Alasan Memilih Sekolah Tunas Mekar Indonesia



Sekolah Tunas Mekar Indonesia ; Inspiratif, Inovatif dan Produktif

Gerbang Sekolah Tunas Mekar Indonesia di Lampung

Rabu, 11 Oktober 2017, Tapis Blogger mendapat undangan berkunjung ke Tunas Mekar Indonesia yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Bandarlampung. Melalui Bang Adian Saputra, 10 blogger akhirnya antusias menerima ajakan sekolah keren tersebut, termasuk saya.

Pukul 08.40 wib saya tiba  di depan bangunan  yang didominasi warna kuning gading itu. Pak satpam menunjukkan tempat parkir di halaman depan.

Situasi yang tenang, nyaman dan bersahabat

Melewati gerbang dengan simbol TMI di atasnya, saya disuguhi pemandangan yang cantik, ceria dan sangat manis. Bagian tengah adalah taman mungil, sementara di sisi kiri kanan terdapat beberapa ruang kelas penuh hiasan berwarna warni. Ada tempelan kata-kata semangat dan prakarya aneka bentuk. Di jendela bertengger botol  minuman yang bisa kapan saja diraih manakala anak-anak merasa haus.

Yang haus silahkan minum, yaa :)


Belajar aktif berbahasa Inggris
Seorang perempuan cantik berhijab merah menyapa ramah, “Dari Tapis Blogger, ya, Mbak? Silahkan langsung ke kanan. Miss Mamik dan teman-teman sudah menunggu di sana.” Saya mengatupkan kedua tangan dan tentu saja membalas senyum manis si ibu.


Di kantin, beberapa teman sudah berkumpul dan ngobrol santai dengan Kepala Sekolah TK Tunas Mekar Indonesia, Sumami namanya. Beliau biasa dipanggil  Miss Mamik. Dari Miss Mamik inilah kami mendapatkan banyak informasi tentang Sekolah Tunas Mekar, khususnya yang SD atau elementary school.
Ngobrol bergizi dengan Miss Mamik, kepala Sekolah TK Tunas Mekar Indoneisa


Lihat, pahami, tuliskan, sebarkan!

Oh iya, sebelum ngobrol cantik, tentu saja kami berfoto-foto terlebih dahulu. Mumpung masih rapi n make up belum luntur. Hihihi.

Memang ada view keren? Banyaaak. Ada taman, lapangan basket, sudut kantin, juga kolam renang. Sejujurnya kami ngiler banget  mau menyeburkan diri. Tapi apa daya, tak mungkinlah, bakalan heboh geger dunia per-blogging-an. J
Kak Meeeeer, kapan kita nyebuuur? :)



Kantin Sehat

Program nurturing

Kantin ini dikelola dengan sangat rapi dan bersih. Ada sekitar kurang lebih tujuh meja panjang yang masing-masing bisa diduduki belasan anak. Snack yang dijual antara lain jus buah, susu, sosis bakar, mpek-mpek, puding, bolu, martabak, popcorn, dan lainnya. Pihak pengelola memastikan bahwa segala bentuk jajanan dibuat tanpa bahan tambahan pengawet, pemanis buatan dan vetsin. 

Lezat, bergizi, dan aman

Proses pembelian tidak menggunakan uang, melainkan berbentuk kupon. Masing-masing anak mendapat kupon secukupnya dari orangtua lalu bisa menukarkannya dengan jajanan yang mereka inginkan. Begitu juga dengan menu  makan siang, diganti setiap hari sesuai harga yang sudah ditentukan.

Kupon ajaib. Bisa ditukar dengan makanan :)


Ini segar sekali, Kisanak!
Karena demi pendalaman materi (baca : kangen jajan ingat masa SD), kami pun mencoba ikutan belanja menggunakan kupon. Berbaris rapi sambil tertawa riang. Sempat juga rebutan jus mangga dan mpek-mpek walau tak sampai dorong-dorongan. Hihihi. Melalui perjuangan panjang, akhirnya saya mendapatkan jus mangga dan tiga potong mpek-mpek. Rasanya, hmmm, segar dan enaaak banget. Keseruannya mengingatkan pada masa kecil begitu menyenangkan.

Makan siang ditemani para guru.
Pemimpin itu selalu di depan. Apalagi soal makan. Tuh, kayak Bang Adian. Hihihihi



Sebelum dan sesudah makan, semua harus bersihkan tangan. :)
Visi Misi Sekolah Tunas Mekar Indonesia

Visi  :
Unggul dalam integritas moral, akademik dan kepemimpinan.

Misi :
1.     Meningkatkan kejujuran siswa
2.     Mengembangkan toleransi di lingkungan sekolah
3.     Menumbuhkan rasa cinta untuk belajar
4.     Menumbuhkan kreativitas siswa
5.     Menciptakan iklim penelitian
6.     Mendorong anak-anak untuk berani mengambil resiko
7.     Menciptakan pemimpin yang inovatif dan visionary
8.     Mengembangkan kerjasama


Untuk merealisasikan visi misi tersebut, langkah pertama yang dilakukan Sekolah Tunas Mekar Indonesia (terutama tingkat SD) adalah memetakan potensi anak sedini mungkin dengan mengedepankan pemahaman mendalam terhadap kemampuan individual yang diharapkan akan berdampak pada penguatan kelembagaan.

Pentingnya inovasi!


Langkah selanjutnya adalah terus melakukan inovasi dan improvisasi dalam banyak hal, seperti melengkapi fasilitas proses belajar mengajar, mengembangkan kapasitas para guru dengan aktif mengikutsertakan dalam training-training tertentu, dan sebagainya (Untuk SD kelas 1, masing-masing kelas terdiri dari 24 murid yang ditangani oleh dua guru atau 2 guru untuk tiga kelas).

Selain mengembangkan kecerdasan akademik,  emosional dan kepemimpinan, yang paling penting adalah memperdalam kecerdasan spiritual. Maka Sekolah Tunas Mekar Indonesia memfasilitasinya melalui program 4 jam pelajaran agama yang terbagi atas dua bagian, yaitu pemahaman umum dan pemahaman terhadap kitab suci. Setiap agama dipenuhi kebutuhannya, seperti guru, buku panduan juga tempat ibadah.

Musola Sekolah Tunas Mekar Indonesia di Lampung

Bagi yang beragama Islam, terdapat musola yang cukup luas. Kami sempat menyaksikan bagaimana anak-anak itu berhamburan mengambil wudhu untuk melaksanakan solat dzuhur berjamaah.  Subhanallah, pemandangan yang menyejukkan mata dan hati. Oh iya, sebelum mulai belajar dan ketika hendak makan pun, mereka diajarkan membaca doa sesuai agama yang dianutnya. Bagi saya, ini sangat baik demi memperdalam cinta terhadap agama sendiri dan meningkatkan toleransi dengan penganut agama yang lain.



Oh iya, bangunan SD ini  terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama adalah kantor, kelas 1, 2, 3 dan toilet. Toilet laki-laki dan perempuan berjarak lumayan jauh (demi menjaga kenyamanan dan keamanan anak-anak serta mengajarkan mereka menghargai diri sendiri juga privacy orang lain). Lantai dua untuk kelas 4. Lantai tiga untuk kelas 5 dan 6.

Adian Saputra. Sama-asma berkacamata


Saat berkeliling, “Tante, Om, ini ada acara apaan, ya? Kok rame?” tanya seorang anak laki-laki berpostur gagah yang datang beserta rombongannya.

Mbak Naqi yang kerennya ampun-ampunan :)

“Oh, iya, maaf. Perkenalkan, Tante dan Oom ini dari Tapis Blogger. Kami mau tahu banyak tentang sekolah kalian. Dari mulai cara belajarnya, fasilitasnya, gurunya, juga muridnya. Boleh, ya? Hmm, kalian senang nggak sekolah di sini?”

“Senang, dong, Tante.”

“Kenapa?” tanya saya ikutan semangat. 

Lalu berhamburanlah jawaban dari mereka.

“Gurunya baik-baik!”
“Temennya nggak suka nyontek!”
 “Kelasnya adeeem!”
“Ada kolam renang!” “
“Makanannya enak-enak!”

Woow! Keren banget, ya. Membuat anak merasa aman dan nyaman adalah salah satu misi dari sekolah ini. Dua jempol, deh, untuk Tunas Mekar Indonesia!



Edisi outdoor.

SMP dan SMA di gedung seberang

Miss Mamik mengenalkan kami dengan Kepala SMA Tunas Mekar Indonesia, Ibu Tri Pujiastuti. Beliau yang memandu kami menelisik ke beberapa ruangan.

Ki-ka : Saya, Ibu Puji dan Merry


 
 Salah satu keunikan di gedung berlantai tiga ini adalah bahwa murid tidak berada di satu kelas selama tiga tahun proses pembelajaran, jadi mereka mendatangi kelas yang berisi mata pelajaran tertentu. Misalnya kelas bahasa Jepang, Arab, science dan sebagainya. Menariknya lagi, kelas-kelas tersebut diberi nama universitas atau tempat-tempat terkenal di Eropa dan negara besar lainnya. “Kami berharap ini bisa menginspirasi,” begitu kata Ibu Puji.




Di sebagian dinding, ditempel kata-kata semangat dari orang-orang terkenal. Saya sempat memandang kagum foto #AndreaHirata yang terpampang jelas di lantai dua. Dan benar kata Ibu Puji, siapapun akan merasa terinspirasi. Buktinya saya jadi termotivasi ingin menjadi penulis keren seperti Andrea Hirata (tolong diaminkan, ya, Temans.. hihihi)



Tepat menjelang adzan dzuhur, kami kembali ke kantin untuk menikmati makan siang. Pakai kupon? Iya, dooong! Tapi kami tak perlu antri seru seperti tadi, soalnya menu kami berbeda dengan anak-anak. Yang sama adalah wajib ada sayuran dan diusahakan bergizi seimbang. Keren, kaan?

Tapis Blogger bersama Kepala Sekolah TK Tunas Mekar Indonessia

Bagi kami, pertemuan kali ini  sangat berkesan. Selain bersua dengan anak-anak smart dan para guru yang penuh semangat, kami juga mendapat hikmah betapa pentingnya merajut ukhuwah dengan tetap mempertahankan akidah. Saling menguatkan, membersamai dan mengedepankan nilai-nilai luhur demi terbangunnya pribadi yang kokoh dan generasi yang tangguh.


Terimakasih, ya, Sekolah Tunas Mekar Indonesia beserta seluruh jajarannya.
Semoga selalu menginspirasi!


Untuk yang ingin mendaftar atau mengenal lebih dekat, silahkan berkunjung ke :
Website       : www.sekolahtmi.com
Email          : info@sekolahtmi.com
Facebook    : Sekolah Tunas Mekar Indonesia
Instagram   : sekolahtmi
Telepon      : 0721-708634
Alamat        : Jl. Arief Rahman Hakim 36, Bandarlampung, 35142

*****

Salam,

Fitri Restiana (FR)
#Penulisbahagia
Instagram : fitri_restiana












Perawatan Sehat dan Cantik di Sumia Aesthetic Clinic


 

Ahad, 24  September 2017

Pukul 08.30 wib saya meluncur ke Pahoman demi memenuhi undangan mengisi acara sharing kepenulisan sampai pukul 12.20 wib. Setelah itu bergegas saya mengganti kostum untuk mengikuti acara selanjutnya yang mengharuskan memakai dresscode hitam hijau.



Memangnya mau kemana, kudu pakai dresscode segala? Hmm, kami, Tapis Blogger diundang Sumia Aesthetic Clinic menghadiri beauty influencers and social media enthusiast gathering di Plaza Lotus, Raden Intan. Jujur, saya penasaran apa yang mau dibicarakan. Apakah sekadar masalah kecantikan dan promo produk saja?

Janjian dengan Kak Yoga Pratama di Gramedia, bersua juga dengan Miss Calm, Mamah Mimin Tapis Blogger, Mbak Heni Puspita plus dua krucils yang lucu dan menggemaskan.

Memasuki Plaza Lotus, sempat celingak celinguk karena salah satu mall ini sedang dalam tahap renovasi. Tapi sejurus kemudian kami menemukan satu view yang didominasi warna pink di pojok ruangan lantai satu, berdekatan dengan banyak counter hp dan tempat nongkrong. Ahaay, ini dia lokasinya!


Tak lama kemudian datang Mbak Rika, Ara, Kak Hermawan dan lainnya. Acara yang rencananya dimulai pukul 13.00, mundur sampai pukul 13.45 wib. Hmm, tak apa sih. Secara kami jadinya bisa bertegur sapa manja ke sesama anggota Tapis Blogger dan beauty blogger lainnya. Dua dokter kecantikan (dr. Anita dan dr. Bella),MC serta mbak-mbak terapis yang ramah, sudah cukup membuat acara ini berjalan asyik, santai dan berlimpah ilmu. 


Berdasarkan pemaparan dokter Anita, Sumia Aesthetic Clinic Lampung saat ini memiliki tambahan delapan jenis treatment baru yaitu  Black doll laser, Hair removal Laser, Laser Mermaid, Laser Anti Acne, Laser Rejuve, Laser tatto Removal, Upper Leg Hair Removal dan Under arm hair removal. Metode laser dilakukan dengan cara menembakkan gelombang warna tunggal (monokromatik) ke sasaran yang sebelumnya sudah dioles krim karbon. Dipakai untuk mengatasi masalah kulit wajah seperti flek, jerawat, kerutan, dan sebagainya. Sedangkan metode Intense Pulse Light (IPL) mengeluarkan spektrum cahaya yang luas (polikromatik) dan mencakup area yang lebih besar dengan panjang gelombang yang berbeda.


Untuk perawatan wajah, dokter cantik ini menyarankan agar memakai produk yang sama dengan komposisi yang tepat, sehingga dokter bisa lebih jelas mempelajari jenis kulit dan memudahkan proses perawatan. Selain itu beliau berkali-kali mengingatkan pentingnya minum air putih, buah-buahan dan sayuran secara seimbang.


Di Sumia, kita bisa bertanya bebas seputar perawatan wajah secara gratis.Wah, tentu saja ini kesempatan, terutama bagi saya yang cuman mengenal pembersih wajah, alas bedak, celak dan lipstik ini, hihihi. Mau tanya-tanya, itu wajah para dokter dan terapis kenapa bisa kinclong n gimana sih perawatan wajah dan tubuh yang baik di usia 40 tahunan? *Eeaaa.. sadarnya telat banget, yak. Eh tapi enggak apalah. Lebih baik terlambat daripada enggak sempat. Catat! J
 
Usia 40-an. Perlu perawatan :)
Semua produk yang ditawarkan Sumia insyaAllah dijamin aman dan halal. Peralatan yang canggih dan tenaga dokter plus terapis yang mumpuni di bidangnya, layak membuat Sumia Aesthetic Clinic menjadi rekomendasi terbaik bagi mereka yang ingin sehat, cantik dan segar. Dan ini bukan untuk perempuan saja, lo. Yang merasa male sejati juga oke, kok. Contohnya  Kak Yoga dan Ka Hermawan, mereka berdua bela-belain ikut acara ini demi mendapatkan ilmu bergizi tentang kesehatan dan kecantikan, eh, kegantengan. Hehehe.


Oh iya, setelah sesi tanya jawab yang disertai suguhan cemilan dari Yussie Akmal, empat dari kami mendapat kesempatan untuk mendapatkan treatment. Wiih, ketjeh banget, ya! Mbak Ika, Mbak Betty dan Kak Yoga adalah yang beruntung. Keluar dari kamar perawatan, taraaaa.... tiga orang keren itu bertambah keren saja, pemirsah. Secara kami terkagum-kagum dan mupeng maksimal mau ikutan ditreatment saat itu juga.


Alhamdulillah Sunia sangat pengertian. Ternyata kami juga mendapat kesempatan mendapat perawatan di tanggal 1-15 Oktober 2017. Yeaay!


Sampai ketemu di tanggal itu, ya, para terapis dan teman-teman. InsyaAllah.

Terimakasih, Sumia Aesthetic Clinic.
Semoga selalu memberikan yang terbaik.
Sehingga kami-kami ini bisa tampil sehat dan cantik.
Plus ganteng-ganteng unik (khusus yang cowok).


Sumia Aesthetic Clinic buka setiap hari dari pukul 10.00 sd. 20.00 wib
Plaza Lotus. Lantai 2. Jl. Raden Intan No. 73. Bandarlampung
Telp.           0721-250818
Wa.             081317267300
Instagram   @Sumialampung
Line            Sumialampung

Kenapa saya menonton film #G30SPKI ?

Si bapak masih di luar kota.
Si sulung tertidur pulas, lelah, tersebab dari jam 4 subuh harus bersiap menampilkan atraksi #patrolikeamanansekolah di SMPN 2 dan dilanjutkan dengan latihan rutin.
Si bungsu semenjak kemarin menginap di rumah Ayah Hatta dan Bu Venny Gustien, biasa, adopsi sementara. :)

Baiklah.
Bunda sendirian. Di depan notebook dan memasang whatsapp web demi mengisi kelas menulis resensi yang diadakan oleh #RumbelIIPJakarta. Ibu-ibu yang luar biasa dengan pertanyaan cerdas yang bikin saya termehek-mehek. Two thumbs up, deh! Pukul 21. 16 wib acara selesai.
Break, lalu menyalakan televisi. Bukan untuk menyaksikan gosip kelas teri, tapi demi menonton film G30SPKI.

Apa alasan saya memutuskan menonton film fenomenal ini padahal mata sudah mengantuk level 9,9?
Pertama, walaupun banyak media lain seperti buku atau tulisan di pernjuru dunia yang bisa membuka mata kita tentang apa itu paham komunisme, tapi dengan menonton film G 30 S, saya akan lebih merasakan ruh perjuangan sekaligus kekejian di situ. Melihat dengan jelas suasana malam dan subuh menjelang detik-detik pengkhianatan. Oh iya, mengenai bagaimana perilaku gerwani dan proses penyiksaan lainnya, tentu saja saya tak mau melihat. Terlalu menyedihkan, tragis, dan jahat! Dan di bagian ini saya memilih mengganti chanel dan membiarkan mata terlelap barang sekian menit. Kehilangan satu dua bagian tak megapa, asalkan saya tak melihat banjirnya darah dan mendengar kepongahan anggota PKI menyiksa para Jenderal. Sungguh saya tak habis pikir, bagaimana bisa mereka melakukan tindakan biadab seperti itu?!

Kedua, melawan lupa. Mengingatkan bahwa ada segelintir oang yang pernah menginginkan paham komunisme tumbuh subur di negeri ini. Paham yang mengutamakan prinsip sama rata sama rasa di dalam bidang ekonomi, sekularisme yang radikal dan menggantikan agama dengan ideologi komunis yang bersifat doktriner. Bagaimana bisa paham seperti itu tumbuh di Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, dengan Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sebagai pondasi utamanya? So, komunisme adalah lawan dari Pancasila! Clear, ya?

Ketiga, mempelajari strategi dan taktik gerakan PKI lebih teliti, yaitu bergerak tapi tak terlihat, seperti hantu. Mereka berhasil menimbulkan sikap saling curiga antara Angkatan Darat dan Angkatan Udara. (mengenai senjata yang ditemukan di sekitar lokasi penyiksaan/ lubang buaya yang notabene adalah masuk wilayah lapangan Halim, pusat latihanAngkatan Udara). Mempelajari bukan untuk meniru, melainkan agar kita lebih waspada terhadap gerakan-gerakan serupa.

Keempat, belajar bersyukur bahwa hanya kepada Tuhan kita berlindung. Tidak ada satupun kekuatan yang bisa menandingi.

Kelima, menambah cinta terhadap NKRI dan menghargai jasa para pahlawan juga seluruh anak negeri yang sudah berjuang lahir batin. http://www.fitrirestiana.web.id/2017/09/pki-tak-boleh-ada-di-nusantara.html

****
Alasan berlaku untuk sesiapa yang memutuskan tak menonton dan atau yang menonton film ini. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dari sejarah.

Tentu saja untuk memahami bagaimana G 30 S PKI bukan melulu dari menonton film ini. Ada banyak bacaan dan buku yang mengulasnya. Jadi bagi yang nonton silahkan mengambil hikmah, bagi yang tak mau nonton juga bisa belajar dari media lain.

Percuma kalau gembar-gembor semangat mau nonton dan ‘mengecilkan’ yang tak mau nonton (karena beberapa alasan pribadi). tapi pas waktunya tayang malah tidur pulas. Tragisnya lagi, menonton hanya secara visual, tapi tak mau mengambil ibroh atas apa yang dilihatnya. So, be wise, yaaa.... 
 
#Penulisbahagia
#NoPKI
#CintaIndonesia

PKI, tak boleh ada di Nusantara


Masih segar dalam ingatan.
Puluhan tahun yang lalu, tiap tanggal 30 September malam, kami duduk sambil tiduran berjejer di depan tv hitam putih 21 inch. Ada bantal dan selimut biru bergaris untuk berjaga2 jika ada yang tertidur sebelum film usai. Mama tak mau ketinggalan, satu kursi sofa di bagian tengah, dikhususkan untuk beliau yang harus siap menjawab jika kami bertanya. Oh iya, biasanya mantang rebus, singkong goreng atau apa aja sengaja mama buat biar kami nggak ngantuk. Jadi mulutnya ngunyah melulu. Hehehe.
Apa yang membuat kami semangat berjejer di depan tv? Apalagi kalau bukan untuk menonton film #G30SPKI.

Dari awal hingga akhir penuh pertanyaan. Mama menjawab tuntas semuanya. Tentang Aidit, Oentoeng dan PKI yang jahat, tentang para Jenderal dan pahlawan yang pemberani. Mama nggak terlalu menjelaskan siapa itu Gerwani. Jadi tiap ada adegan Gerwani nyanyi genjer2, beliau selalu mengalihkan perhatian. (Ketika saya sudah agak besar dan bertanya mengapa, "Perempuan2 itu terlalu jahat. Lagu mereka bikin mama marah, sedih juga takut. Bener2 PKI!" Begitu jawab Mama dengan mata berapi).

Tahun 1965, usia Mama sudah 20 tahun. Beliau dan kakak adiknya ikut aksi bergabung dengan KAMI, KAPI dan KAPPI. Saya sampai merinding kalau mendengar Mama bercerita tentang aksi2 melawan keganasan PKI. Nggak salah deh Buya kasih nama Zulfikar ke perempuan pemberani itu. *big love, my mom..

Salah satu adegan yang bikin kami sedih adalah ketika anak2 para Jenderal itu melepas ayahnya pergi. Persis seperti kami yang dadah2 ketika Papa berangkat ke kantor dan pulang dalam keadaan sudah tak bernyawa. Saya sih belum ngeh banget, tapi Mama dan kakak2 terhanyut dalam adegan itu. Mama, sudah pasti, berurai airmata.

Adegan lainnya saat Ade Irma meninggal. Ya Tuhan, terlalu menyedihkan. Juga tentang Piere, Jenderal yang diseret, darah yang bercecer (untung masih tv hitam putih, jadi masih aman untuk kami tonton) dan orang-orang yang dibantai membabi buta.

Gertak PKI itu bikin kami muak. Mama marah. Belum pernah kami melihat Mama seperti itu. Matanya yang sipit tapi tajam tak lepas dari tv. Istighfar, tangis, airmata, caci, semua campur aduk.
Kebencian Mama terhadap PKI, tak bisa diredakan lagi. Dan itu, diwariskan ke kami!

*****

Ya Allah, tempatkan pejuang kami kelak di surga-Mu.
Hukum mereka yang telah membasuh wajahnya dengan darah pertiwi.
Bukakan hati untuk mereka yang sekarang sudah dan akan bertobat. Aamiin.

September2017
#penulisbahagia yang sedang berduka
#NoPKI
#SaveIndonesia