Foster, looh.

Kami terlambat sekitar 25 menit. Di lokasi, 30 blogger yang berasal dari mayoritas Tapis Blogger sudah duduk manis menyimak perkenalan dari Mas Sigit Pamungkas. Beliau juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan. Dengan keluwesannya, kami merasa cepat akrab dan sangat dekat. Sedekat hidangan banana foster caramelized dengan segelas minuman beraroma campuran teh, mint dan jeruk di atas meja. Komposisi yang passss...
Nyummy... :)


Cerita Anak. Belalang Persahabatan


Belalang Persahabatan. Lampung Post

  
Belalang Persahabatan

“Itu, Kak! Yang di dahan pohon jeruk,” bisik Anca sambil menarik-narik baju Lia.
“Yang itu masih kecil, Ca. Yang di daun kunyit saja, ya?” usul Lia sambil berjingkat ke arah pohon kunyit. Tanpa menunggu jawaban, haap... seekor belalang besar masuk ke dalam toples plastik. Jadi dua ekor sudah tertangkap. Lia tersenyum puas.
“Nggak mau... nggak mau.. Anca..mau.. yang kecil,” balas Anca terbata-bata. Dia menepis stoples berisi dua ekor belalang seukuran jari telujuknya.
Lia menarik napas panjang. Antara kasihan dan kesal.
“Yang ini lebih jelas dilihat. Tuh, kelihatan mata dan mulutnya. Anca main sama aku, ya. Begitu katanya. Kamu nggak lihat?” Lia masih berusaha mengajak adiknya tertawa.
Tapi Anca malah menangis kencang. Semakin kencang.
Dia tidak sanggup melihat airmata Anca yang mengalir deras. Badannya ditegangkan, tanda dia marah dan sedih.
“Iya, deh. Kakak carikan lagi. Tapi Anca jangan menangis. Oke?”
Anca langsung terdiam dan menganggukkan kepala.

Serba Istimewa dari Pavilion Resto dan Cafe.






 Pavilion Cafe n Resto.
Tempat Makan dan Nongkrong di Lampung yang Bikin Kepo

Sehari sebelumnya saya memang sudah bikin kesepakatan dengan Arung, bahwa hari ini bundanya akan bekerja sebagai blogger (tsaaah). Awalnya doi enggak mau ikut dan memutuskan di rumah saja bersama Bapak. Tapi dilala semalam ada telepon mendadak bahwa sang bapak besok subuh kudu berangkat ke Bogor. Oke, beralih ke plan B, :)

Masih dengan memakai seragam Hisbul Waton, Arung duduk manis di motor siap mengikuti penjelajahan. Pukul 13.45 wib kami dan Mbak Naqi sampai di lokasi, setelah dipandu temen-teman via whatsapp. Maklum, dua emak ini susah kali menghapal jalan, hiks..

Lahan parkir yang luas


Pertama kali menjejakkan kaki di lahan parkir yang cukup luas ini, saya langsung menyapukan pandangan. Woow, viewnya ketjeeh bangeet!  Di sebelah kiri ada meja kasir dengan dua kursi malas model terbaru.  Nuansa rotan berwarna putih dan hitam mendominasi hampir seluruh area. Meja dan kursi tersusun rapi di atas lantai kayu dengan beberapa pohon di kiri kanannya. Jujur aja, mata yang tadinya agak sepet karena ngantuk sama kelilipan, jadi langsung fresh, deh.

Kongkow asyik.  Nyaman dengan view yang kece..
Di bagian kanan sepertinya dapur. Sayang saya tak begitu memperhatikan dan lupa menanyakan.


Luas dan asri

Ada yang tak jatuh cinta?

Di tengah ada area full  kaca yang sama nyamannya dengan open-area di sekitarnya. Satu buah tangga mengantarkan pengunjung ke lantai dua.  Panorama birunya laut yang bersisian dengan deretan rumah, benar-benar bikin betaaaah.

Arung yang sangat menikmati. "Dedek suka di sini. Bagusss!"

Di lantai dua dengan view yang begitu menggoda
 
Beercerita dengan  sang bujang yang cool :)

Angin yang berhembus pelan, menu yang terhidang dengan aroma yang menggoda, asli bikin saya ‘meleleh’.  Dan yang lebih ‘tragis’ lagi adalah, musik instrumental Forever in Love-nya Kenny G terdengar jelas mendayu-dayu. Ih, lagu ini sukses membuat saya #BaperProporsional. :)
“Ingat mantan ya, Ni?” tanya Bang Adian Saputra, Pemred Jejamo.Com itu kepo dan mulai jahil. Tak ada yang bisa saya jawab selain nyengir kuda. Antara meng’iya’ kan, menolak menjawab dan..... menahan lapar.. hehehehe. Intinya mah, emosi saya bahagia banget bisa kumpul di tempat keren ini dengan para sahabat yang oke punya. Alhamduillah. Rejeki teman solehah.

Selalu tersenyuuum :)

Lantai dua didominasi warna putih dan cokelat.  Untuk pengamannya, baja ringan putih bersih terlihat cukup kokoh mengelilingi ruang berkapasitas 30-35 orang. Saya jamin, pengunjung pasti merasa nyaman berlama-lama di sini (Termasuk saya. Ehm...)


Taken from @Yoppie Pangkey

Selain menyuguhkan pemandangan yang cantik, cafe ini juga berusaha maksimal menampilkan menu yang menggugah selera. Ketika bertanya adakah menu jus, mbak pramusaji dengan ramah malah menawarkan minuman yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Green Emotion. Duuh, kenapalah saya selalu berhubungan dengan emosi. Buku perdana saya judulnya  #BukuAkuCerdasMengelola Emosi, tagar andalan #BaperProporsional. Masa minuman juga berhubungan dengan emosi? Aah, sudahlah. Mungkin ini namanya jodoh (modus supaya diajak kemari lagi, xixixi)

Sehat dan segeeer

Tak salah saya memilih minuman sehat berwarna hijau ini. Racikan jeruk nipis, madu, mustard hijau benar-benar nyuussss.. lewat tenggorokan. Eh, sebelum menikmati,  ada satu yang harus kami lakukan. Memfoto objek untuk dijadikan bahan tulisan. Tuh, lihat deh gaya para blogger yang serius mengambil gambar. Selain kami memang semangat belajar, kami juga agak tak sabar pengen segera mencomot aneka hidangan yang menggoda di atas meja.
 
Taken from Kesuma. Betapa seriusnya kami :)
 Kami sengaja memesan minuman yang berbeda. Selain karena kepo, tentu saja kami harus memiliki koleksi foto yang pantas. Harga minuman dan makanan berkisar 17.000 hingga 120.000.

Taken from Yoppie Pangkey.  Orange crumble dan strawberry crumble yang nagih
Chef yang 'Gila'
Saatnya kami menikmati suguhan menu andalan resto yang berdiri Desember 2016 ini. Istimewanya, kami langsung disambut oleh supervisornya, Mas Aris dan Cheff kepala, Pak Agung, lelaki ramah yang sudah melanglang buana di hotel-hotel berbintang selama 15 tahun.
Ki-ka: Adian, PAk Agung, Jumanto, Hermawan, Rhodoy, Ismail, Kesuma

“Mejadi cheff itu harus ‘gila!’” ujarnya penuh semangat.
Haah! Gila?
“Iya, maksudnya punya ‘kegilaan’ untuk berani menciptakan seni dan inovasi yang tak terbatas. Bersyukurnya di resto ini, kami difasilitasi sepenuhnya untuk mencoba-coba menu baru. Lihat yang ini, fire ribs with spicy island sauce. Bahannya adalah iga sapi asli  US yang dagingnya tak terlalu lunak, tapi juga tak alot. Teksturnya sangat bersahabat dengan lidah kita. Saosnya diolah dari tulang sapi yang difermentasi dan digodok selama 48 jam ditambah aneka rempah dan black pepper. Suatu saat saya juga akan mencoba sesuatu yang estreem. Misal menggodok daging ular atau biawak," ujarnya santai.
Perlu 48 jam untuk mendapatkan saus bercita rasa tinggi

Yang ini Tenderloin steak. Diambil dari has bagian dalam sapi US juga. Penyajiannya  semakin cantik saat ditemani sebongkah tumpukan jagung manis, buncis dan wortel. Beberapa potong kentang goreng berbentuk rigi dan saos plus mayonnaise bikin gemes untuk segera memindahkannya ke dalam mulut. Jangan tanya rasanya, asli, enaaaak banget. Sempet pada rebutan saking lezatnya, :)

Gizi seimbang. Karbohidrat, protein dan vitamin. Klop!
Kami pikir, minuman dan cemilan berat sudah cukuplah. Tapi.. olala.. dalam hitungan menit kami disuguhi 10 piring menu makan siang. MasyaAllah. All out sekali mereka menyambut kami. Jadi terharu bahagia.  Kali ini menu makan siang menjelang sore adalah Chicken Caribean dan Beef Milanesa.

Beef Milanesa dan Chicken Caribean.

Dua menu ini sama-sama kaya rasa. Tapi yang paling mengena di saya adalah Beef Milanesa. Kenapa? Karena selain aroma daging yang melalui proses panggang, saosnya itu looh, lumer banget di lidah. Perpaduan antara gurih, spicy dan manis yang berasal dari madu, kaldu dan lada hitam. Dijamin jatuh cinta dan bikin nagih.

O iya, resto yang menyediakan live music setiap Hari Rabu, Sabtu malam dan Minggu siang ini, dilengkapi wifi dan mushola. “Kami berusaha membuat pengunjung merasa nyaman, tenang dan bahagia,” ujar Hans, pegawai yang berpostur tinggi kurus pada kami. Wiiih, asli mupeng mau kemari lagi...

Selain itu juga ada beberapa bonus, seperti ice cream untuk yang sedang merayakan hari lahir, buy 2 get 3 di hari Senin dan Selasa, plus beberapa kejutan lainnya.
Semuanya istimewa :)

Setelah mengucapkan banyak terimakasih atas segala kebaikan dan keramahan, kami berfoto-foto dengan view yang cantiiik banget. Berasa jadi model dadakan, hihihi.

 
#KAmiHariIni. Tapis Blogger. FamilyForever :)

Terimakasih kepada jajaran staf Pavilion Resto dan Cafe
Teman-teman Tapis Blogger
Ananda Tegar Arung Nusantara yang baik dan santun. Love u, son... muuach....


Berharap bisa bersama keluarga ke sini lagi.

Sesekali asyik juga kali ya, sendiri sambil bermanja dengan notebook, segelas cappucino shakerato dan seporsi beef milanesa. Merangkai kata diiringi alunan mendayu Kenny G dan view laut yang menggoda... Hmmm... :)
 
Taken by Mbak Naqi :)


Instagram Pavilion Resto dan Cafe. Fb : Pavilion Resto & Cafe

#KamiHariIni
@AbahNuh
@NaqiyyahSyam
@Jalan2_Jumanto
@Rhodoy
@Ariyantikesuma
@Cheerfoodies
@Vitarinda
@Hermawan.ws

@Yopiefranz

@Rahmawati_suri


Follow juga :
#Pavilionresto
#Pavilionrestoandcafe
#Tapisblogger
@Fitri_Restiana